30.4 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

Sempat Ngotot, Pedagang Pantai Penimbangan Bersedia Jualan di Plaza Kuliner

SINGARAJA– Upaya Dinas Pariwisata Buleleng melakukan pendekatan pada para pedagang di kawasan Pantai Penimbangan, Singaraja, akhirnya membuahkan hasil. Pedagang yang selama ini ngotot bertahan berjualan di badan jalan, kini bersedia masuk ke Plaza Kuliner yang dibangun pemerintah.

Tercatat ada 16 orang pedagang kaki lima yang bersedia berjualan di plaza kuliner. Mereka sebelumnya berjualan di sepanjang Jalan Pantai Segara Penimbangan, tepatnya dari Pura Segara Penimbangan hingga depan Krisna Beachstreet. Rencananya mereka akan berjualan di Plaza Kuliner mulai bulan depan.

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, pihaknya dan butuh waktu selama empat bulan untuk mendekati para pedagang. Hingga akhirnya pemerintah dan pedagang menemukan visi yang sama.

“Kami sudah satu visi dengan mereka. Paling penting kan pengunjung nyaman, dan omzet mereka juga naik. Kunci untuk kios juga sudah kami serahkan pada para pedagang. Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa berjualan,” kata Dody saat ditemui kemarin (24/11).

Baca Juga:  Unit Donor Darah akan Direlokasi Menjauh dari RSUD Buleleng

Menurutnya pedagang juga menetapkan syarat dan kondisi tertentu. Mereka meminta agar pemerintah bersikap tegas. Tak ada lagi pedagang bermotor, baik itu yang menggunakan sepeda motor maupun mobil, yang berjualan di Jalan Pantai Segara Penimbangan. Utamanya yang masuk wilayah Desa Baktiseraga.

Disamping itu areal parkir juga harus ditata dengan rapi. Sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan pantai, tanpa harus diganggu kendaraan yang parkir.

“Kami sudah koordinasi dengan desa dinas dan desa adat, supaya saling membantu menjaga agar kawasan ini steril dari pedagang bermotor. kalau sekadar lewat sah-sah saja, tapi tidak jualan di sana,” imbuhnya.

Untuk sementara waktu, para pedagang menempati kios tersebut dengan gratis. Sembari menanti proses appraisal nilai sewa yang dilakukan tim independen pada tahun 2023 mendatang. Rencananya pemungutan retribusi sewa kios baru akan dilakukan setelah pemerintah menerbitkan SK Bupati soal penetapan tarif sewa kios di plaza kuliner.

Baca Juga:  Diancam Orang Tak Dikenal, Motor Kadek Bisma Dibawa Kabur

Sekadar diketahui, sebenarnya ada 20 kios di area plaza kuliner. Namun hanya 16 unit kios yang diberikan pada para pedagang. Sementara empat unit lainnya akan dioptimalkan untuk pemasaran suvenir dan cindera mata. Selain kios, di areal plaza juga terdapat pusat informasi wisata, kantor pengelola, dan kantor Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista). (eka prasetya/radar bali)

 



SINGARAJA– Upaya Dinas Pariwisata Buleleng melakukan pendekatan pada para pedagang di kawasan Pantai Penimbangan, Singaraja, akhirnya membuahkan hasil. Pedagang yang selama ini ngotot bertahan berjualan di badan jalan, kini bersedia masuk ke Plaza Kuliner yang dibangun pemerintah.

Tercatat ada 16 orang pedagang kaki lima yang bersedia berjualan di plaza kuliner. Mereka sebelumnya berjualan di sepanjang Jalan Pantai Segara Penimbangan, tepatnya dari Pura Segara Penimbangan hingga depan Krisna Beachstreet. Rencananya mereka akan berjualan di Plaza Kuliner mulai bulan depan.

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, pihaknya dan butuh waktu selama empat bulan untuk mendekati para pedagang. Hingga akhirnya pemerintah dan pedagang menemukan visi yang sama.

“Kami sudah satu visi dengan mereka. Paling penting kan pengunjung nyaman, dan omzet mereka juga naik. Kunci untuk kios juga sudah kami serahkan pada para pedagang. Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa berjualan,” kata Dody saat ditemui kemarin (24/11).

Baca Juga:  Diancam Orang Tak Dikenal, Motor Kadek Bisma Dibawa Kabur

Menurutnya pedagang juga menetapkan syarat dan kondisi tertentu. Mereka meminta agar pemerintah bersikap tegas. Tak ada lagi pedagang bermotor, baik itu yang menggunakan sepeda motor maupun mobil, yang berjualan di Jalan Pantai Segara Penimbangan. Utamanya yang masuk wilayah Desa Baktiseraga.

Disamping itu areal parkir juga harus ditata dengan rapi. Sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan pantai, tanpa harus diganggu kendaraan yang parkir.

“Kami sudah koordinasi dengan desa dinas dan desa adat, supaya saling membantu menjaga agar kawasan ini steril dari pedagang bermotor. kalau sekadar lewat sah-sah saja, tapi tidak jualan di sana,” imbuhnya.

Untuk sementara waktu, para pedagang menempati kios tersebut dengan gratis. Sembari menanti proses appraisal nilai sewa yang dilakukan tim independen pada tahun 2023 mendatang. Rencananya pemungutan retribusi sewa kios baru akan dilakukan setelah pemerintah menerbitkan SK Bupati soal penetapan tarif sewa kios di plaza kuliner.

Baca Juga:  Pedagang Terminal Wangaya Tetap Digusur, Relokasi di Eks Tiara Grosir

Sekadar diketahui, sebenarnya ada 20 kios di area plaza kuliner. Namun hanya 16 unit kios yang diberikan pada para pedagang. Sementara empat unit lainnya akan dioptimalkan untuk pemasaran suvenir dan cindera mata. Selain kios, di areal plaza juga terdapat pusat informasi wisata, kantor pengelola, dan kantor Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista). (eka prasetya/radar bali)

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/