alexametrics
26.8 C
Denpasar
Saturday, July 2, 2022

Waspada, Bencana Masih Mengintai wilayah Buleleng

SINGARAJA– Masyarakat Buleleng harus meningkatkan kewaspadaan. Sebab musim penghujan belum usai. Potensi bencana alam juga masih mengintai. Terbukti sejak Jumat (1/4) kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng masih menerima laporan terjadinya bencana alam.

 

Mengacu laporan BPBD Buleleng, musibah itu terjadi di 3 lokasi. Masing-masing di Desa Jagaraga dan Desa Sudaji di Kecamatan Sawan, serta Kelurahan Sukasada di Kecamatan Sukasada.

 

Di Desa Jagaraga, terjadi musibah longsor yang menyebabkan saluran irigasi rusak. Panjang longsor mencapai 6 meter dengan ketinggian 1,5 meter. Musibah tersebut merusak saluran irigasi sekunder di wilayah tersebut. Dampaknya belasan hektare sawah tak kebagian air.

 

Sementara di Desa Sudaji, sebuah pohon kelapa di kebun warga mendadak roboh. Dampaknya pohon tersebut menimpa jaringan listrik. Tak pelak listrik sempat padam selama beberapa jam.

 

Sebelum membersihkan material pohon, personel BPBD Buleleng harus menanti petugas dari PLN guna memastikan listrik tidak menyala. Pohon yang tumbang akhirnya berhasil dibersihkan dalam waktu 30 menit saja.

 

Terakhir, bencana dilaporkan terjadi di Lingkungan Lumbanan, Kelurahan Sukasada, pada Sabtu (2/4) sore. Tembok pagar milik I Gede Dharma Sudana mendadak jebol. Tembok yang jebol memiliki panjang 9 meter dengan ketinggian 1,5 meter.

 

Tembok itu menimpa atap Balai Lingkungan Lumbanan. Kebetulan balai lingkungan berada tepat di sisi bawah rumah dari Dharma Sudana. Tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.

 

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Putu Ariadi Pribadi mengatakan, bencana alam masih rentan terjadi. Sebab musim penghujan belum usai. Hujan diperkirakan baru berakhir pada akhir April mendatang.

 

“Sesuai dengan arahan dari BMKG, diprediksi musim penghujan baru selesai pada akhir April nanti. Memang tahun ini kita mengalami musim penghujan yang agak panjang,” kata Ariadi.

 

Ia pun meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Sebab bencana alam masih berpotensi terjadi. Terlebih curah hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir terbilang ekstrem.

 



SINGARAJA– Masyarakat Buleleng harus meningkatkan kewaspadaan. Sebab musim penghujan belum usai. Potensi bencana alam juga masih mengintai. Terbukti sejak Jumat (1/4) kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng masih menerima laporan terjadinya bencana alam.

 

Mengacu laporan BPBD Buleleng, musibah itu terjadi di 3 lokasi. Masing-masing di Desa Jagaraga dan Desa Sudaji di Kecamatan Sawan, serta Kelurahan Sukasada di Kecamatan Sukasada.

 

Di Desa Jagaraga, terjadi musibah longsor yang menyebabkan saluran irigasi rusak. Panjang longsor mencapai 6 meter dengan ketinggian 1,5 meter. Musibah tersebut merusak saluran irigasi sekunder di wilayah tersebut. Dampaknya belasan hektare sawah tak kebagian air.

 

Sementara di Desa Sudaji, sebuah pohon kelapa di kebun warga mendadak roboh. Dampaknya pohon tersebut menimpa jaringan listrik. Tak pelak listrik sempat padam selama beberapa jam.

 

Sebelum membersihkan material pohon, personel BPBD Buleleng harus menanti petugas dari PLN guna memastikan listrik tidak menyala. Pohon yang tumbang akhirnya berhasil dibersihkan dalam waktu 30 menit saja.

 

Terakhir, bencana dilaporkan terjadi di Lingkungan Lumbanan, Kelurahan Sukasada, pada Sabtu (2/4) sore. Tembok pagar milik I Gede Dharma Sudana mendadak jebol. Tembok yang jebol memiliki panjang 9 meter dengan ketinggian 1,5 meter.

 

Tembok itu menimpa atap Balai Lingkungan Lumbanan. Kebetulan balai lingkungan berada tepat di sisi bawah rumah dari Dharma Sudana. Tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.

 

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Putu Ariadi Pribadi mengatakan, bencana alam masih rentan terjadi. Sebab musim penghujan belum usai. Hujan diperkirakan baru berakhir pada akhir April mendatang.

 

“Sesuai dengan arahan dari BMKG, diprediksi musim penghujan baru selesai pada akhir April nanti. Memang tahun ini kita mengalami musim penghujan yang agak panjang,” kata Ariadi.

 

Ia pun meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Sebab bencana alam masih berpotensi terjadi. Terlebih curah hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir terbilang ekstrem.

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/