alexametrics
26.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Langka! Polres Buleleng Punya Dua Perwira Berpangkat AKBP

SINGARAJA – Umumnya, di kepolisian resor (Polres), hanya ada seorang perwira dengan pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Pangkat itu biasanya disandang oleh Kapolres. Tapi di Polres Buleleng, ada dua orang yang berpangkat AKBP. Kok bisa?

Dua pangkat AKBP itu disandang Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto dan Kabag SDM Polres Buleleng AKBP I Nyoman Sumarajaya.

 

Memang, untuk sekelas Kabag SDM Polres Buleleng, sebetulnya perwira dengan pangkat komisaris polisi (Kompol) sudah cukup. Tapi, kenyataannya, I Nyoman Sumarajaya merupakan AKBP.

 

Sebagai Kabag SDM Polres Buleleng, I Nyoman Sumarajaya cukup sibuk akhir-akhir ini. Dia harus menyusun bagan alur penerimaan personel Polri. Sebab pendaftaran penerimaan personel Polri mulai dibuka. Seperti periode sebelumnya, tentu saja, animo masyarakat yang ingin bergabung dengan korps Bhayangkara cukup tinggi.

 

Meski hanya Kabag SDM Polres Buleleng, Sumarajaya punya pangkat yang tak kalah dengan Kapolres. Sama-sama AKBP.

 

Sumarajaya resmi menyandang pangkat AKBP sejak 1 Maret 2022 lalu. Pangkat itu disematkan Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto. Pemberian pangkat AKBP tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Kapolri Nomor KEP/1944/XII/2021 tanggal 23 Desember 2021 silam.

 

Pangkat yang disandang oleh Sumarajaya adalah pangkat penghargaan. Kepolisian Negara Republik Indonesia memberikan apresiasi berupa pangkat penghargaan bagi personel yang tidak tercela. Baik itu dalam hal disiplin personel, maupun pidana. Pangkat penghargaan itu berhak disandang selama 3 bulan, hingga memasuki masa pensiun pada 1 Juni 2022 mendatang.

Perjalanan I Nyoman Sumarajaya di kepolisian cukup panjang. Dia mengawali karir di kepolisian dari bintara pada tahun 1984. Pangkat pertamanya adalah sersan dua (serda) atau sekarang, mulai tahun 2001, disebut brigadir polisi dua (Bripda).

Dengan torehannya sebagai AKBP, Sumarajaya menjadi salah satu anggota polisi langka. Sebab, pangkat AKBP lebih mudah didapat anggota polisi yang memulai jenjang karir dari pendidikan akademi kepolisian (akpol).

Bagi taruna akpol, lulusannya langsung perwira dengan pangkat Ipda. Atau inspektur polisi dua. Sedangkan bagi Sumarajaya, pangkat ipda baru bisa diraih setelah 13 tahun berkarir sebagai polisi. Itu pun setelah dia mendapat kesempatan menempuh sekolah perwira. 

 

“Saya sangat bersyukur bisa dan berterima kasih mendapat pangkat penghargaan ini. Saya memulai karir dari pangkat brigadir. Kalau dulu istilahnya sersan. Sekarang menjelang pensiun diberi kesempatan menyandang pangkat AKBP. Teman-teman satu angkatan saya, banyak yang pensiun hanya dengan pangkat Aipda dan Aiptu,” ujarnya.

Sementara itu Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto mengatakan, ada 3 orang personel Polri yang mendapat kenaikan pangkat penghargaan. Sebanyak 2 orang di antaranya mendapat kenaikan pangkat dari Iptu menjadi AKP, dan 1 orang mendapat kenaikan pangkat dari Kompol menjadi AKBP.

Menurutnya semua itu bermula dari kedisiplinan dan kerja keras personel.

“Kami harap personel yang mendapat pangkat penghargaan ini bisa menjadi sosok panutan bagi personel lain. Semuanya harus bekerja dengan baik dan disiplin. Apalagi institusi sudah menyiapkan skema reward bagi yang bekerja dengan baik, dan punishment bagi yang tidak disiplin. Bila bisa kerja dengan baik dan disiplin, tentu akan diusulkan mendapat pangkat penghargaan,” papar Andrian.



SINGARAJA – Umumnya, di kepolisian resor (Polres), hanya ada seorang perwira dengan pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Pangkat itu biasanya disandang oleh Kapolres. Tapi di Polres Buleleng, ada dua orang yang berpangkat AKBP. Kok bisa?

Dua pangkat AKBP itu disandang Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto dan Kabag SDM Polres Buleleng AKBP I Nyoman Sumarajaya.

 

Memang, untuk sekelas Kabag SDM Polres Buleleng, sebetulnya perwira dengan pangkat komisaris polisi (Kompol) sudah cukup. Tapi, kenyataannya, I Nyoman Sumarajaya merupakan AKBP.

 

Sebagai Kabag SDM Polres Buleleng, I Nyoman Sumarajaya cukup sibuk akhir-akhir ini. Dia harus menyusun bagan alur penerimaan personel Polri. Sebab pendaftaran penerimaan personel Polri mulai dibuka. Seperti periode sebelumnya, tentu saja, animo masyarakat yang ingin bergabung dengan korps Bhayangkara cukup tinggi.

 

Meski hanya Kabag SDM Polres Buleleng, Sumarajaya punya pangkat yang tak kalah dengan Kapolres. Sama-sama AKBP.

 

Sumarajaya resmi menyandang pangkat AKBP sejak 1 Maret 2022 lalu. Pangkat itu disematkan Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto. Pemberian pangkat AKBP tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Kapolri Nomor KEP/1944/XII/2021 tanggal 23 Desember 2021 silam.

 

Pangkat yang disandang oleh Sumarajaya adalah pangkat penghargaan. Kepolisian Negara Republik Indonesia memberikan apresiasi berupa pangkat penghargaan bagi personel yang tidak tercela. Baik itu dalam hal disiplin personel, maupun pidana. Pangkat penghargaan itu berhak disandang selama 3 bulan, hingga memasuki masa pensiun pada 1 Juni 2022 mendatang.

Perjalanan I Nyoman Sumarajaya di kepolisian cukup panjang. Dia mengawali karir di kepolisian dari bintara pada tahun 1984. Pangkat pertamanya adalah sersan dua (serda) atau sekarang, mulai tahun 2001, disebut brigadir polisi dua (Bripda).

Dengan torehannya sebagai AKBP, Sumarajaya menjadi salah satu anggota polisi langka. Sebab, pangkat AKBP lebih mudah didapat anggota polisi yang memulai jenjang karir dari pendidikan akademi kepolisian (akpol).

Bagi taruna akpol, lulusannya langsung perwira dengan pangkat Ipda. Atau inspektur polisi dua. Sedangkan bagi Sumarajaya, pangkat ipda baru bisa diraih setelah 13 tahun berkarir sebagai polisi. Itu pun setelah dia mendapat kesempatan menempuh sekolah perwira. 

 

“Saya sangat bersyukur bisa dan berterima kasih mendapat pangkat penghargaan ini. Saya memulai karir dari pangkat brigadir. Kalau dulu istilahnya sersan. Sekarang menjelang pensiun diberi kesempatan menyandang pangkat AKBP. Teman-teman satu angkatan saya, banyak yang pensiun hanya dengan pangkat Aipda dan Aiptu,” ujarnya.

Sementara itu Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto mengatakan, ada 3 orang personel Polri yang mendapat kenaikan pangkat penghargaan. Sebanyak 2 orang di antaranya mendapat kenaikan pangkat dari Iptu menjadi AKP, dan 1 orang mendapat kenaikan pangkat dari Kompol menjadi AKBP.

Menurutnya semua itu bermula dari kedisiplinan dan kerja keras personel.

“Kami harap personel yang mendapat pangkat penghargaan ini bisa menjadi sosok panutan bagi personel lain. Semuanya harus bekerja dengan baik dan disiplin. Apalagi institusi sudah menyiapkan skema reward bagi yang bekerja dengan baik, dan punishment bagi yang tidak disiplin. Bila bisa kerja dengan baik dan disiplin, tentu akan diusulkan mendapat pangkat penghargaan,” papar Andrian.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/