26.5 C
Denpasar
Thursday, June 8, 2023

Sempat Melambung Harga Tertinggi, Panen Raya,Harga Gabah Turun Lagi

Panen raya padi sudah mulai terjadi di Jembrana. Sesuai hukum pasar, harga gabah kini mulai turun lagi, bila dibandingkan sekitar  semingguan lalu. Namun, harga gabah masih tetap lebih tinggi bila dibandingkan dengan panen raya tahun lalu.

DARI cerita yang dirangkum Jawa Pos Radar Bali, harga gabah yang sudah mulai turun saat ini masih awal, karena belum memasuki puncak panen raya.

“Kalau dibandingkan dengan seminggu lalu, harga gabah sudah mulai turun,” kata Ketua Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Jembrana I Putu Sentana, Selasa (21/2/2023).

Harga gabah saat tergantung dari pembeli, untuk harga beli pabrik penggilingan, gabah kering sawah Rp 5.300 per kilogram, sedangkan gabah kering giling Rp 6.300 per kilogram. Harga gabah ini, meskipun sudah turun tetapi masih terhitung tinggi dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga:  Meski Ditentang LSM, Distan Jembrana Tetap Lakukan Eliminasi Anjing

Harga gabah saat ini ditingkat penggilingan, tentunya berbeda dengan harga beli oleh penebas atau tengkulak. Umumnya, harga beli penebas pada petani, berkurang Rp 200 dari harga beli penggilingan. Jika harga pabrik penggilingan Rp 5.300 perkilogram, maka harga di petani oleh penebas Rp 5.100 perkilogram.

Pada saat puncak panen raya saat ini masih berpotensi turun lagi, baik gabah kering giling dan kering sawah. Berkaca pada panen raya tahun lalu, puncaknya harga gabah kering sawah hanya Rp 4.500 per kilogram, terendah Rp 4.200 per kilogram. “Kalau sudah masuk panen raya, pasti turun lagi harga,” terangnya.

Harga beras mengalami kenaikan awal bulan Februari lalu. Bahkan disebut harga perkilogram tertinggi sepanjang sejarah. Harga gabah kering sawah mencapai harga Rp 6 ribu perkilogram.

Baca Juga:  Tabrak Truk, Satu Penumpang Travel Tewas di TKP

Sedangkan gabah kering giling sekitar Rp 7 ribu per kilogram. Harga saat ini disebut harga tertinggi sepanjang sejarah, karena tahun lalu saja harga gabah kering sawah hanya Rp 4.500 per kilogram. Harga turun saat puncak panen raya sekitar Rp 4.200 per kilogram.

Kenaikan harga gabah ini dipengaruhi banyak faktor, mulai faktor alam, belum panen raya dan faktor pasar. Mengenai harga gabah ini dipengaruhi pasar. Cuaca saat ini memang tidak mendukung, dimana sering terjadi hujan dan angin mempengaruhi produksi pertanian.  [m.basir/radar bali]

 



Panen raya padi sudah mulai terjadi di Jembrana. Sesuai hukum pasar, harga gabah kini mulai turun lagi, bila dibandingkan sekitar  semingguan lalu. Namun, harga gabah masih tetap lebih tinggi bila dibandingkan dengan panen raya tahun lalu.

DARI cerita yang dirangkum Jawa Pos Radar Bali, harga gabah yang sudah mulai turun saat ini masih awal, karena belum memasuki puncak panen raya.

“Kalau dibandingkan dengan seminggu lalu, harga gabah sudah mulai turun,” kata Ketua Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Jembrana I Putu Sentana, Selasa (21/2/2023).

Harga gabah saat tergantung dari pembeli, untuk harga beli pabrik penggilingan, gabah kering sawah Rp 5.300 per kilogram, sedangkan gabah kering giling Rp 6.300 per kilogram. Harga gabah ini, meskipun sudah turun tetapi masih terhitung tinggi dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga:  Badah! Anjing yang Gigit Empat Warga Lelateng, Negara, Belum Divaksin

Harga gabah saat ini ditingkat penggilingan, tentunya berbeda dengan harga beli oleh penebas atau tengkulak. Umumnya, harga beli penebas pada petani, berkurang Rp 200 dari harga beli penggilingan. Jika harga pabrik penggilingan Rp 5.300 perkilogram, maka harga di petani oleh penebas Rp 5.100 perkilogram.

Pada saat puncak panen raya saat ini masih berpotensi turun lagi, baik gabah kering giling dan kering sawah. Berkaca pada panen raya tahun lalu, puncaknya harga gabah kering sawah hanya Rp 4.500 per kilogram, terendah Rp 4.200 per kilogram. “Kalau sudah masuk panen raya, pasti turun lagi harga,” terangnya.

Harga beras mengalami kenaikan awal bulan Februari lalu. Bahkan disebut harga perkilogram tertinggi sepanjang sejarah. Harga gabah kering sawah mencapai harga Rp 6 ribu perkilogram.

Baca Juga:  Meski Ditentang LSM, Distan Jembrana Tetap Lakukan Eliminasi Anjing

Sedangkan gabah kering giling sekitar Rp 7 ribu per kilogram. Harga saat ini disebut harga tertinggi sepanjang sejarah, karena tahun lalu saja harga gabah kering sawah hanya Rp 4.500 per kilogram. Harga turun saat puncak panen raya sekitar Rp 4.200 per kilogram.

Kenaikan harga gabah ini dipengaruhi banyak faktor, mulai faktor alam, belum panen raya dan faktor pasar. Mengenai harga gabah ini dipengaruhi pasar. Cuaca saat ini memang tidak mendukung, dimana sering terjadi hujan dan angin mempengaruhi produksi pertanian.  [m.basir/radar bali]

 


Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru