NEGARA – Pendaftaran pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK)Â sisa dari tahun 2021 kembali dibuka lagi untuk 415 formasi yang masih kosong. Dari jumlah tersebut, terbanyak untuk formasi guru yang masih belum terisi sebanyak 349 formasi.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jembrana Siluh Ktut Natalis Semaradani mengatakan, pendaftaran untuk seleksi PPPK tahun ini sebanyak sisa dari lowongan PPPK tahun 2021. Pendaftaran pelamar sudah dimulai sejak 31 Oktober hingga 13 November 2022 mendatang. “Saat ini masih dalam proses pendaftaran pelamar. Diharapkan, seluruh formasi dapat terisi,” jelasnya.
Pada pendaftaran penerimaan PPPK tahun ini, ada 349 formasi untuk tenaga pendidik dan 66 formasi untuk tenaga kesehatan di Jembrana. Dari formasi guru guru tersebut ada 20 orang yang menjadi prioritas. Sebanyak 19 orang masuk dalam kategori prioritas 1 dan satu orang menjadi prioritas 2. Pelamar yang masuk prioritas ini sudah masuk passing grade seleksi tahap sebelumnya. Sedangkan 329 menjadi prioritas 3.
Sementara untuk seleksi PPPK tenaga kesehatan sebanyak 66 formasi. Sedangkan untuk formasi teknis lain yang sebelumnya belum terisi, masih belum ada infomasi lowongan dari pusat. “Formasi teknis lainnya, masih menunggu informasi pasti dari pusat,” ungkapnya.
Setelah pendaftaran, nanti ada seleksi adminitrasi dn dilanjutkan dengan tabapan lainnya hingga pengumuman seleksi. Sesuai jadwal, pengusulan NIP PPPK ini pada Maret 2023 mendatang.
Mengenai pendaftaran seleksi PPPK guru Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana I Gusti Putu Anom Saputra mengatakan, formasi PPPK guru memang terbanyak dibandingkan formasi lain. Karena pada seleksi tahun lalu yang dilaksanakan dua tahap, dari total 938 formasi guru hanya 609 formasi yang lulus dan sudah menerima surat keputusan (SK). “Seleksi PPPKÂ tahun ini sisa dari formasi tahun lalu yang belum terisi,” jelasnya.
Dari jumlah formasi tersebut, untuk pendaftaran tahun ini yang saat ini sudah diumumkan total ada 349 kuota huru. Dari usulan tersebut sudah ada yang lulus passing grade sebanyak 20 orang menjadi prioritas dan tidak perlu mengikuti seleksi lagi. Sisanya sebanyak 329 orang yang akan mengikuti proses seleksi. (bas/rid)