26.5 C
Denpasar
Monday, June 5, 2023

Meski Ditentang LSM, Distan Jembrana Tetap Lakukan Eliminasi Anjing

NEGARA – Meningkatnya kasus positif rabies di Jembrana, menjadi perhatian serius dari dinas terkait. Terutama dari Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana yang menangani hewan penular rabies (HPR) sebagai upaya mencegah penularan virus meluas. Salah satunya dengan eliminasi anjing di zona merah meski sebelumnya mendapat penentangan dari LSM BAWA.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama mengatakan, sejumlah desa di seluruh kecamatan di Jembrana sudah masuk zona merah karena terdapat kasus positif rabies dari bulan Januari – Mei ini.

“Sosialiasi sudah dilakukan, vaksinasi sudah dilakukan ke masyarakat terutama zona merah,” ujarnya.

Pihaknya meminta masyarakat untuk tidak abai jika ada kasus gigitan anjing. Meski pun tidak luka, harus segera melapor agar anjing yang menggigit diobservasi. Pihaknya yang bertanggung jawab menangani anjing yang menggigit akan menangani anjingnya. Observasi dan mengambil sampel ketika anjing mati.

Baca Juga:  Suka Cita Jumat Agung Jemaat Gereja Rock Negara, Jembrana

Di tengah tingginya kasus gigitan anjing di Jembrana, selaiin vaksinasi darurat di lokasi terjadi gigitan yang sudah dipastikan positif rabies, juga dengan eliminasi selektif. Setiap anjing yang dieliminasi selektif, dikirim sampelnya untuk diteliti. (halaman berikutnya)



NEGARA – Meningkatnya kasus positif rabies di Jembrana, menjadi perhatian serius dari dinas terkait. Terutama dari Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana yang menangani hewan penular rabies (HPR) sebagai upaya mencegah penularan virus meluas. Salah satunya dengan eliminasi anjing di zona merah meski sebelumnya mendapat penentangan dari LSM BAWA.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama mengatakan, sejumlah desa di seluruh kecamatan di Jembrana sudah masuk zona merah karena terdapat kasus positif rabies dari bulan Januari – Mei ini.

“Sosialiasi sudah dilakukan, vaksinasi sudah dilakukan ke masyarakat terutama zona merah,” ujarnya.

Pihaknya meminta masyarakat untuk tidak abai jika ada kasus gigitan anjing. Meski pun tidak luka, harus segera melapor agar anjing yang menggigit diobservasi. Pihaknya yang bertanggung jawab menangani anjing yang menggigit akan menangani anjingnya. Observasi dan mengambil sampel ketika anjing mati.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 di Jembrana Turun Drastis, Pasien Meninggal Bertambah

Di tengah tingginya kasus gigitan anjing di Jembrana, selaiin vaksinasi darurat di lokasi terjadi gigitan yang sudah dipastikan positif rabies, juga dengan eliminasi selektif. Setiap anjing yang dieliminasi selektif, dikirim sampelnya untuk diteliti. (halaman berikutnya)


Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru