alexametrics
28.7 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Tiga Bulan Lagi Lengser, Bupati Agus Suradnyana Masih Ambisi Bangun Stadion

SINGARAJA, radarbali.id Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana masih menyimpan ambisi. Yakni membangun sebuah stadion di Kelurahan Banyuasri. Ambisi itu tetap ia sampaikan pada publik, meski peluang mewujudkan hal itu sangat kecil lantaran tiga bulan lagi lengser.

Hal itu diungkapkan Agus Suradnyana saat membuka Kejuaraan Futsal tingkat SMA/SMK se-Bali di GOR Bhuana Patra Singaraja, Kamis (26/5) pagi.

Agus mengungkapkan, dirinya sangat menginginkan Buleleng memiliki sebuah stadion dengan standar nasional. Mirip dengan Stadion Dipta di Kabupaten Gianyar. Sehingga masyarakat memiliki stadion sepak bola yang lebih representatif. Apalagi Stadion Mayor Metra sudah dianggap tidak layak jadi lokasi pertandingan tingkat nasional.

Menurutnya Pemkab Buleleng kini memiliki lahan seluas 2 hektare yang dapat digunakan sebagai stadion sepak bola. Namun ada kendala besar. Masalahnya tidak ada akses jalan menuju lokasi tersebut. Satu-satunya cara adalah berjalan kaki menyusuri pematang sawah di sekitar Jalan Werdapurana, Kelurahan Banyuasri.

“Saya sudah pendekatan dengan pemilik lahan di pinggir Jalan Ahmad Yani. Saya sudah rayu selama 7 tahun, akhirnya beliau mau melepas. Jadi nanti ada akses jalan. Saya punya obsesi lahan itu dijadikan stadion yang megah, minimal seperti Stadion Dipta. Saya titipkan hal ini pada bupati yang baru,” kata Agus.

Sayangnya Agus enggan menjelaskan lebih detil wacana tersebut. Ia meminta wartawan mengonfirmasi hal itu pada Sekkab Buleleng, Gede Suyasa.

Terpisah, Sekkab Suyasa mengungkapkan pemerintah tengah merancang program pembebasan lahan. Sehingga tanah yang ada di tepi Jalan Ahmad Yani, bisa digunakan sebagai akses jalan.

“Nanti dari Jalan Lingga tinggal lurus ke selatan, sudah sampai di lahan pemda. Tinggal dihubungkan dengan jembatan,” kata Suyasa.

Namun untuk membuat sebuah stadion yang representatif, dibutuhkan lahan yang lebih luas. Dari rancangan, dibutuhkan lahan minimal 4 hektare untuk membangun sebuah stadion sepak bola. Sebab pemerintah harus menghitung ketersediaan lahan untuk parkir kendaraan.

“Perlu ditambah lagi 2 hektare. Kalau sudah 4 hektare, cukup untuk satu stadion. Tentu hal ini akan kami kaji. Apakah representative, apakah anggarannya cukup. Ini akan dianalisa sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” kata Suyasa. (eps)



SINGARAJA, radarbali.id Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana masih menyimpan ambisi. Yakni membangun sebuah stadion di Kelurahan Banyuasri. Ambisi itu tetap ia sampaikan pada publik, meski peluang mewujudkan hal itu sangat kecil lantaran tiga bulan lagi lengser.

Hal itu diungkapkan Agus Suradnyana saat membuka Kejuaraan Futsal tingkat SMA/SMK se-Bali di GOR Bhuana Patra Singaraja, Kamis (26/5) pagi.

Agus mengungkapkan, dirinya sangat menginginkan Buleleng memiliki sebuah stadion dengan standar nasional. Mirip dengan Stadion Dipta di Kabupaten Gianyar. Sehingga masyarakat memiliki stadion sepak bola yang lebih representatif. Apalagi Stadion Mayor Metra sudah dianggap tidak layak jadi lokasi pertandingan tingkat nasional.

Menurutnya Pemkab Buleleng kini memiliki lahan seluas 2 hektare yang dapat digunakan sebagai stadion sepak bola. Namun ada kendala besar. Masalahnya tidak ada akses jalan menuju lokasi tersebut. Satu-satunya cara adalah berjalan kaki menyusuri pematang sawah di sekitar Jalan Werdapurana, Kelurahan Banyuasri.

“Saya sudah pendekatan dengan pemilik lahan di pinggir Jalan Ahmad Yani. Saya sudah rayu selama 7 tahun, akhirnya beliau mau melepas. Jadi nanti ada akses jalan. Saya punya obsesi lahan itu dijadikan stadion yang megah, minimal seperti Stadion Dipta. Saya titipkan hal ini pada bupati yang baru,” kata Agus.

Sayangnya Agus enggan menjelaskan lebih detil wacana tersebut. Ia meminta wartawan mengonfirmasi hal itu pada Sekkab Buleleng, Gede Suyasa.

Terpisah, Sekkab Suyasa mengungkapkan pemerintah tengah merancang program pembebasan lahan. Sehingga tanah yang ada di tepi Jalan Ahmad Yani, bisa digunakan sebagai akses jalan.

“Nanti dari Jalan Lingga tinggal lurus ke selatan, sudah sampai di lahan pemda. Tinggal dihubungkan dengan jembatan,” kata Suyasa.

Namun untuk membuat sebuah stadion yang representatif, dibutuhkan lahan yang lebih luas. Dari rancangan, dibutuhkan lahan minimal 4 hektare untuk membangun sebuah stadion sepak bola. Sebab pemerintah harus menghitung ketersediaan lahan untuk parkir kendaraan.

“Perlu ditambah lagi 2 hektare. Kalau sudah 4 hektare, cukup untuk satu stadion. Tentu hal ini akan kami kaji. Apakah representative, apakah anggarannya cukup. Ini akan dianalisa sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” kata Suyasa. (eps)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/