alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Kedua Pihak Merasa Jadi Korban, Perkelahian di Kaliasem Diambil Polres

SINGARAJA – Satuan Reskrim Polres Buleleng mengambil alih proses penyidikan perkelahian berdarah yang terjadi di Banjar Dinas Lebah, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali. Pasalnya, kedua pihak saling lapor ke polisi dan sama-sama merasa jadi korban.

 

Penyidik di Unit Reskrim Polsek Banjar melimpahkan kasus tersebut ke Mapolres Buleleng, pada Senin (7/3) sore lalu. Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya saat dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut.

 

“Sudah dilimpahkan kemarin (Senin, 7/3) sore. Bukan diambil alih, tapi saling melengkapi. Penyidik di Polsek Banjar juga masih ikut terlibat dalam penyidikan kasus ini,” kata Sumarjaya saat ditemui di Mapolres Buleleng, Selasa (8/3).

 

Menurutnya kasus sengaja diserahkan pada Polres Buleleng. Sebab membutuhkan proses penyelidikan yang lebih mendalam. Terlebih keduanya sama-sama mengajukan laporan polisi. Kedua keluarga tersebut juga sama-sama mengklaim menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, perkelahian berdarah terjadi di Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar. Keluarga yang bertetangga, yakni keluarga Putu Mas Merta dan keluarga Kadek Arsana alias Kadek Toris.

 

Versi keluarga Putu Mas Merta, Kadek Arsana alias Kadek Toris mengeroyok keluarga mereka menggunakan parang dan linggis. Sementara versi keluarga Kadek Toris, justru Putu Mas Merta yang menantang Kadek Toris berkelahi.

 

Akibatnya dalam peristiwa tersebut ada 4 orang keluarga Putu Mas Merta yang mengalami luka. Mereka adalah Putu Mas Merta, 47, yang mengalami luka pada bagian kepala akibat sabetan senjata tajam; Kadek Bayu Widana, 18, yang mengalami luka tusuk di perut kiri dan kepala belakang sebelah kiri;

 

Berikutnya Komang NM, 14, yang mengalami luka dalam di bagian kepala dan dada; serta Luh Ayu Widiani, 47, yang mengalami luka memar pada kepala dan tangan kanan. Seluruhnya kini dirawat di RSUD Buleleng.

Sementara dari pihak keluarga Kadek Arsana, ada 2 orang yang menjadi korban. yakni Kadek Arsana alias Toris yang mengalami luka pada bagian kepala atas sebelah kanan; serta Gede Porda, 30, yang mengalami patah tulang pada tangan kiri. Keduanya sempat dirawat di RS Parama Sidhi.



SINGARAJA – Satuan Reskrim Polres Buleleng mengambil alih proses penyidikan perkelahian berdarah yang terjadi di Banjar Dinas Lebah, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali. Pasalnya, kedua pihak saling lapor ke polisi dan sama-sama merasa jadi korban.

 

Penyidik di Unit Reskrim Polsek Banjar melimpahkan kasus tersebut ke Mapolres Buleleng, pada Senin (7/3) sore lalu. Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya saat dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut.

 

“Sudah dilimpahkan kemarin (Senin, 7/3) sore. Bukan diambil alih, tapi saling melengkapi. Penyidik di Polsek Banjar juga masih ikut terlibat dalam penyidikan kasus ini,” kata Sumarjaya saat ditemui di Mapolres Buleleng, Selasa (8/3).

 

Menurutnya kasus sengaja diserahkan pada Polres Buleleng. Sebab membutuhkan proses penyelidikan yang lebih mendalam. Terlebih keduanya sama-sama mengajukan laporan polisi. Kedua keluarga tersebut juga sama-sama mengklaim menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, perkelahian berdarah terjadi di Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar. Keluarga yang bertetangga, yakni keluarga Putu Mas Merta dan keluarga Kadek Arsana alias Kadek Toris.

 

Versi keluarga Putu Mas Merta, Kadek Arsana alias Kadek Toris mengeroyok keluarga mereka menggunakan parang dan linggis. Sementara versi keluarga Kadek Toris, justru Putu Mas Merta yang menantang Kadek Toris berkelahi.

 

Akibatnya dalam peristiwa tersebut ada 4 orang keluarga Putu Mas Merta yang mengalami luka. Mereka adalah Putu Mas Merta, 47, yang mengalami luka pada bagian kepala akibat sabetan senjata tajam; Kadek Bayu Widana, 18, yang mengalami luka tusuk di perut kiri dan kepala belakang sebelah kiri;

 

Berikutnya Komang NM, 14, yang mengalami luka dalam di bagian kepala dan dada; serta Luh Ayu Widiani, 47, yang mengalami luka memar pada kepala dan tangan kanan. Seluruhnya kini dirawat di RSUD Buleleng.

Sementara dari pihak keluarga Kadek Arsana, ada 2 orang yang menjadi korban. yakni Kadek Arsana alias Toris yang mengalami luka pada bagian kepala atas sebelah kanan; serta Gede Porda, 30, yang mengalami patah tulang pada tangan kiri. Keduanya sempat dirawat di RS Parama Sidhi.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/