alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Objek Wisata Bukit Lempuyang Karangasem Ditutup Karena Ini

AMLAPURA, Radar Bali – Objek wisata Bukit Lempuyang di Desa Adat Purwayu, Kecamatan Abang, Karangasem akan ditutup sementara waktu. Penutupan tersebut mengingat dalam waktu dekat akan berlangsung upacara Pujawali di area Pura Sad Kahyangan Lempuyang  Luhur.

 

Bandesa Purwayu, Nyoman Jati mengungkapkan, penutupan akan dilakukan selama lima hari. Itu terhitung sejak tanggal 8 sampai 12 Juni mendatang. “Puncak upacara  Pujawali di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur akan berlangsung lada 9 Juni. Dari tanggal itu untuk wisatawan mohoh menunda kunjungan,” ujarnya dihubungi Senin (30/5).

 

Lebih lanjut Jati menuturkan, penutupan sementara objek wisata Bukit Lempuyang agar pelaksanaan upacara bisa berlangsung lancar dan khidmat. Selain itu, penutupan dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kunjungan di lokasi tersebut. “Pemedek yang datang juga jadi lebih nyaman dan upacara berjalan lancar,” katanya.

 

Penutupan tersebut imbuh dia sudah disampaikan dalam bentuk lisan dan surat tertulis. “Surat imabauan dari desa adat juga telah disampaikan kepada pemandu wisata,” tambah Jati.

 

Untuk saat ini, prajuru desa adat setempat sudah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari persiapan sarana dan prasarana upacara. (zul)



AMLAPURA, Radar Bali – Objek wisata Bukit Lempuyang di Desa Adat Purwayu, Kecamatan Abang, Karangasem akan ditutup sementara waktu. Penutupan tersebut mengingat dalam waktu dekat akan berlangsung upacara Pujawali di area Pura Sad Kahyangan Lempuyang  Luhur.

 

Bandesa Purwayu, Nyoman Jati mengungkapkan, penutupan akan dilakukan selama lima hari. Itu terhitung sejak tanggal 8 sampai 12 Juni mendatang. “Puncak upacara  Pujawali di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur akan berlangsung lada 9 Juni. Dari tanggal itu untuk wisatawan mohoh menunda kunjungan,” ujarnya dihubungi Senin (30/5).

 

Lebih lanjut Jati menuturkan, penutupan sementara objek wisata Bukit Lempuyang agar pelaksanaan upacara bisa berlangsung lancar dan khidmat. Selain itu, penutupan dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kunjungan di lokasi tersebut. “Pemedek yang datang juga jadi lebih nyaman dan upacara berjalan lancar,” katanya.

 

Penutupan tersebut imbuh dia sudah disampaikan dalam bentuk lisan dan surat tertulis. “Surat imabauan dari desa adat juga telah disampaikan kepada pemandu wisata,” tambah Jati.

 

Untuk saat ini, prajuru desa adat setempat sudah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari persiapan sarana dan prasarana upacara. (zul)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/