alexametrics
28.8 C
Denpasar
Thursday, June 30, 2022

Ditinggal Sembahyang, Toko Ludes Terbakar

SINGARAJA– Sebuah warung yang ada di Banjar Dinas Wana Sari, Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, ludes dilahap api. Diduga kebakaran dipicu oleh dupa yang dibiarkan menyala, lalu ditinggal pergi oleh pemilik toko.

 

Insiden itu terjadi pada Sabtu (18/6) kemarin sekitar pukul 06.00 pagi. Peristiwa bermula saat I Putu Mas Agus Sugianto, 39, pemilik toko, bersembahyang di tokonya.  Pria yang tinggal di Desa Sanggalangit itu, menghaturkan banten dan dupa di pelangkiran.

 

Usai sembahyang, korban memilih pulang ke rumah. Ia tidak ingat dengan dupa yang dibiarkan menyala. Nah sekitar 30 menit kemudian, salah seorang warga memberitahu bahwa muncul asap dari dalam toko.

Korban pun kembali ke toko. Saat pintu toko dibuka, ternyata api sudah berkobar. Api dengan cepat melahap seisi toko. Apalagi korban juga menjual gas elpiji. Selain membakar bangunan toko, sejumlah barang dagangan juga ludes. Seperti beras, peralatan sembahyang, serta sembako.

 

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan, insiden kebakaran itu diduga dipicu oleh api dari dupa. Korban meninggalkan dupa dalam kondisi menyala, lalu ditinggal pergi. “Kondisi itu juga diakui korban sendiri. Kami himbau masyarakat agar benar-benar memperhatikan sumber api, seperti dupa maupun kompor, sebelum meninggalkan rumah,” kata Sumarjaya. (eps)

 



SINGARAJA– Sebuah warung yang ada di Banjar Dinas Wana Sari, Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, ludes dilahap api. Diduga kebakaran dipicu oleh dupa yang dibiarkan menyala, lalu ditinggal pergi oleh pemilik toko.

 

Insiden itu terjadi pada Sabtu (18/6) kemarin sekitar pukul 06.00 pagi. Peristiwa bermula saat I Putu Mas Agus Sugianto, 39, pemilik toko, bersembahyang di tokonya.  Pria yang tinggal di Desa Sanggalangit itu, menghaturkan banten dan dupa di pelangkiran.

 

Usai sembahyang, korban memilih pulang ke rumah. Ia tidak ingat dengan dupa yang dibiarkan menyala. Nah sekitar 30 menit kemudian, salah seorang warga memberitahu bahwa muncul asap dari dalam toko.

Korban pun kembali ke toko. Saat pintu toko dibuka, ternyata api sudah berkobar. Api dengan cepat melahap seisi toko. Apalagi korban juga menjual gas elpiji. Selain membakar bangunan toko, sejumlah barang dagangan juga ludes. Seperti beras, peralatan sembahyang, serta sembako.

 

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan, insiden kebakaran itu diduga dipicu oleh api dari dupa. Korban meninggalkan dupa dalam kondisi menyala, lalu ditinggal pergi. “Kondisi itu juga diakui korban sendiri. Kami himbau masyarakat agar benar-benar memperhatikan sumber api, seperti dupa maupun kompor, sebelum meninggalkan rumah,” kata Sumarjaya. (eps)

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/