27.6 C
Denpasar
Saturday, February 4, 2023

Melewati Puncak, Kasus Covid-19 di Jembrana Mulai Menurun Drastis

NEGARA, radarbali.id – Setelah melewati puncak kasus terkonfirmasi Covid-19, jumlah kasus harian terkonfirmasi positif di Jembrana, Bali, menurun drastis. Sempat mencapai puluhan kasus positif setiap harinya, dalam beberapa hari terus berangsur turun dan terakhir kasus positif harian sudah menjadi kurang dari sepuluh kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana mencapai puncaknya pada bulan Februari lalu. Kasus harian mencapai puluhan kasus, bahkan pada puncaknya mencapai 105 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dalam sehari.

Setelah mencapai puncak kasus awal bulan Februari, kasus terkonfirmasi positif terus menurun drastis dengan rata-rata dibawah 40 kasus dan terakhir didapat sepuluh kasus baru. Hingga akhir bulan Februari lalu hanya ada delapan kasus baru di 8Jembrana. Sehingga, bulan Maret ini, diharapkan tidak ada kenaikan kasus positif baru lagi.

“Puncak kasus di Jembrana sudah terlewati bulan Februari, semoga saja tidak ada gelombang peningkatan kasus lagi,” jelasnya, Selasa (1/3).

Karena lonjakan kasus yang signifikan tersebut, tempat isolasi terpusat yang disediakan Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana sempat penuh, terutama hotel dan puskesmas.

Baca Juga:  Hilang Dua Hari, Nenek Linyar Ditemukan Lemas di Kebun

Akibatnya, banyak warga terkonfirmasi positif tanpa gejala yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Sedangkan pasien yang bergejala dan memiliki penyakit bawaan menjalani isolasi di rumah sakit.

Selain tambahan kasus positif siginifikan pada bulan Februari yang didominasi oleh orang tanpa gejala, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal juga meningkat, namun tidak setinggi tahun 2021 lalu. Dalam kurun waktu yang sama, periode Januari- Februari hanya 50 persen dari tahun lalu.

Mayoritas pasien yang meninggal karena usia di atas 60 tahun, memiliki penyakit bawaan atau komorbid dan belum vaksin lengkap dan ada yg blm vaksin sama sekali. jumlah kematian pada gelombang kasus awal tahun 2022 ini, dinilai jauh lebih rendah dibandingkan pada tahun 2022.

“Dibandingkan dengan tingginya lonjakan kasus yang signifikan, kasus kematian jauh lebih rendah,” ujarnya.

Menurutnya, dari pengamatan yang dilakukan, melihat cepatnya penyebaran pada bulan Januari dan Februari lalu, diduga merupakan varian omicron.

Baca Juga:  Wah! Produk Cokelat Khas Jembrana Ikut Jadi Suvenir KTT G20

Namun meskipun penyebaran sekitar empat kali lebih cepat dari varian awal, gejala yang ditimbulkan lebih ringan. Terbukti dari ratusan kaus positif baru, sebagian besar tanpa gejala dan gejala yang sangat ringan, misalnya hanya batuk dan demam beberapa hari.

Meskipun sudah mulai ada penurunan kasus yang signifikan, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan.

Karena kunci untuk mencegah penyebaran virus ini kedisplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan dan segera vaksinasi bagi yang belum sama sekali atau yang msh belum lengkap baik dosis 2 maupun booster.

Di samping itu, pihaknya bersama unsur Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana akan melakukan tiga T, yakni testing, tracing dan treatment di masyarakat agar Pandemi ini bisa segera ditangani.

Data terakhir dari Satgas Penanganan Jembrana, komulatif kasus terkonfirmasi positif sejak pandemi mencapai 7617 kasus, sembuh 7134 dan meninggal 242 orang. Hingga saat ini masih ada seratusan orang yang aktif positif menjalani isolasi.



NEGARA, radarbali.id – Setelah melewati puncak kasus terkonfirmasi Covid-19, jumlah kasus harian terkonfirmasi positif di Jembrana, Bali, menurun drastis. Sempat mencapai puluhan kasus positif setiap harinya, dalam beberapa hari terus berangsur turun dan terakhir kasus positif harian sudah menjadi kurang dari sepuluh kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana mencapai puncaknya pada bulan Februari lalu. Kasus harian mencapai puluhan kasus, bahkan pada puncaknya mencapai 105 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dalam sehari.

Setelah mencapai puncak kasus awal bulan Februari, kasus terkonfirmasi positif terus menurun drastis dengan rata-rata dibawah 40 kasus dan terakhir didapat sepuluh kasus baru. Hingga akhir bulan Februari lalu hanya ada delapan kasus baru di 8Jembrana. Sehingga, bulan Maret ini, diharapkan tidak ada kenaikan kasus positif baru lagi.

“Puncak kasus di Jembrana sudah terlewati bulan Februari, semoga saja tidak ada gelombang peningkatan kasus lagi,” jelasnya, Selasa (1/3).

Karena lonjakan kasus yang signifikan tersebut, tempat isolasi terpusat yang disediakan Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana sempat penuh, terutama hotel dan puskesmas.

Baca Juga:  Kakek Berusia hampir Seabad Bunuh Diri

Akibatnya, banyak warga terkonfirmasi positif tanpa gejala yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Sedangkan pasien yang bergejala dan memiliki penyakit bawaan menjalani isolasi di rumah sakit.

Selain tambahan kasus positif siginifikan pada bulan Februari yang didominasi oleh orang tanpa gejala, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal juga meningkat, namun tidak setinggi tahun 2021 lalu. Dalam kurun waktu yang sama, periode Januari- Februari hanya 50 persen dari tahun lalu.

Mayoritas pasien yang meninggal karena usia di atas 60 tahun, memiliki penyakit bawaan atau komorbid dan belum vaksin lengkap dan ada yg blm vaksin sama sekali. jumlah kematian pada gelombang kasus awal tahun 2022 ini, dinilai jauh lebih rendah dibandingkan pada tahun 2022.

“Dibandingkan dengan tingginya lonjakan kasus yang signifikan, kasus kematian jauh lebih rendah,” ujarnya.

Menurutnya, dari pengamatan yang dilakukan, melihat cepatnya penyebaran pada bulan Januari dan Februari lalu, diduga merupakan varian omicron.

Baca Juga:  Sirkuit All in One Jembrana di Pengambengan Mulai Dibangun

Namun meskipun penyebaran sekitar empat kali lebih cepat dari varian awal, gejala yang ditimbulkan lebih ringan. Terbukti dari ratusan kaus positif baru, sebagian besar tanpa gejala dan gejala yang sangat ringan, misalnya hanya batuk dan demam beberapa hari.

Meskipun sudah mulai ada penurunan kasus yang signifikan, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan.

Karena kunci untuk mencegah penyebaran virus ini kedisplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan dan segera vaksinasi bagi yang belum sama sekali atau yang msh belum lengkap baik dosis 2 maupun booster.

Di samping itu, pihaknya bersama unsur Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana akan melakukan tiga T, yakni testing, tracing dan treatment di masyarakat agar Pandemi ini bisa segera ditangani.

Data terakhir dari Satgas Penanganan Jembrana, komulatif kasus terkonfirmasi positif sejak pandemi mencapai 7617 kasus, sembuh 7134 dan meninggal 242 orang. Hingga saat ini masih ada seratusan orang yang aktif positif menjalani isolasi.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru