26.5 C
Denpasar
Thursday, March 23, 2023

Pemkab Janjikan Pembangunan Drainase untuk Tangkal Banjir Pengambengan

NEGARA – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman Jembrana menjanjikan pembangunan drainase untuk menangkal banjir di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana.

Diketahui, banjir di Desa Pengambengan, merupakan peristiwa yang sudah berulangkali terjadi. Setiap banjir, genangan air yang merendam pemukiman warga bisa berlangsung selama beberapa hari. Sedikitnya ada dua penyebab banjir yang terjadi di desa pesisir pantai Jembrana tersebut, yakni drainase dan sampah yang terbuang ke lingkungan.

Mengenai drainase, sebenarnya sudah ada. Hanya saja, karena ukuran kecil tidak mampu mengalirkan air. Ditambah sampah yang dibuang ke selokan menyumbat saluran hingga menyebabkan air tidak mengalir hingga meluber ke pemukiman warga.

Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman Jembrana melalui Bidang Sumberdaya Air pun mengaku sudah melakukan pengecekan ke lokasi banjir. Karena pada tahun 2022 ini, sudah dianggarkan untuk pembangunan drainase untuk mengatasi banjir yang rutin terjadi di Desa Pangambengan.

“Sudah ada perencanaan pembangunan drainase tahun ini,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air I Gede Sugianta,

Baca Juga:  Sejumlah Kandang Kambing di Lokasi Sirkuit Jembrana akan Digusur

Pembangunan drainase dilakukan mulai dari Pura Segara, Desa Pengambengan. Nantinya, saluran pembuangan air tersebut dialirkan langsung ke laut. Drainase yang akan dibuat lebih besar dari drainase yang ada saat ini, sehingga ketika terjadi banjir tidak sampai meluber hingga menggenangi rumah warga.

Karena wilayah yang harus dibangun dranase cukup luas, maka pembangunan akan dilakukan secara bertahap yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Tahap pertama dipastikan tahun anggaran 2022 ini dan tahap berikutnya direncanakan tahun anggaran berikutnya.

“Saat ini masih dalam proses persiapan tender,” imbuhnya.

Pantauan di lokasi, sejak banjir yang terjadi sejak Minggu (20/3) lalu, hingga Jumat (25/3), genangan air masih ada di beberapa titik pemukiman warga. Namun tingginya genangan air sudah mulai sedikit. Sehingga, penyedotan air dengan mesin untuk dibuang ke laut sejak Senin lalu sudah dihentikan.

 

Sebelumnya, Perbekel Desa Pengambengan Kamaruzzaman menyebut bahwa banjir yang rutin terjadi di Desa Penganbengan disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya beberapa titik wilayah Desa Pengambengan memiliki daratan lebih rendah dari daerah lain. Bahkan lebih rendah dari bibir pantai.

Baca Juga:  Bejat! Sang Paman Perkosa Gadis 12 Tahun saat Nonton TV Sendirian

Sehingga ketika terjadi hujan deras, karena Desa Pengambengan berada paling selatan, air dari bagian utara desa, dari sawah dan saluran pembuangan air mengalir ke satu titik di Desa Pengambengan.

Tingginya debit air yang mengalir ke Desa Pengambengan tidak sebanding dengan drainase yang kecil dan tidak sedikit yang tersumbat sampah, sehingga meluap ke rumah warga. Karena saluran drainase yang kecil, membuat air banjir menggenangi pemukiman warga hingga beberapa hari.

Genangan air setelah terjadi banjir tersebut, disebabkan belum ada sodetan saluran pembuangan air ke laut. Pemerintah deesa berharap, pemerintah kabupaten Jembrana segera merealisasikan pembuatan drainase yang menuju ke laut agar tidak terjadi banjir dan genangan air setiap musim hujan.



NEGARA – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman Jembrana menjanjikan pembangunan drainase untuk menangkal banjir di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana.

Diketahui, banjir di Desa Pengambengan, merupakan peristiwa yang sudah berulangkali terjadi. Setiap banjir, genangan air yang merendam pemukiman warga bisa berlangsung selama beberapa hari. Sedikitnya ada dua penyebab banjir yang terjadi di desa pesisir pantai Jembrana tersebut, yakni drainase dan sampah yang terbuang ke lingkungan.

Mengenai drainase, sebenarnya sudah ada. Hanya saja, karena ukuran kecil tidak mampu mengalirkan air. Ditambah sampah yang dibuang ke selokan menyumbat saluran hingga menyebabkan air tidak mengalir hingga meluber ke pemukiman warga.

Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman Jembrana melalui Bidang Sumberdaya Air pun mengaku sudah melakukan pengecekan ke lokasi banjir. Karena pada tahun 2022 ini, sudah dianggarkan untuk pembangunan drainase untuk mengatasi banjir yang rutin terjadi di Desa Pangambengan.

“Sudah ada perencanaan pembangunan drainase tahun ini,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air I Gede Sugianta,

Baca Juga:  Vakum 2 Tahun Gegara Pandemi, Festival Musik Sahur Digelar Lagi

Pembangunan drainase dilakukan mulai dari Pura Segara, Desa Pengambengan. Nantinya, saluran pembuangan air tersebut dialirkan langsung ke laut. Drainase yang akan dibuat lebih besar dari drainase yang ada saat ini, sehingga ketika terjadi banjir tidak sampai meluber hingga menggenangi rumah warga.

Karena wilayah yang harus dibangun dranase cukup luas, maka pembangunan akan dilakukan secara bertahap yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Tahap pertama dipastikan tahun anggaran 2022 ini dan tahap berikutnya direncanakan tahun anggaran berikutnya.

“Saat ini masih dalam proses persiapan tender,” imbuhnya.

Pantauan di lokasi, sejak banjir yang terjadi sejak Minggu (20/3) lalu, hingga Jumat (25/3), genangan air masih ada di beberapa titik pemukiman warga. Namun tingginya genangan air sudah mulai sedikit. Sehingga, penyedotan air dengan mesin untuk dibuang ke laut sejak Senin lalu sudah dihentikan.

 

Sebelumnya, Perbekel Desa Pengambengan Kamaruzzaman menyebut bahwa banjir yang rutin terjadi di Desa Penganbengan disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya beberapa titik wilayah Desa Pengambengan memiliki daratan lebih rendah dari daerah lain. Bahkan lebih rendah dari bibir pantai.

Baca Juga:  Waduh! Selama Pandemi Covid-19, Orang Sakit Jiwa di Jembrana Tembus Angka 595 Orang

Sehingga ketika terjadi hujan deras, karena Desa Pengambengan berada paling selatan, air dari bagian utara desa, dari sawah dan saluran pembuangan air mengalir ke satu titik di Desa Pengambengan.

Tingginya debit air yang mengalir ke Desa Pengambengan tidak sebanding dengan drainase yang kecil dan tidak sedikit yang tersumbat sampah, sehingga meluap ke rumah warga. Karena saluran drainase yang kecil, membuat air banjir menggenangi pemukiman warga hingga beberapa hari.

Genangan air setelah terjadi banjir tersebut, disebabkan belum ada sodetan saluran pembuangan air ke laut. Pemerintah deesa berharap, pemerintah kabupaten Jembrana segera merealisasikan pembuatan drainase yang menuju ke laut agar tidak terjadi banjir dan genangan air setiap musim hujan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru