24.8 C
Denpasar
Sunday, June 4, 2023

Buntut Kelakuan Turis Buka Celana, Desa Besakih akan Gelar Pecaruan 2 April 2023

AMLAPURA, Radar Bali.id– Desa Besakih, Kecamatan Rendang,  akan segera menggelar pecaruan sebagai upaya pembersihan secara niskala. Upacara ini dilakukan setelah aksi warga negara asing (WNA) yang melakukan aksi tak senonoh dengan menurunkan celana saat berada di Puncak Gunung Agung beberapa waktu lalu.

Rencananya, prosesi pecaruan tersebut akan digelar di Pura Pengubengan.Pemucuk Pemangku Pura Agung Besakih, I Gusti Mangku Jana mengatakan, rencana prosesi upacara pembersihan itu akan digelar pada 2 April mendatang.

Untuk sarana upacara pecaruan ini akan menggunakan banten byakaon, prayascita, durmangala, daanan tumpeng pitu dan caru ekasata. “Setelah kami melakukan paruman, hasilnya akan dilakukan pecaruan pada 2 April di Pura Pengubengan,” ujarnya.

Baca Juga:  Memang Layak Dihukum, Turis Kurang Ajar di Gunung Agung akhirnya Dideportasi

Diakuinya, aksi tak senonoh yang dilakukan oknum WNA tersebut sangat melukai masyarakat. Khususnya Umat Hindu Bali. Mengingat Gunung Agung tersebut sangat disucikan. “Gunung Agung ini bukan gunung sembarangan. Karena sangat disucikan tidak hanya masyarakat di Besakih namun seluruh Bali,” tuturnya.

Pihaknya berharap, ke depan tidak ada lagi kejadian serupa. Untuk pendaki yang ingin naik ke Gunung Agung agar didampingi dengan pemandu lokal. Sehingga aktivitas pendakian bisa dikontrol dan diingatkan apabila melanggar aturan yang berlaku. “Semoga ini pertama dan terakhir kali. Tidak ada lagi kejadian-kejadian berikutnya,” tandasnya.

Seperti diketahui, aksi tak senonoh WNA berpose tak senonoh saat melakukan pendakian Gunung Agung beberapa waktu lalu. Aksi tersebut pun menjadi sorotan di tengah kondisi pariwisata Bali yang kian dijejali turis bermasalah. Foto WNA itu pun viral dengan pose menurunkan celana sambil menghadap kawah Gunung Agung. [zulfika rahman/radar bali]

Baca Juga:  Pendapatan Parkir dari Ritual Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Puri Agung Besakih Naik 123 Persen

 



AMLAPURA, Radar Bali.id– Desa Besakih, Kecamatan Rendang,  akan segera menggelar pecaruan sebagai upaya pembersihan secara niskala. Upacara ini dilakukan setelah aksi warga negara asing (WNA) yang melakukan aksi tak senonoh dengan menurunkan celana saat berada di Puncak Gunung Agung beberapa waktu lalu.

Rencananya, prosesi pecaruan tersebut akan digelar di Pura Pengubengan.Pemucuk Pemangku Pura Agung Besakih, I Gusti Mangku Jana mengatakan, rencana prosesi upacara pembersihan itu akan digelar pada 2 April mendatang.

Untuk sarana upacara pecaruan ini akan menggunakan banten byakaon, prayascita, durmangala, daanan tumpeng pitu dan caru ekasata. “Setelah kami melakukan paruman, hasilnya akan dilakukan pecaruan pada 2 April di Pura Pengubengan,” ujarnya.

Baca Juga:  Longsor Senin Dini Hari, Bangunan Warga Jebol, Kerugian Puluhan Juta

Diakuinya, aksi tak senonoh yang dilakukan oknum WNA tersebut sangat melukai masyarakat. Khususnya Umat Hindu Bali. Mengingat Gunung Agung tersebut sangat disucikan. “Gunung Agung ini bukan gunung sembarangan. Karena sangat disucikan tidak hanya masyarakat di Besakih namun seluruh Bali,” tuturnya.

Pihaknya berharap, ke depan tidak ada lagi kejadian serupa. Untuk pendaki yang ingin naik ke Gunung Agung agar didampingi dengan pemandu lokal. Sehingga aktivitas pendakian bisa dikontrol dan diingatkan apabila melanggar aturan yang berlaku. “Semoga ini pertama dan terakhir kali. Tidak ada lagi kejadian-kejadian berikutnya,” tandasnya.

Seperti diketahui, aksi tak senonoh WNA berpose tak senonoh saat melakukan pendakian Gunung Agung beberapa waktu lalu. Aksi tersebut pun menjadi sorotan di tengah kondisi pariwisata Bali yang kian dijejali turis bermasalah. Foto WNA itu pun viral dengan pose menurunkan celana sambil menghadap kawah Gunung Agung. [zulfika rahman/radar bali]

Baca Juga:  Waspada! Diterpa Hujan, Tembok Penyengker Pura Dadia di Tihingtali Karangasem Jebol

 


Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru