30.4 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

Mayat Mr. X yang Ditemukan Mengapung Akhirnya Dikubur, Teridentifikasi Ras Mongoloid

NEGARA –  Mayat Mr. X yang ditemukan nelayan di perairan Desa Yehembang oleh nelayan Desa Pengambengan, akhirnya dikubur di pemakaman umum Kelurahan Loloan Timur, Senin (3/10). Mayat yang teridentifikasi dari ras mongoloid tersebut dipastikan tidak ada tanda kekerasan.

Mayat dikubur melibatkan pengurus malam, kepolisian, RSU Negara dan Dinas Sosial Jembrana. Mayat korban dikubur setelah sebulan dititipkan di kamar mayat RSU Negara.  “Sampai mayat dikubur saat ini, kami belum menerima laporan dari warga dan masyarakat yang merasa kehilangan keluarga,” kata Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Muhammad Reza Pranata, usai penguburan, Senin (3/10).

Menurutnya, upaya yang sudah dilakukan, sejak penemuan mayat sudah koordinasi dengan jajaran polres di Bali, termasuk Polresta Banyuwangi. Bahkan koordinasi dengan imigrasi, serta menyebarkan infomasi mengenai mayat Mr.X mulai dari data-data korban, mulai dari ciri-ciri pada mayat.

Baca Juga:  Sopir Travel Ugal-ugalan yang Tewaskan Penumpang Ditetapkan jadi Tersangka

Dari hasil otopsi resmi belum diterima, namun dari hasil pemeriksaan memang tidak ada tanda -tanda kekerasan. Mayat juga teridentifikasi ras mongoloid, artinya ras Asia. “Artinya bisa lokal, bisa luar (WNA),” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, nelayan dari Desa Pengambengan, menemukan mayat di tengah laut saat mencari ikan, Rabu (7/9) lalu. Mayat ditemukan kondisinya sudah membusuk dan tanpa identitas tengah laut perairan selatan Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo. Mayat dibawa ke PPN Pengambengan untuk dievakuasi ke RSU Negara.

Dari hasil identifikasi, mayat belum diketahui identitasnya. Dipastikan jenis kelamin laki-laki dengan panjang sekitar 170 centimeter. Mayat sudah ada tanda -tanda pembusukan. Diduga mayat sudah meninggal lebih dari dua hari.

Karena kondisi mayat, kulit tulang tengkorak sudah mengelupas, kedua bola mata, hidung dan daun telinga sudah tidak ada. Kulit dan otot pada tangan sudah mengelupas, tampak tulang-tulang jari yang patah pada jari pertama hingga kelima tangan kiri dan kanan. Tampak tulang kering pada kaki kiri dan kanan dnegan kulit dan otot disekitar sudah mengelupas.

Baca Juga:  Diduga Terlilit Utang, Ibu Rumah Tangga Bunuh Diri

Ciri -ciri lainnya, jenazah memakai celana pendek warna hitam, merk “reebok” ukuran S. Baju sweater warna abu-abu lengan panjang, berbahan wool, merk XX VAIKI, tanpa ukuran.

Dari pemeriksaan pada mayat, identifikasi khusus terdapat 3 gigi palsu, pada geraham ke- 2 rahang atas kanan, pada geraham ke -2 rahang bawah kanan, ketiga pada geraham ke- 2 rahang bawah kiri. Terdapat tato pada leher hingga ke dada dan tato pada kedua bahu kanan dan kiri. Mayat masih dititip di kamar jenazah RSu Negara. (m basir)

 

 



NEGARA –  Mayat Mr. X yang ditemukan nelayan di perairan Desa Yehembang oleh nelayan Desa Pengambengan, akhirnya dikubur di pemakaman umum Kelurahan Loloan Timur, Senin (3/10). Mayat yang teridentifikasi dari ras mongoloid tersebut dipastikan tidak ada tanda kekerasan.

Mayat dikubur melibatkan pengurus malam, kepolisian, RSU Negara dan Dinas Sosial Jembrana. Mayat korban dikubur setelah sebulan dititipkan di kamar mayat RSU Negara.  “Sampai mayat dikubur saat ini, kami belum menerima laporan dari warga dan masyarakat yang merasa kehilangan keluarga,” kata Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Muhammad Reza Pranata, usai penguburan, Senin (3/10).

Menurutnya, upaya yang sudah dilakukan, sejak penemuan mayat sudah koordinasi dengan jajaran polres di Bali, termasuk Polresta Banyuwangi. Bahkan koordinasi dengan imigrasi, serta menyebarkan infomasi mengenai mayat Mr.X mulai dari data-data korban, mulai dari ciri-ciri pada mayat.

Baca Juga:  BBM Naik, Pengusaha Tempe Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai yang Ikut Melonjak

Dari hasil otopsi resmi belum diterima, namun dari hasil pemeriksaan memang tidak ada tanda -tanda kekerasan. Mayat juga teridentifikasi ras mongoloid, artinya ras Asia. “Artinya bisa lokal, bisa luar (WNA),” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, nelayan dari Desa Pengambengan, menemukan mayat di tengah laut saat mencari ikan, Rabu (7/9) lalu. Mayat ditemukan kondisinya sudah membusuk dan tanpa identitas tengah laut perairan selatan Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo. Mayat dibawa ke PPN Pengambengan untuk dievakuasi ke RSU Negara.

Dari hasil identifikasi, mayat belum diketahui identitasnya. Dipastikan jenis kelamin laki-laki dengan panjang sekitar 170 centimeter. Mayat sudah ada tanda -tanda pembusukan. Diduga mayat sudah meninggal lebih dari dua hari.

Karena kondisi mayat, kulit tulang tengkorak sudah mengelupas, kedua bola mata, hidung dan daun telinga sudah tidak ada. Kulit dan otot pada tangan sudah mengelupas, tampak tulang-tulang jari yang patah pada jari pertama hingga kelima tangan kiri dan kanan. Tampak tulang kering pada kaki kiri dan kanan dnegan kulit dan otot disekitar sudah mengelupas.

Baca Juga:  Hilang di Perairan Pengambengan, Ayah Korban Ungkap Fakta Mengharukan

Ciri -ciri lainnya, jenazah memakai celana pendek warna hitam, merk “reebok” ukuran S. Baju sweater warna abu-abu lengan panjang, berbahan wool, merk XX VAIKI, tanpa ukuran.

Dari pemeriksaan pada mayat, identifikasi khusus terdapat 3 gigi palsu, pada geraham ke- 2 rahang atas kanan, pada geraham ke -2 rahang bawah kanan, ketiga pada geraham ke- 2 rahang bawah kiri. Terdapat tato pada leher hingga ke dada dan tato pada kedua bahu kanan dan kiri. Mayat masih dititip di kamar jenazah RSu Negara. (m basir)

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/