alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

DLH Bangun Bank Sampah Induk, Tampung Sampah Plastik

SINGARAJA– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng akan membangun Bank Sampah Induk (BSI). Fasilitas itu akan menampung sampah-sampah plastik. Sehingga pemilahan sampah bisa lebih optimal.

 

BSI diproyeksikan sebagai lokasi untuk menampung sampah-sampah plastik dari seluruh penjuru Buleleng. Selain itu BSI juga disiapkan sebagai fasilitator antara bank sampah unit dengan pengepul plastik daur ulang, sehingga sampah-sampah yang masuk memiliki nilai ekonomi.

 

Kepala DLH Buleleng Gede Melandrat mengatakan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan suntikan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 1,2 miliar. Dana itu diperuntukkan bagi pembangunan fasilitas BSI.

 

Mengacu dokumen pengadaan barang/jasa, fasilitas itu akan dibangun di atas tanah seluas 4 are di Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng. BSI akan menampung sampah plastik dengan kapasitas sebanyak 3 ton per hari.

 

Menurutnya BSI dibentuk untuk mengurangi timbunan sampah. Selama ini di Tempat Penampungan Akhir (TPA) Bengkala, sampah yang masuk selalu tercampur. Antara sampah rumah tangga, sampah organik, maupun sampah plastik. Nantinya sampah plastik akan masuk ke BSI.

 

“Masyarakat bisa memilah sampahnya dari rumah. Nanti sampah plastik masuk ke bank sampah unit di masing-masing wilayah. Setelah itu bank sampah unit membawa ke BSI. Selanjutnya BSI yang mendistribusikan ke pengepul,” jelas Melandrat.

 

Ia menyatakan DLH telah menyusun standar operasional bagi BSI. Fasilitas itu hanya boleh menyimpan sampah plastik selama 2 hari. Apabila terlambat, maka pengelola dapat dikenakan sanksi. Selain itu keterlambatan distribusi dapat menyebabkan sampah meluber dan mengganggu masyarakat.

 

“Supaya sampah non organik bisa cepat diolah. Kalau pengepul mau membawa ke luar Buleleng ya silahkan. Yang jelas kami beri batas waktu penyimpanan selama 2 hari saja. Supaya tidak menumpuk, malah nanti menggangu,” tegasnya.

Dengan strategi tersebut, ia optimistis volume sampah yang masuk ke TPA Bengkala bisa berkurang. Sehingga dapat memperpanjang usia TPA. Diperkirakan volume sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang hingga 24 persen dari total volume sampah sebesar 135 ton per hari. (eps)



SINGARAJA– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng akan membangun Bank Sampah Induk (BSI). Fasilitas itu akan menampung sampah-sampah plastik. Sehingga pemilahan sampah bisa lebih optimal.

 

BSI diproyeksikan sebagai lokasi untuk menampung sampah-sampah plastik dari seluruh penjuru Buleleng. Selain itu BSI juga disiapkan sebagai fasilitator antara bank sampah unit dengan pengepul plastik daur ulang, sehingga sampah-sampah yang masuk memiliki nilai ekonomi.

 

Kepala DLH Buleleng Gede Melandrat mengatakan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan suntikan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 1,2 miliar. Dana itu diperuntukkan bagi pembangunan fasilitas BSI.

 

Mengacu dokumen pengadaan barang/jasa, fasilitas itu akan dibangun di atas tanah seluas 4 are di Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng. BSI akan menampung sampah plastik dengan kapasitas sebanyak 3 ton per hari.

 

Menurutnya BSI dibentuk untuk mengurangi timbunan sampah. Selama ini di Tempat Penampungan Akhir (TPA) Bengkala, sampah yang masuk selalu tercampur. Antara sampah rumah tangga, sampah organik, maupun sampah plastik. Nantinya sampah plastik akan masuk ke BSI.

 

“Masyarakat bisa memilah sampahnya dari rumah. Nanti sampah plastik masuk ke bank sampah unit di masing-masing wilayah. Setelah itu bank sampah unit membawa ke BSI. Selanjutnya BSI yang mendistribusikan ke pengepul,” jelas Melandrat.

 

Ia menyatakan DLH telah menyusun standar operasional bagi BSI. Fasilitas itu hanya boleh menyimpan sampah plastik selama 2 hari. Apabila terlambat, maka pengelola dapat dikenakan sanksi. Selain itu keterlambatan distribusi dapat menyebabkan sampah meluber dan mengganggu masyarakat.

 

“Supaya sampah non organik bisa cepat diolah. Kalau pengepul mau membawa ke luar Buleleng ya silahkan. Yang jelas kami beri batas waktu penyimpanan selama 2 hari saja. Supaya tidak menumpuk, malah nanti menggangu,” tegasnya.

Dengan strategi tersebut, ia optimistis volume sampah yang masuk ke TPA Bengkala bisa berkurang. Sehingga dapat memperpanjang usia TPA. Diperkirakan volume sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang hingga 24 persen dari total volume sampah sebesar 135 ton per hari. (eps)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/