alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Perumda Jajagi Teknologi Baru Bersihkan Pipa Air Minum

SUKASADA– Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Hita Buleleng tengah menjajagi teknologi baru dari Korea Selatan. Teknologi itu di bidang pembersihan pipa. Perusahaan yang masuk dalam entitas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Buleleng itu yakin teknologi baru akan memberi penghematan pada tata kelola perusahaan.

 

Teknologi pembersihan pipa itu menggunakan nitrogen. Nitrogen dialirkan dengan tekanan tinggi. Sehingga berbagai partikel terdorong. Upaya ini dinilai lebih murah dan lebih mudah, ketimbang mengalirkan air melalui pipa.

 

Teknologi itu diuji di kawasan Bangkian Sidem, Kecamatan Sukasada, pagi kemarin. Dibutuhkan 350 tabung dengan kapasitas total 17,5 ton yang dialirkan ke saluran pipa yang ada. Nitrogen itu dialirkan ke dalam pipa sepanjang 4,2 kilometer, dengan diameter mencapai 6 dim. Proses pembersihan pipa memakan waktu hingga 1,5 jam.

 

Dirut Perumda Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana mengatakan, selama ini pembersihan pipa hanya menggunakan air bertekanan. Air itu dialirkan dengan tekanan tinggi. Hanya saja upaya itu dinilai kurang efektif. Sebab masih banyak kotoran yang menempel. Terutama tanah.

 

Dengan teknologi itu, Lestariana menyebut upaya pembersihan lebih efektif. Bukan hanya tanah yang terdorong. Karat yang menempel dalam pipa juga ikut terdorong. “Selama ini kan tanah yang menyumbat. Akhirnya aliran tidak maksimal. Setelah pakai nitrogen bertekanan ini, ternyata lebih efektif dan efisien membersihkan pipa,” katanya.

 

Lebih lanjut Lestariana mengatakan, selama ini biaya pemeliharaan pipa cukup besar. Apabila aliran pipa tersumbat, dan air bertekanan tak menghasilkan solusi, pihaknya harus membongkar pipa. Hal itu memakan biaya yang cukup besar.

 

“Biaya mengganti pipa itu besar sekali. Jaringan pipa di Bangkiang Sidem ini panjang 4,2 kilometer. Kalau itu diganti semua, berapa biaya yang harus habis. Kami berencana adopsi teknologi ini, karena dari hitung-hitungan bisnis juga cukup masuk akal,” demikian Lestariana.

 



SUKASADA– Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Hita Buleleng tengah menjajagi teknologi baru dari Korea Selatan. Teknologi itu di bidang pembersihan pipa. Perusahaan yang masuk dalam entitas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Buleleng itu yakin teknologi baru akan memberi penghematan pada tata kelola perusahaan.

 

Teknologi pembersihan pipa itu menggunakan nitrogen. Nitrogen dialirkan dengan tekanan tinggi. Sehingga berbagai partikel terdorong. Upaya ini dinilai lebih murah dan lebih mudah, ketimbang mengalirkan air melalui pipa.

 

Teknologi itu diuji di kawasan Bangkian Sidem, Kecamatan Sukasada, pagi kemarin. Dibutuhkan 350 tabung dengan kapasitas total 17,5 ton yang dialirkan ke saluran pipa yang ada. Nitrogen itu dialirkan ke dalam pipa sepanjang 4,2 kilometer, dengan diameter mencapai 6 dim. Proses pembersihan pipa memakan waktu hingga 1,5 jam.

 

Dirut Perumda Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana mengatakan, selama ini pembersihan pipa hanya menggunakan air bertekanan. Air itu dialirkan dengan tekanan tinggi. Hanya saja upaya itu dinilai kurang efektif. Sebab masih banyak kotoran yang menempel. Terutama tanah.

 

Dengan teknologi itu, Lestariana menyebut upaya pembersihan lebih efektif. Bukan hanya tanah yang terdorong. Karat yang menempel dalam pipa juga ikut terdorong. “Selama ini kan tanah yang menyumbat. Akhirnya aliran tidak maksimal. Setelah pakai nitrogen bertekanan ini, ternyata lebih efektif dan efisien membersihkan pipa,” katanya.

 

Lebih lanjut Lestariana mengatakan, selama ini biaya pemeliharaan pipa cukup besar. Apabila aliran pipa tersumbat, dan air bertekanan tak menghasilkan solusi, pihaknya harus membongkar pipa. Hal itu memakan biaya yang cukup besar.

 

“Biaya mengganti pipa itu besar sekali. Jaringan pipa di Bangkiang Sidem ini panjang 4,2 kilometer. Kalau itu diganti semua, berapa biaya yang harus habis. Kami berencana adopsi teknologi ini, karena dari hitung-hitungan bisnis juga cukup masuk akal,” demikian Lestariana.

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/