alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Harumkan Nama Bali, Tiga Mahasiswi Undiksha Borong Medali

TIGA mahasiswi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja berhasil mengharumkan nama Bali dengan menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Ketiga mahasiswi ini berhasil merebut medali di ajang Kejuaraan Panahan IPB Archery Online 2021 yang digelar Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 27 Juni -18 Juli 2021 lalu. Seperti apa?

 

EKA PRASETYA, Singaraja

WAJAH sumringah terpancar dari raut ketiga mahasiswi Undiksha.

Mereka adalah Made Diah Karisma Karisma Utami, Luh Suwandewi Utami Nesa, dan Komang Jenika Puspayoni.

Sebelum meraih medali, ketiganya aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Panahan Undiksha.

Sedangkan saat kompetisi IPB Archery Online, mereka turun pada tiga divisi berbeda. Yakni compound, recurve, dan standard bow.

Pemanah Komang Jenika Puspayoni, berhasil meraih medali emas pada nomor individual compound umum putri. Nomor itu bisa dibilang sebagai nomor bergengsi pada ajang panahan putri.

Baca Juga:  Indomaret-Danone Indonesia Rehabilitasi SDN 5 Sepang

Saat ditemui Jawa Pos Radar Bali, Jenika mengaku mulai menggeluti olahraga panahan sejak masih duduk di bangku SMA.

Mengawali dari divisi standard bow, ia langsung naik kelas dan merasa nyaman pada divisi compound. Sejak 2019, mahasiswi jurusan S-1 Akuntansi itu langganan meraih medali emas pada kejuaraan provinsi.

Sedangkan Luh Suwandewi rekannya berhasil merebut medali perak pada divisi compound umum putri. Raihan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Suwandewi.

Sebab mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) itu akhirnya berhasil meraih prestasi pada kancah nasional.

Sedangkan Diah Karisma Utami berhasil meraih medali perunggu pada divisi recurve umum putri. Mahasiswi Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) itu menuturkan, seluruh tahapan lomba dilakukan secara daring.

Peserta melakukan kompetisi sendiri dan seluruh proses mulai dari mengambil anak panah, melepas anak panah, hingga capaian target sasaran, direkam lalu diunggah secara daring.

Baca Juga:  Buleleng Zona Merah, SKB CPNS di Undiksha Dilakukan Daring

Diah sendiri sudah menggeluti olahraga panahan sejak lama. Tepatnya sejak ia masih duduk di bangku kelas VI SD.

“Awalnya saya merasa biasa saja. Tetapi lama-kelamaan saya ingin menekuni olahraga ini dan akhirnya hingga sekarang,” ujar Diah.

Ia mengaku ingin lebih fokus pada olahraga panahan. Terlebih anggota keluarganya, yakni sang ayah dan paman, juga sempat menjadi atlet panahan.

“Karena dari panahan itu kita berlatih kesabaran dan ketenangan,” ungkap Diah.

Sementara itu, pembina UKM Panahan Undiksha, Dr. I Ketut Iwan Swadesi mengatakan, pihaknya selalu mendorong mahasiswa meraih prestasi.

“Memang pada masa pandemi ini tidak ada kejuaraan. Jadi ketika ada kejuaraan dengan sistem daring, kami langsung dorong mahasiswa mengikuti kompetisi ini. Kami juga bersyukur hasilnya sangat positif,” tukas Iwan.


TIGA mahasiswi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja berhasil mengharumkan nama Bali dengan menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Ketiga mahasiswi ini berhasil merebut medali di ajang Kejuaraan Panahan IPB Archery Online 2021 yang digelar Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 27 Juni -18 Juli 2021 lalu. Seperti apa?

 

EKA PRASETYA, Singaraja

WAJAH sumringah terpancar dari raut ketiga mahasiswi Undiksha.

Mereka adalah Made Diah Karisma Karisma Utami, Luh Suwandewi Utami Nesa, dan Komang Jenika Puspayoni.

Sebelum meraih medali, ketiganya aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Panahan Undiksha.

Sedangkan saat kompetisi IPB Archery Online, mereka turun pada tiga divisi berbeda. Yakni compound, recurve, dan standard bow.

Pemanah Komang Jenika Puspayoni, berhasil meraih medali emas pada nomor individual compound umum putri. Nomor itu bisa dibilang sebagai nomor bergengsi pada ajang panahan putri.

Baca Juga:  Protes Gelar Akademik, Mahasiswa Undiksha Bilang Mama Kecewa Papa

Saat ditemui Jawa Pos Radar Bali, Jenika mengaku mulai menggeluti olahraga panahan sejak masih duduk di bangku SMA.

Mengawali dari divisi standard bow, ia langsung naik kelas dan merasa nyaman pada divisi compound. Sejak 2019, mahasiswi jurusan S-1 Akuntansi itu langganan meraih medali emas pada kejuaraan provinsi.

Sedangkan Luh Suwandewi rekannya berhasil merebut medali perak pada divisi compound umum putri. Raihan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Suwandewi.

Sebab mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) itu akhirnya berhasil meraih prestasi pada kancah nasional.

Sedangkan Diah Karisma Utami berhasil meraih medali perunggu pada divisi recurve umum putri. Mahasiswi Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) itu menuturkan, seluruh tahapan lomba dilakukan secara daring.

Peserta melakukan kompetisi sendiri dan seluruh proses mulai dari mengambil anak panah, melepas anak panah, hingga capaian target sasaran, direkam lalu diunggah secara daring.

Baca Juga:  Panitia Usul Salat Idul Fitri di Ruang Terbuka

Diah sendiri sudah menggeluti olahraga panahan sejak lama. Tepatnya sejak ia masih duduk di bangku kelas VI SD.

“Awalnya saya merasa biasa saja. Tetapi lama-kelamaan saya ingin menekuni olahraga ini dan akhirnya hingga sekarang,” ujar Diah.

Ia mengaku ingin lebih fokus pada olahraga panahan. Terlebih anggota keluarganya, yakni sang ayah dan paman, juga sempat menjadi atlet panahan.

“Karena dari panahan itu kita berlatih kesabaran dan ketenangan,” ungkap Diah.

Sementara itu, pembina UKM Panahan Undiksha, Dr. I Ketut Iwan Swadesi mengatakan, pihaknya selalu mendorong mahasiswa meraih prestasi.

“Memang pada masa pandemi ini tidak ada kejuaraan. Jadi ketika ada kejuaraan dengan sistem daring, kami langsung dorong mahasiswa mengikuti kompetisi ini. Kami juga bersyukur hasilnya sangat positif,” tukas Iwan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/