alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Jambret Merajalela di Buleleng, Sehari Ada Tiga Penjambretan

SINGARAJA, radarbali.id – Warga Buleleng kini harus ekstra hati-hati. Sebab peristiwa jambret tengah merajalela. Dalam sehari, ada tiga peristiwa penjambretan yang terjadi. Seluruhnya terjadi di sepanjang Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk. Mulai dari wilayah Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, hingga wilayah Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak.

Peristiwa pertama terjadi pada pukul 13.15, Senin (25/4) siang. Kadek Evi Novitariyani, 20, warga Desa Lokapaksa menjadi korban jambret saat melintas di Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk, tepatnya di wilayah Desa Banjarasem. Sebuah tas yang berisi ponsel dan uang tunai sebanyak Rp 1 juta digondol jambret.

Peristiwa kedua terjadi pada pukul 16.30 di wilayah Desa Banyupoh. Nur Asinah, 42, warga Desa Penyabangan, juga jadi korban jambret saat tengah berkendara di ruas Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk. Ia dipepet seorang pengendara motor dari arah kiri. Tas selempang yang ia bawa diambil jambret. Dampaknya uang tunai sebanyak Rp 650 ribu dan sejumlah dokumen berharga raib.

Terakhir, peristiwa jambret terjadi pada pukul 19.30. Kali ini korbannya Kadek Dwi Oktaviana, 27, warga Desa Gerokgak. Dia dijambret saat melintas di wilayah Desa Patas. Akibatnya ia kehilangan sebuah tas yang digantung di motor. Tas itu hanya berisi pakaian.

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya yang dikonfirmasi, tak menampik hal tersebut. Menurutnya seluruh peristiwa telah ditindaklanjuti polisi. Tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Seririt, Unit Reskrim Polsek Gerokgak, dan Satuan Reskrim Polres Buleleng tengah menyelidiki laporan tersebut.

Ia pun meminta agar masyarakat segera melapor pada pihak kepolisian apabila menjadi korban jambret. “Laporan bisa disampaikan ke polsek terdekat atau disampaikan pada Bhabinkamtibmas di desanya. Sehingga segera ditindaklanjuti,” kata Sumarjaya.

Polisi pun mengimbau agar masyarakat lebih waspada saat berkendara. “Apabila jadi korban jambret, segera berteriak meminta pertolongan. diusahakan mengingat ciri-ciri pelaku. Baik itu ciri tubuh, ciri kendaraan, atau nomor polisi kendaraan. Sehingga memudahkan identifikasi. Saat ini tim sedang menindaklanjuti laporan tersebut,” tegas Sumarjaya.



SINGARAJA, radarbali.id – Warga Buleleng kini harus ekstra hati-hati. Sebab peristiwa jambret tengah merajalela. Dalam sehari, ada tiga peristiwa penjambretan yang terjadi. Seluruhnya terjadi di sepanjang Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk. Mulai dari wilayah Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, hingga wilayah Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak.

Peristiwa pertama terjadi pada pukul 13.15, Senin (25/4) siang. Kadek Evi Novitariyani, 20, warga Desa Lokapaksa menjadi korban jambret saat melintas di Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk, tepatnya di wilayah Desa Banjarasem. Sebuah tas yang berisi ponsel dan uang tunai sebanyak Rp 1 juta digondol jambret.

Peristiwa kedua terjadi pada pukul 16.30 di wilayah Desa Banyupoh. Nur Asinah, 42, warga Desa Penyabangan, juga jadi korban jambret saat tengah berkendara di ruas Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk. Ia dipepet seorang pengendara motor dari arah kiri. Tas selempang yang ia bawa diambil jambret. Dampaknya uang tunai sebanyak Rp 650 ribu dan sejumlah dokumen berharga raib.

Terakhir, peristiwa jambret terjadi pada pukul 19.30. Kali ini korbannya Kadek Dwi Oktaviana, 27, warga Desa Gerokgak. Dia dijambret saat melintas di wilayah Desa Patas. Akibatnya ia kehilangan sebuah tas yang digantung di motor. Tas itu hanya berisi pakaian.

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya yang dikonfirmasi, tak menampik hal tersebut. Menurutnya seluruh peristiwa telah ditindaklanjuti polisi. Tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Seririt, Unit Reskrim Polsek Gerokgak, dan Satuan Reskrim Polres Buleleng tengah menyelidiki laporan tersebut.

Ia pun meminta agar masyarakat segera melapor pada pihak kepolisian apabila menjadi korban jambret. “Laporan bisa disampaikan ke polsek terdekat atau disampaikan pada Bhabinkamtibmas di desanya. Sehingga segera ditindaklanjuti,” kata Sumarjaya.

Polisi pun mengimbau agar masyarakat lebih waspada saat berkendara. “Apabila jadi korban jambret, segera berteriak meminta pertolongan. diusahakan mengingat ciri-ciri pelaku. Baik itu ciri tubuh, ciri kendaraan, atau nomor polisi kendaraan. Sehingga memudahkan identifikasi. Saat ini tim sedang menindaklanjuti laporan tersebut,” tegas Sumarjaya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/