alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Anjing Gigit 5 Orang di Busungbiu, Korban Dibawa ke Puskesmas dan RS Sanglah

SINGARAJA – Seekor anjing mengamuk di Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali, Selasa (31/5/2022). Anjing liar itu menggigit 5 orang warga hingga mengalami luka robek. Salah seorang di antaranya harus dirujuk ke RS Sanglah Denpasar karena mengalami luka pada bagian kepala.

Insiden itu terjadi pada pukul 07.00 Wita. Warga yang sedang berjalan di tepi jalan raya mendadak digigit oleh anjing yang berwarna krem. Dampaknya warga mengalami luka robek pada bagian tangan dan kaki.

Lima orang yang mengalami luka gigitan adalah Wayan Guat, Made Sinteg, Luh Indrawati, Ketut Kulini, dan Luh Merta. Para korban dilarikan ke Puskesmas Buleleng I untuk perawatan luka. Mereka selanjutnya dirujuk ke Puskesmas Buleleng II untuk mendapatkan vaksin.

Khusus Luh Merta, sempat dirujuk ke RSUD Tangguwisia. Karena lukanya terbilang parah. Dia mengalami luka gigitan pada telinga, mulut, serta pelipis.

“Mertua saya habis jualan daun. Kemudian ketemu anjing itu. Mertua saya dikejar dan (anjing) langsung gigit mertua saya,” kata Ketut Susantini, menantu dari Luh Merta.

Karena lukanya parah dan gigitan pada bagian kepala, Luh Merta harus dirujuk ke RS Sanglah Denpasar.

Perbekel Busungbiu, Nyoman Suartama mengungkapkan, peristiwa itu cukup menggelisahkan warga. Menurutnya peristiwa serupa sempat terjadi sebulan lalu. Ketika itu 5 orang warga juga digigit anjing liar. Setelah dilakukan uji sampel, ternyata anjing itu dinyatakan positif rabies.

“Syukurnya kan waktu itu cepat tertangani. Mereka langsung dapat vaksin anti-rabies,” kata Suartama.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Buleleng dr. Sucipto mengatakan, terkait kasus gigitan di Desa Busungbiu, pihaknya telah melakukan penanganan terkait hal itu.

“Khusus yang kena gigitan di kepala, kami sudah ajukan permintaan SAR (Serum Anti Rabies, Red) ke Dinkes Bali. Karena SAR hanya ada di provinsi. Ini tergolong kasus extra ordinary,” imbuhnya.

Dia pun menghimbau agar masyarakat lebih bertanggungjawab dalam memelihara hewan penyebar rabies. Utamanya anjing. Hewan tersebut harus diikat atau dikandangkan. Apabila mengalami gigitan, warga diminta mencuci luka dengan air mengalir dan sabun, serta diberi antiseptik. Setiap kasus gigitan juga harus dilaporkan ke rabies centre agar cepat mendapat penanganan. (eps)



SINGARAJA – Seekor anjing mengamuk di Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali, Selasa (31/5/2022). Anjing liar itu menggigit 5 orang warga hingga mengalami luka robek. Salah seorang di antaranya harus dirujuk ke RS Sanglah Denpasar karena mengalami luka pada bagian kepala.

Insiden itu terjadi pada pukul 07.00 Wita. Warga yang sedang berjalan di tepi jalan raya mendadak digigit oleh anjing yang berwarna krem. Dampaknya warga mengalami luka robek pada bagian tangan dan kaki.

Lima orang yang mengalami luka gigitan adalah Wayan Guat, Made Sinteg, Luh Indrawati, Ketut Kulini, dan Luh Merta. Para korban dilarikan ke Puskesmas Buleleng I untuk perawatan luka. Mereka selanjutnya dirujuk ke Puskesmas Buleleng II untuk mendapatkan vaksin.

Khusus Luh Merta, sempat dirujuk ke RSUD Tangguwisia. Karena lukanya terbilang parah. Dia mengalami luka gigitan pada telinga, mulut, serta pelipis.

“Mertua saya habis jualan daun. Kemudian ketemu anjing itu. Mertua saya dikejar dan (anjing) langsung gigit mertua saya,” kata Ketut Susantini, menantu dari Luh Merta.

Karena lukanya parah dan gigitan pada bagian kepala, Luh Merta harus dirujuk ke RS Sanglah Denpasar.

Perbekel Busungbiu, Nyoman Suartama mengungkapkan, peristiwa itu cukup menggelisahkan warga. Menurutnya peristiwa serupa sempat terjadi sebulan lalu. Ketika itu 5 orang warga juga digigit anjing liar. Setelah dilakukan uji sampel, ternyata anjing itu dinyatakan positif rabies.

“Syukurnya kan waktu itu cepat tertangani. Mereka langsung dapat vaksin anti-rabies,” kata Suartama.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Buleleng dr. Sucipto mengatakan, terkait kasus gigitan di Desa Busungbiu, pihaknya telah melakukan penanganan terkait hal itu.

“Khusus yang kena gigitan di kepala, kami sudah ajukan permintaan SAR (Serum Anti Rabies, Red) ke Dinkes Bali. Karena SAR hanya ada di provinsi. Ini tergolong kasus extra ordinary,” imbuhnya.

Dia pun menghimbau agar masyarakat lebih bertanggungjawab dalam memelihara hewan penyebar rabies. Utamanya anjing. Hewan tersebut harus diikat atau dikandangkan. Apabila mengalami gigitan, warga diminta mencuci luka dengan air mengalir dan sabun, serta diberi antiseptik. Setiap kasus gigitan juga harus dilaporkan ke rabies centre agar cepat mendapat penanganan. (eps)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/