30.4 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

BPJS Kesehatan Singaraja Pantau Penerapan Sistem Antrean Online di RSUD Buleleng

BULELENG, Radar Bali-Sistem antrean online merupakan salah satu inovasi yang diluncurkan BPJS Kesehatan dengan menghubungkan aplikasi milik fasilitas kesehatan (faskes) mitra BPJS Kesehatan dengan Aplikasi Mobile JKN. Penerapan sistem antrean online secara optimal mampu memberikan beragam kemudahan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), salah satunya agar peserta tidak lama mengantre di fasilitas kesehatan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Singaraja, Ni Made Dwi Diantari saat melakukan kunjungan ke RSUD Buleleng, Kamis (08/09).

“Kami ingin memastikan bahwa antrean online RSUD Buleleng berjalan optimal. Antrean online bermanfaat memberikan kemudahan layanan kepada peserta JKN, oleh karena itu pemanfaatan sistem antrean online harus dipantau langsung dan dievaluasi secara berkala untuk mengetahui sejauh mana efektivitas penggunaannya oleh rumah sakit,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tingkatkan Produktivitas, Petani Tembakau Dapat Bantuan Mesin

Dwi menyampaikan bahwa di RSUD Buleleng, pemanfaatan antrean online sudah berjalan dengan baik sehingga ia optimis hal tersebut memberikan dampak positif bagi penyedia pelayanan maupun peserta JKN yang berkunjung. Meski demikian, Dwi barharap pemanfaatan aplikasi Mobile JKN oleh peserta JKN juga dapat dioptimalkan sejalan dengan implementasi antrean online. Ia berharap, ke depannya pihak RSUD Buleleng bisa semakin gencar mengedukasi masyarakat dan pengunjung rumah sakit tentang bagaimana cara memanfaatkan antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN.

“Implementasi antrean online yang optimal dapat memudahkan peserta maupun pihak penyedia pelayanan. Peserta tidak perlu mengantre dan menunggu lama di fasilitas kesehatan untuk memperoleh pelayanan kesehatan, sementara penyedia pelayanan kesehatan pun bisa lebih cepat memproses administrasi karena data peserta sudah terkoneksi by system,” ucapnya kepada tim Jamkesnews.
Sementara itu, IT RSUD Buleleng, Kadek Dana mengungkapkan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti masukan dari BPJS Kesehatan demi memberikan layanan terbaik kepada peserta JKN.

Baca Juga:  Final, Pegawai RSUD Buleleng Dipastikan Tak Dapat Tunjangan Kinerja

“Kami berharap kunjungan seperti ini bisa rutin dilakukan karena sangat berarti bagi kami untuk melakukan penyempurnaan ke depannya kepada peserta JKN. Kami akan semaksimal mungkin menjalankan ketentuan yang disampaikan BPJS Kesehatan seperti mengedukasi masyarakat tentang penggunaan antrean online ini dan semua hal yang berkaitan dalam peningkatan pelayanan RSUD Buleleng kepada peserta JKN,” ujar Kadek. (mar/han)



BULELENG, Radar Bali-Sistem antrean online merupakan salah satu inovasi yang diluncurkan BPJS Kesehatan dengan menghubungkan aplikasi milik fasilitas kesehatan (faskes) mitra BPJS Kesehatan dengan Aplikasi Mobile JKN. Penerapan sistem antrean online secara optimal mampu memberikan beragam kemudahan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), salah satunya agar peserta tidak lama mengantre di fasilitas kesehatan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Singaraja, Ni Made Dwi Diantari saat melakukan kunjungan ke RSUD Buleleng, Kamis (08/09).

“Kami ingin memastikan bahwa antrean online RSUD Buleleng berjalan optimal. Antrean online bermanfaat memberikan kemudahan layanan kepada peserta JKN, oleh karena itu pemanfaatan sistem antrean online harus dipantau langsung dan dievaluasi secara berkala untuk mengetahui sejauh mana efektivitas penggunaannya oleh rumah sakit,” ungkapnya.

Baca Juga:  Beban Piutang Tinggi, RSUD Usul Pembiayaan Jenazah Warga Miskin

Dwi menyampaikan bahwa di RSUD Buleleng, pemanfaatan antrean online sudah berjalan dengan baik sehingga ia optimis hal tersebut memberikan dampak positif bagi penyedia pelayanan maupun peserta JKN yang berkunjung. Meski demikian, Dwi barharap pemanfaatan aplikasi Mobile JKN oleh peserta JKN juga dapat dioptimalkan sejalan dengan implementasi antrean online. Ia berharap, ke depannya pihak RSUD Buleleng bisa semakin gencar mengedukasi masyarakat dan pengunjung rumah sakit tentang bagaimana cara memanfaatkan antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN.

“Implementasi antrean online yang optimal dapat memudahkan peserta maupun pihak penyedia pelayanan. Peserta tidak perlu mengantre dan menunggu lama di fasilitas kesehatan untuk memperoleh pelayanan kesehatan, sementara penyedia pelayanan kesehatan pun bisa lebih cepat memproses administrasi karena data peserta sudah terkoneksi by system,” ucapnya kepada tim Jamkesnews.
Sementara itu, IT RSUD Buleleng, Kadek Dana mengungkapkan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti masukan dari BPJS Kesehatan demi memberikan layanan terbaik kepada peserta JKN.

Baca Juga:  Hasil Audit Tuntas LPD Adat Anturan, Kejari Genjot Penyidikan

“Kami berharap kunjungan seperti ini bisa rutin dilakukan karena sangat berarti bagi kami untuk melakukan penyempurnaan ke depannya kepada peserta JKN. Kami akan semaksimal mungkin menjalankan ketentuan yang disampaikan BPJS Kesehatan seperti mengedukasi masyarakat tentang penggunaan antrean online ini dan semua hal yang berkaitan dalam peningkatan pelayanan RSUD Buleleng kepada peserta JKN,” ujar Kadek. (mar/han)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/