Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lagi, Dua Bocah di Nagasepaha Digigit Anjing Rabies

H
Penulis: Hari Puspita❯
KEBUT VAKSINASI : Suntik vaksinasi dilakukan di Desa Nagasepaha, Kecamatan Buleleng. (foto: eka pasetya/radar bali)
KEBUT VAKSINASI : Suntik vaksinasi dilakukan di Desa Nagasepaha, Kecamatan Buleleng. (foto: eka pasetya/radar bali)
SINGARAJA, Radar Bali.id – Kasus gigitan anjing lagi-lagi terjadi di Buleleng. Dua orang bocah di Desa Nagasepaha, Kecamatan Buleleng, jadi korban gigitan anjing rabies.

Keduanya harus menerima puluhan jahitan akibat gigitan anjing yang mengamuk itu. Mereka telah menerima vaksin anti rabies (VAR) dan dalam masa observasi. Pihak Dinas Pertanian Buleleng pun melakukan vaksinasi darurat di desa tersebut.

Insiden itu terjadi pada Sabtu (3/12) lalu sekitar pukul 20.30 malam. Peristiwa bermula saat Kadek SY, 11, diminta berbelanja ke sebuah warung di dekat pasar desa. Sampai di pertigaan desa, tiba-tiba ada anjing yang menerkam Kadek SY. Warga pun bergegas mengusir anjing tersebut dan membawa Kadek SY ke bidan di Desa Sari Mekar.

Salah seorang bocah lainnya yakni Putu MG, 11, ikut datang ke pertigaan desa. Putu MG bermaksud mengecek keberadaan Kadek SY. Keduanya juga masih memiliki hubungan keluarga. Tak disangka, anjing yang sama menerkam Putu MG dari belakang. Keduanya digigit dalam waktu berdekatan.

Bidan kemudian merujuk keduanya ke RSUD Buleleng. Kadek SY mengalami luka robek pada kedua betis, hingga harus menerima 30 jahitan. Sementara Putu MG mengalami luka robek pada paha dan harus mendapat 14 jahitan.

“Waktu itu lumayan heboh di desa. Karena ada anjing liar yang ngamuk. Langsung kami lapor ke desa biar ada tindak lanjut,” kata Ketut Weda Astra, 43, keluarga korban.

Belakangan anjing itu ditemukan oleh seorang pecalang di desa setempat. Anjing itu langsung dibunuh. Sampel otak anjing kemudian dibawa ke Balai Besar Veteriner Denpasar pada Senin (5/12) pekan lalu. Hasilnya ternyata positif rabies.

Kemarin (13/12) Dinas Pertanian Buleleng langsung melakukan vaksinasi rabies darurat di desa tersebut. Dinas Pertanian menerjunkan A-Team, tim elite yang biasa memburu anjing-anjing liar untuk divaksin. Ada pula tim regular yang datang ke rumah-rumah untuk melakukan vaksinasi.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Made Suparma mengaku ada kasus gigitan rabies di desa tersebut. “Langkah awal itu menyelamatkan nyawa manusia dulu. Jadi sudah direkomendasikan dapat VAR. Mereka juga sudah dapat VAR pertama. Kami juga ingatkan agar menerima VAR sampai tuntas. Selanjutnya kami akan fokus tuntaskan vaksinasi rabies di desa ini,” kata Suparma. [eka prasetya/radar bali]

 

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Cegah Kasus Baru, Satgas Rabies Jembrana Kendalikan Populasi Anjing Liar di Melaya

Cegah Kasus Baru, Satgas Rabies Jembrana Kendalikan Populasi Anjing Liar di Melaya

Upaya menekan penyebaran rabies di Kabupaten Jembrana mulai menyasar pengendalian populasi anjing liar di wilayah zona merah pada hari Kamis, (5/11/2026).

Hasil Pemeriksaan Laboratorium : Dua Sampel Anjing di Melaya, Jembrana, Positif Rabies

Hasil Pemeriksaan Laboratorium : Dua Sampel Anjing di Melaya, Jembrana, Positif Rabies

Ancaman virus rabies di Kabupaten Jembrana kembali menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan.

Ancaman Rabies Tinggi, Capaian Vaksinasi di Bangli Baru 45 Persen, Kintamani Rawan Anjing Liar

Ancaman Rabies Tinggi, Capaian Vaksinasi di Bangli Baru 45 Persen, Kintamani Rawan Anjing Liar

Capaian vaksinasi rabies di Kabupaten Bangli tercatat baru menyentuh angka 45 persen per Kamis (22/10/2026).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer