Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasokan Solar Tersendat, Antrean SPBU di Buleleng pun Mengular

M
Penulis: M.Ridwan❯
CEMAS: Antrean kendaraan yang hendak mengisi solar di SPBU Penarukan Buleleng.
CEMAS: Antrean kendaraan yang hendak mengisi solar di SPBU Penarukan Buleleng.
SINGARAJA – Fenomena antrean kendaraan bermotor berbahan bakar solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terus terjadi. Pasokan solar yang tersendat, menyebabkan antrean kendaraan terus mengular di sejumlah SPBU.

Saat ini ada beberapa SPBU di Buleleng yang menjual solar. Diantaranya SPBU Pacung, SPBU Giri Emas, SPBU Penarukan, SPBU Banyuasri, SPBU Anturan, SPBU Jagaraga, dan SPBU Pemuteran. Namun pasokan di seluruh SPBU itu disebut dalam kondisi kosong.

Di SPBU Penarukan misalnya. Kendaraan telah mengular sejak Selasa (6/12) subuh. Para sopir berharap mendapat jatah solar agar bisa beroperasi seperti sedia kala. Tapi hingga siang hari, solar belum juga datang. Dampaknya kendaraan mengular hingga 500 meter arah barat SPBU.

Salah seorang pengemudi truk material, Gede Budi mengungkapkan, pasokan solar sudah mulai langka sejak beberapa hari terakhir. Fenomena itu bukan hanya terjadi di Buleleng. Tapi juga di Jembrana serta Karangasem. Ia pun was-was karena harus mengangkut material dari Jembrana menuju Karangasem.

“Ini sudah ada 4 hari sepert ini ada kelangkaan solar. Informasinya sih sekarang sudah di seluruh Bali kondisinya seperti ini,” kata Budi.

Ia mengaku tetap pasrah mengantre solar. Sebab bahan bakar sejenis, yakni dexlite, harganya tak masuk akal. Bahkan dua kali lipat dari harga solar. Apabila menggunakan dexlite, sebagai sopir ia akan merugi. Karena ongkos angkut terbatas.

Hal serupa diungkapkan Edi Sastrawan, pengemudi bahan bangunan. Gegara solar langka, pengiriman bahan bangunan kepada konsumen juga harus tertunda. Sebab waktu sudah habis untuk mengantre solar.

“Ini juga sudah antre dari pagi. Belum ada kabar kapan solarnya sampai. Kalau nggak ada solar, gimana mau antar bahan bangunan,” keluhnya.

Di sisi lain, pengelola SPBU Penarukan, Ketut Kuntiada mengungkapkan, sejak beberapa hari ini pengiriman solar mulai tersendat. Biasanya SPBU Penarukan mendapat kuota 4.000 liter solar per hari. Kini kuota dibatasi menjadi 8.000 solar per lima hari.

Terakhir kali solar diterima SPBU Penarukan pada Senin (5/12) lalu. “Sampai hari ini belum ada kabar kapan ada kiriman lagi. Biasanya tidak ada antrian panjang begini. Karena kalau di sini habis, di SPBU lain ada. Kalau sampai antre begini, artinya di SPBU lain juga kosong,” katanya. (eps/rid)

 

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Peduli Sesama saat Bali Krisis BBM: Dua Perempuan Kampung Bugis Ini Bagikan Paket Nasi dan Es di SPB

Peduli Sesama saat Bali Krisis BBM: Dua Perempuan Kampung Bugis Ini Bagikan Paket Nasi dan Es di SPB

Masih berlanjutnya antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Buleleng hingga Jumat (16/10/2026), mengetuk pintu hati warga. 

Cek Fakta! Pasokan BBM Pertamina Dipangkas 30-40 Persen?, Antrean Terus Mengular di Sejumlah SPBU

Cek Fakta! Pasokan BBM Pertamina Dipangkas 30-40 Persen?, Antrean Terus Mengular di Sejumlah SPBU

Sejumlah SPBU masih memiliki stok Pertalite, Pertamax, Pertamina Dex, hingga Bio Solar. Namun, beberapa jenis BBM di sejumlah SPBU lainnya dilaporkan telah kosong.

Wow! Polda Bali Sebut Kasus Solar Subsidi Tahura Telah Tahap Dua, Ternyata Sudah Divonis 1 Bulan 20 Hari dan Denda Rp 200 Juta

Wow! Polda Bali Sebut Kasus Solar Subsidi Tahura Telah Tahap Dua, Ternyata Sudah Divonis 1 Bulan 20 Hari dan Denda Rp 200 Juta

Lama tak muncul ke publik, kasus dugaan penimbunan dan penyalahgunaan solar subsidi di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai yang sempat menyita perhatian ternyata sudah masuk babak akhir, Man Tompel sudah divonis

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer