alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Terdampak Pandemi, Pengurus Kuras Tabungan untuk Operasional Panti

Panti Asuhan Dharma Jati I, Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan tidak luput dari dampak pandemi Covid-19. Para donatur yang biasanya kerap memberikan bantuannya untuk keberlangsungan hidup anak-anak di panti tersebut, mulai jarang terlihat sejak pandemi. Sehingga pengurus panti asuhan itu harus berusaha secara penuh membiayai operasional yang nominalnya mencapai belasan juta rupiah per bulannya.

DEWA AYU PITRI ARISANTI, Semarapura

PENGURUS  Panti Asuhan Dharma Jati I, Ni Made Moni saat ditemui Senin (28/3) menuturkan panti asuhan yang berdiri sejak tahun 1985 itu menjadi rumah bagi sekitar 40 anak saat ini. Kondisi ekonomi yang sulit menjadi alasan orang tua puluhan anak itu menitipkan sang buah hati.

“Selain itu, orang tua yang kurang mampu ini juga ingin anaknya menjadi sosok yang mandiri, disiplin dan terhindar dari pergaulan yang tidak baik. Saat ini semua anak berasal dari Kabupaten Klungkung,” ungkapnya.

Dengan mengasuh puluhan anak, menurutnya biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Setidaknya untuk keperluan konsumsi saja, membutuhkan biaya minimal sekitar Rp 10 juta.

“Itu belum termasuk listrik, uang iuran sekolah untuk yang duduk di bangku SMA. Kalau TK, SD dan SMP gratis,” terangnya.

Diungkapkannya, biaya operasional sebesar itu harus diupayakannya sendiri sejak pandemi Covid-19. Itu lantaran pandemi Covid-19 mempengaruhi usaha para donatur tidak tetap yang selama ini turut berkontribusi terhadap keberlangsungan hidup anak-anak di panti asuhan tersebut.

“Kami tidak ada donatur tetap. Saya punya sawah yang digarap orang lain, dari bagi hasil itu saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan di panti saat ini,” kata wanita berusia 70 tahun itu.

Lebih lanjut dia yang dulu memiliki tabungan pribadi yang biasanya digunakan untuk kebutuhan mendadak di panti, kini telah habis untuk memenuhi biaya operasional. Sehingga akhir-akhir ini, dia kerap menjual babi peliharaannya untuk membiayai kebutuhan panti.

“Syukurnya tidak sampai kekurangan. Kebutuhan anak-anak juga terpenuhi,” tandasnya.

Beruntung, di tengah minimnya pendanaan Panti Asuhan Dhara Jati I, masih ada yang datang memberikan donasi. Seperti dilakukan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Rental Mobil Daerah (Asperda) Bali melalui program Asperda Peduli gencar melakukan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat khususnya prasejahtera dan terdampak bencana meski di tengah pandemi Covid-19 sekalipun.

Seperti Senin (28/3), DPD Asperda Bali menggelar kegiatan sosial berupa pemberian sembako guna membantu memenuhi kebutuhan Panti Asuhan Dharma Jati I, Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan.

Ketua DPD Asperda Bali, Nyoman Oka Wijaya di sela-sela kegiatan menuturkan program Asperda Peduli itu hadir untuk membantu masyarakat yang ternyata masih banyak hidup dalam kesulitan. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini, menurutnya semakin banyak masyarakat yang hidup prihatin.

“Untuk itu, selama pandemi kami juga ada beberapa kali menyalurkan bantuan, seperti saat adanya gempa bumi di Karangasem. Kemudian pemberian bantuan kepada anak-anak yatim,” ujarnya.

Program itu rutin digelar dalam kurun waktu tiga bulan sekali dengan harapan semakin banyak masyarakat yang membutuhkan terbantu dengan segera. “Kami harus gerak cepat. Kami juga akan menggandeng organisasi lainnya untuk turut membantu,” katanya.

Sementara itu, Branch Manager PT Astra Internasional Tbk Daihatsu Cokro, Gianyar dan Tabanan, Arief Budianto, mengungkapkan pihaknya sangat senang Astra Daihatsu dapat dilibatkan dalam kegiatan sosial seperti itu.

Meski bisnis otomotif tidak luput dari dampak pandemi Covid-19, menurutnya kegiatan sosial untuk membantu sesama tetap harus dilakukan.

“Harapannya ekonomi semakin bertumbuh, semakin bagus sehingga kontribusi yang bisa kami berikan balik ke masyarakat juga semakin lebih. Dan kami siap untuk bergabung lagi. Kebajikan itu menular, kalau bukan dari kita yang mulai dari siapa lagi,” tandasnya.

Pengurus Panti Asuhan Dharma Jati I, Ni Made Moni mengucap terima kasih terhadap pihak DPD Asperda Bali dan Astra Daihatsu yang telah menyisihkan rezekinya untuk berbagai dengan anak-anak di Panti Asuhan Dharma Jati I.

“Bersyukur sudah mendatangi kami ke sini,” tandasnya.



Panti Asuhan Dharma Jati I, Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan tidak luput dari dampak pandemi Covid-19. Para donatur yang biasanya kerap memberikan bantuannya untuk keberlangsungan hidup anak-anak di panti tersebut, mulai jarang terlihat sejak pandemi. Sehingga pengurus panti asuhan itu harus berusaha secara penuh membiayai operasional yang nominalnya mencapai belasan juta rupiah per bulannya.

DEWA AYU PITRI ARISANTI, Semarapura

PENGURUS  Panti Asuhan Dharma Jati I, Ni Made Moni saat ditemui Senin (28/3) menuturkan panti asuhan yang berdiri sejak tahun 1985 itu menjadi rumah bagi sekitar 40 anak saat ini. Kondisi ekonomi yang sulit menjadi alasan orang tua puluhan anak itu menitipkan sang buah hati.

“Selain itu, orang tua yang kurang mampu ini juga ingin anaknya menjadi sosok yang mandiri, disiplin dan terhindar dari pergaulan yang tidak baik. Saat ini semua anak berasal dari Kabupaten Klungkung,” ungkapnya.

Dengan mengasuh puluhan anak, menurutnya biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Setidaknya untuk keperluan konsumsi saja, membutuhkan biaya minimal sekitar Rp 10 juta.

“Itu belum termasuk listrik, uang iuran sekolah untuk yang duduk di bangku SMA. Kalau TK, SD dan SMP gratis,” terangnya.

Diungkapkannya, biaya operasional sebesar itu harus diupayakannya sendiri sejak pandemi Covid-19. Itu lantaran pandemi Covid-19 mempengaruhi usaha para donatur tidak tetap yang selama ini turut berkontribusi terhadap keberlangsungan hidup anak-anak di panti asuhan tersebut.

“Kami tidak ada donatur tetap. Saya punya sawah yang digarap orang lain, dari bagi hasil itu saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan di panti saat ini,” kata wanita berusia 70 tahun itu.

Lebih lanjut dia yang dulu memiliki tabungan pribadi yang biasanya digunakan untuk kebutuhan mendadak di panti, kini telah habis untuk memenuhi biaya operasional. Sehingga akhir-akhir ini, dia kerap menjual babi peliharaannya untuk membiayai kebutuhan panti.

“Syukurnya tidak sampai kekurangan. Kebutuhan anak-anak juga terpenuhi,” tandasnya.

Beruntung, di tengah minimnya pendanaan Panti Asuhan Dhara Jati I, masih ada yang datang memberikan donasi. Seperti dilakukan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Rental Mobil Daerah (Asperda) Bali melalui program Asperda Peduli gencar melakukan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat khususnya prasejahtera dan terdampak bencana meski di tengah pandemi Covid-19 sekalipun.

Seperti Senin (28/3), DPD Asperda Bali menggelar kegiatan sosial berupa pemberian sembako guna membantu memenuhi kebutuhan Panti Asuhan Dharma Jati I, Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan.

Ketua DPD Asperda Bali, Nyoman Oka Wijaya di sela-sela kegiatan menuturkan program Asperda Peduli itu hadir untuk membantu masyarakat yang ternyata masih banyak hidup dalam kesulitan. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini, menurutnya semakin banyak masyarakat yang hidup prihatin.

“Untuk itu, selama pandemi kami juga ada beberapa kali menyalurkan bantuan, seperti saat adanya gempa bumi di Karangasem. Kemudian pemberian bantuan kepada anak-anak yatim,” ujarnya.

Program itu rutin digelar dalam kurun waktu tiga bulan sekali dengan harapan semakin banyak masyarakat yang membutuhkan terbantu dengan segera. “Kami harus gerak cepat. Kami juga akan menggandeng organisasi lainnya untuk turut membantu,” katanya.

Sementara itu, Branch Manager PT Astra Internasional Tbk Daihatsu Cokro, Gianyar dan Tabanan, Arief Budianto, mengungkapkan pihaknya sangat senang Astra Daihatsu dapat dilibatkan dalam kegiatan sosial seperti itu.

Meski bisnis otomotif tidak luput dari dampak pandemi Covid-19, menurutnya kegiatan sosial untuk membantu sesama tetap harus dilakukan.

“Harapannya ekonomi semakin bertumbuh, semakin bagus sehingga kontribusi yang bisa kami berikan balik ke masyarakat juga semakin lebih. Dan kami siap untuk bergabung lagi. Kebajikan itu menular, kalau bukan dari kita yang mulai dari siapa lagi,” tandasnya.

Pengurus Panti Asuhan Dharma Jati I, Ni Made Moni mengucap terima kasih terhadap pihak DPD Asperda Bali dan Astra Daihatsu yang telah menyisihkan rezekinya untuk berbagai dengan anak-anak di Panti Asuhan Dharma Jati I.

“Bersyukur sudah mendatangi kami ke sini,” tandasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/