30.4 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

Dorong anak Muda Jembrana Jadi wirausaha Bupati Tamba Buka Pelatihan Tenun Cag-Cag

NEGARA, Radar Bali – Bupati Jembrana I Nengah Tamba membuka pelatihan Program Pendidikan Kecakapan (PKW) Pelatihan Menenun Cag-Cag (Songket) di Kabupaten Jembrana Tahun 2022. Pelatihan  bertempat di Gedung Kesenian Ir. Soekarno Lantai II, Senin (3/10).

Adapun yang disasar dalam pelatihan ini, generasi muda Jembrana dengan rentang usia  anak usia sekolah atau lulus tetapi tidak melanjutkan dan belum mendapatkan pekerjaan dengan rentang usia antara 15 sampai dengan 25 tahun.

Selanjutnya, mereka akan dilatih untuk meregenerasi pengerajin tenun serta meningkatkan produksi dan kualitas tenun tradisional serta mampu berwirausaha.

Bupati Tamba mengatakan sangat mendukung pelaksanaan pelatihan usaha Tenun. Langkah itu menurutnya, sejalan dengan upaya pemerintah daerah membangun  tenun Jembrana dari hulu ke hilir. “Saya  mendukung  program PKW Pelatihan Tenun Cag-Cag karena kita sudah siapkan dari hulu ke hilir. Sektor hulu kita sudah bangun rumah tenun Kabupaten Jembrana dari bantuan pemerintah pusat yang  rampung pada bulan Desember nanti. Kemudian hilirnya,  anak-anak ini yang tengah kita persiapkan.  Tidak hanya disini saja, di kantong kantong desapun kita sudah siapkan,” ucapnya.

Baca Juga:  Gemilang ! MAN 3 Jembrana Raih Medali Robotic Tingkat Nasional

Bupati Tamba menginginkan lebih banyak lagi industri rumah tangga guna menunjang kebutuhan tenun di Kabupaten Jembrana. “Pada saat nanti rumah tenun itu dibuka kita membutuhkan hasil tenun baik itu songket maupun endek itu mungkin tidak sedikit. Akan banyak sekali yang kita butuhkan. Kita butuh banyak industri industri rumah tangga yang harus ditumbuh kembangkan di desa desa kita,” imbuhnya.

Melalui Program PKW Pelatihan Menenun Cag-Ca,g Bupati Tamba berharap mampu membangkitkan kembali gairah para perajin tenun untuk mengembangkan usaha tenunnya menuju masa kejayaan.

“Tentunya hal ini akan berdampak pada perekonomian di Kabupaten Jembrana yang sedikit demi sedikit akan mulai menggeliat sesuai dengan Visi Misi kami untuk mewujudkan Masyarakat Jembrana Bahagia Berlandaskan Tri Hita Karana,” harap Bupati Tamba.

Sementara Ketua Dekranasda Kabupaten Jembrana Ny. Candrawati Tamba mengatakan terselenggaranya  Pelatihan Menenun Cag-Cag melalui Program PKW .

Diharapkan, setelah dilatih peserta akan memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan menenun cag- cag. Mereka juga mendapat  modal usaha berupa alat tenun Cag- Cag dan benang sebagai bekal untuk merintis berkontribusi dalam usaha sendiri dan kreatifitas untuk mengolah tenun.

Baca Juga:  Rutan Negara Overload Dua Kali Lipat, Warga Binaan Tidur Berdesakan

Pihaknya juga mengatakan para peserta pelatihan yang merupakan generasi muda Jembrana agar lebih kreatif lagi dalam mengolah tenun agar memiliki nilai jual yang tinggi.

“Tenun tidak hanya menjadi fashion, tapi juga bisa diolah menjadi produk lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga. Melalui Program PKW ini kita ciptakan wirausaha muda Jembrana guna mewujudkan Jembrana Emas Tahun 2026,” ujarnya.

Dilain sisi ketua panitia pelatihan menenun cag-cag I Komang Agus Adinata mengatakan pelatihan diselenggaraka selama 40 hari ,dari senin 3 oktober sampai dengan 18 November . Pelatihan diikuti  sebanyak 62 orang  peserta dan dilaksanakan dalam 2 sesi.

“Terdapat 2 sesi dalam pelatihan ini, sesi pembelajaran teori kewirausahaan dilaksanakan di gedung kesenian Ir. Soekarno. Untuk sesi pembelajaran keterampilan menenun dilaksanakan di 3 (tiga) lokasi yang berbeda diantaranya Sentra Tenun Sangkaragung, Kelompok Tenun Putri Mas dan Kelompok Tenun Kembar Sari,” pungkasnya. (bas/mar)



NEGARA, Radar Bali – Bupati Jembrana I Nengah Tamba membuka pelatihan Program Pendidikan Kecakapan (PKW) Pelatihan Menenun Cag-Cag (Songket) di Kabupaten Jembrana Tahun 2022. Pelatihan  bertempat di Gedung Kesenian Ir. Soekarno Lantai II, Senin (3/10).

Adapun yang disasar dalam pelatihan ini, generasi muda Jembrana dengan rentang usia  anak usia sekolah atau lulus tetapi tidak melanjutkan dan belum mendapatkan pekerjaan dengan rentang usia antara 15 sampai dengan 25 tahun.

Selanjutnya, mereka akan dilatih untuk meregenerasi pengerajin tenun serta meningkatkan produksi dan kualitas tenun tradisional serta mampu berwirausaha.

Bupati Tamba mengatakan sangat mendukung pelaksanaan pelatihan usaha Tenun. Langkah itu menurutnya, sejalan dengan upaya pemerintah daerah membangun  tenun Jembrana dari hulu ke hilir. “Saya  mendukung  program PKW Pelatihan Tenun Cag-Cag karena kita sudah siapkan dari hulu ke hilir. Sektor hulu kita sudah bangun rumah tenun Kabupaten Jembrana dari bantuan pemerintah pusat yang  rampung pada bulan Desember nanti. Kemudian hilirnya,  anak-anak ini yang tengah kita persiapkan.  Tidak hanya disini saja, di kantong kantong desapun kita sudah siapkan,” ucapnya.

Baca Juga:  Liga Jembrana Nyaris Ricuh, Pemain Dikejar hingga Ruang Ganti

Bupati Tamba menginginkan lebih banyak lagi industri rumah tangga guna menunjang kebutuhan tenun di Kabupaten Jembrana. “Pada saat nanti rumah tenun itu dibuka kita membutuhkan hasil tenun baik itu songket maupun endek itu mungkin tidak sedikit. Akan banyak sekali yang kita butuhkan. Kita butuh banyak industri industri rumah tangga yang harus ditumbuh kembangkan di desa desa kita,” imbuhnya.

Melalui Program PKW Pelatihan Menenun Cag-Ca,g Bupati Tamba berharap mampu membangkitkan kembali gairah para perajin tenun untuk mengembangkan usaha tenunnya menuju masa kejayaan.

“Tentunya hal ini akan berdampak pada perekonomian di Kabupaten Jembrana yang sedikit demi sedikit akan mulai menggeliat sesuai dengan Visi Misi kami untuk mewujudkan Masyarakat Jembrana Bahagia Berlandaskan Tri Hita Karana,” harap Bupati Tamba.

Sementara Ketua Dekranasda Kabupaten Jembrana Ny. Candrawati Tamba mengatakan terselenggaranya  Pelatihan Menenun Cag-Cag melalui Program PKW .

Diharapkan, setelah dilatih peserta akan memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan menenun cag- cag. Mereka juga mendapat  modal usaha berupa alat tenun Cag- Cag dan benang sebagai bekal untuk merintis berkontribusi dalam usaha sendiri dan kreatifitas untuk mengolah tenun.

Baca Juga:  Cegah Pekerja Migran Bermasalah, Mitigasi Penyalur Diperkuat

Pihaknya juga mengatakan para peserta pelatihan yang merupakan generasi muda Jembrana agar lebih kreatif lagi dalam mengolah tenun agar memiliki nilai jual yang tinggi.

“Tenun tidak hanya menjadi fashion, tapi juga bisa diolah menjadi produk lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga. Melalui Program PKW ini kita ciptakan wirausaha muda Jembrana guna mewujudkan Jembrana Emas Tahun 2026,” ujarnya.

Dilain sisi ketua panitia pelatihan menenun cag-cag I Komang Agus Adinata mengatakan pelatihan diselenggaraka selama 40 hari ,dari senin 3 oktober sampai dengan 18 November . Pelatihan diikuti  sebanyak 62 orang  peserta dan dilaksanakan dalam 2 sesi.

“Terdapat 2 sesi dalam pelatihan ini, sesi pembelajaran teori kewirausahaan dilaksanakan di gedung kesenian Ir. Soekarno. Untuk sesi pembelajaran keterampilan menenun dilaksanakan di 3 (tiga) lokasi yang berbeda diantaranya Sentra Tenun Sangkaragung, Kelompok Tenun Putri Mas dan Kelompok Tenun Kembar Sari,” pungkasnya. (bas/mar)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/