alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Bupati Tamba Dorong Potensi UMKM Perikanan dan Kelautan Jembrana

NEGARA, radarbali.id – Bupati Jembrana I Nengah Tamba mendampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono membuka Rapat Koordinasi dan Rapat Kerja Teknis Potensi Maritim (Potmar). Rakor diikuti jajaran petinggi TNI AL, Danlanal se- Indonesia  bertempat di kawasan Indonesian Naval Aquagriculture Program (INAP) II di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Rabu (11/5).

Kegiatan  juga dirangkai dengan penebaran benih Udang Vaname di INAP II Desa Pengambengan dan panen Udang Vaname di INAP I berlokasi di Desa Banyubiru Kecamatan Negara.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengungkapkan kebahagiaannya karena Kabupaten Jembrana dipilih sebagai lokasi Rakor dan Rakernis Potmar dan pelaksanaan Indonesian Naval Aquagriculture Program (INAP) yang merupakan salah satu kluster dalam program Kampung Bahari Nusantara (KBN) .Tujuan program ini untuk menyejahterakan masyarakat pesisir.

Program INAP ini selaras dengan salah satu program TNI AL yaitu pembinaan Potensi Maritim (Potmar). “Pertama, suatu kebahagiaan Jembrana dipilih mendapat hal-hal yang spektakuler, INAP itu pertama ada di Indonesia dan  dimulai di Jembrana dan disini dikembangkan INAP I, II dan III. Kedua, Rakor yang dilakukan TNI Angkatan Laut dalam sejarah belum pernah diadakan di kabupaten dan ini yang pertama kalinya dilaksanakan di Jembrana,” ungkapnya.

Bupati menyebut akan berdampak positif kepada Jembrana terutama dalam program INAP. “Kami sudah merasakan manfaatnya. 300 orang tenaga kerja sudah diserap dalam proses pembangunan INAP, dan ada 60 orang yang bekerja di setiap INAP,” ujarnya.

Bupati akan mendorong pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam pengolahan hasil budidaya udang vaname dari program INAP yang merupakan program strategis TNI AL. “Kita akan  menumbuhkan UMKM, saya sudah berdiskusi dengan Bapak Kasal, nantinya udang vaname yang mungkin ukurannya kecil-kecil itu bisa diolah oleh UMKM misalnya untuk dijadikan kerupuk udang, terasi, bakso atau olahan udang lainnya. Ini akan bermanfaat secara sosial untuk masyarakat Kabupaten Jembrana” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkab Janjikan Pembangunan Drainase untuk Tangkal Banjir Pengambengan

Bupati juga menyampaikan terima kasih dan harapannya kepada TNI AL yang sudah banyak berkontribusi untuk Jembrana, dan ia tetap menitipkan Jembrana untuk selalu dapat diberikan program-program prioritas. “Saya berterima kasih sekali terutama kepada kesatuan TNI Angkatan Laut, pada kesempatan yang berbahagia ini saya juga menitipkan Kabupaten Jembrana, semoga Jembrana selalu dikunjungi dan diberikan program program besar dari pusat” harapnya.

- Advertisement -

Sementara itu, Kasal Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan alasan Jembrana dipilih sebagai lokasi pelaksanaan Rakornis. Karena  menurutnya Jembrana sukses dalam pengembangan program INAP. Diharapkan hal ini mampu ditiru oleh Danlanal se-Indonesia. “Program INAP ini murni karya anak bangsa, tidak mencontoh negara lain. Bahkan di dunia, program yang dilakukan ini hanya ada di Jembrana Bali,” paparnya.

Kedepannya, program ini akan digunakan sebagai proyek percontohan untuk mengembangkan ketahanan pangan khususnya budidaya perikanan. “Program INAP dibangun di tiga lokasi di Jembrana Bali yaitu INAP I, II dan III dengan kapasitas masing-masing 30 kolam pada lahan 6 hektar dengan fokus pada budidaya hasil laut seperti udang, lobster, ikan kerapu dan lain sebagainya. Namun untuk saat ini pelaksanaan Program INAP akan lebih difokuskan pada pengembangan budidaya Udang Vaname dengan menggunakan teknologi terbaru karya anak bangsa yang hanya ada di Indonesia. Direncanakan akan ada 1000 INAP yang akan dikembangkan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Rakor dan Rakernis Potmar ini merupakan forum yang sangat strategis untuk menyampaikan pokok pokok kebijakan pemimpin sebagai pedoman untuk pemberdayaan dan pertahanan laut maupun pembinaan potensi maritim, dan selain itu juga sekaligus sebagai media komunikasi dan evaluasi pelaksanaan tugas pemberdayaan wilayah pertahanan laut serta bimbingan teknis pembinaan potensi maritim agar berjalan lebih efektif, efesien dan tepat sasaran.

Baca Juga:  Bupati Launching Layanan Pengantaran Obat Pasien Di RSU Negara

Kasal Yudo Margono juga menyampaikan harapannya dengan pelaksanaan Rakor dan Rakernis Potmar ini dapat menghasilkan Program Strategis untuk pemulihan perekonian nasional untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19. “Saya berharap rapat ini akan menghasilkan pemikiran-pemikiran strategis yang merumuskan dan menyusun berbagai program serta kegiatan pemulihan ekonomi nasional demi mengurangi dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian rakyat khususnya masyarakat pesisir dan kepulauan” pungkasnya.

Kasal Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan, Indonesian Naval Aquagriculture Program (INAP) merupakan program karya anak bangsa yang telah diluncurkan pada Bulan Februari 2022 lalu, Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.

Program ini merupakan kolaborasi TNI AL dengan pemerintah kabupaten Jembrana dan sektor swasta dalam rangka mendukung pembangunan klaster ekonomi yang merupakan salah satu dari lima kluster dalam program Kampung Bahari Nusantara (KBN). “Tujuan program menyejahterakan masyarakat pesisir ,” jelansya.

Program INAP ini selaras dengan salah satu program TNI AL yaitu pembinaan Potensi Maritim (Potmar) menjadi pertahanan keamanan di laut Pembinaan Potmar diantaranya selain membina masyarakat pesisir dengan kapal atau potensi yang ada di laut. Serta memberdayakan potensi yang ada di pantai sehingga bisa dikolaborasikan dengan wisata, edukasi, kesehatan dan ekonomi.

Kasal mengatakan program INAP ini murni karya anak bangsa, tidak mencontoh negara lain, bahkan di dunia. Program yang dilakukan ini hanya ada di Jembrana Bali. Kedepannya program ini mungkin akan gunakan sebagai proyek percontohan untuk mengembangkan ketahanan pangan khususnya budidaya perikanan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Sesmenko Marves) Ayodhia G.L. Kalake, Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) TB Haeru Rahayu dan Direktur Tata Kelola Destinasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Indra Ni Tua. (bas)

- Advertisement -

NEGARA, radarbali.id – Bupati Jembrana I Nengah Tamba mendampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono membuka Rapat Koordinasi dan Rapat Kerja Teknis Potensi Maritim (Potmar). Rakor diikuti jajaran petinggi TNI AL, Danlanal se- Indonesia  bertempat di kawasan Indonesian Naval Aquagriculture Program (INAP) II di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Rabu (11/5).

Kegiatan  juga dirangkai dengan penebaran benih Udang Vaname di INAP II Desa Pengambengan dan panen Udang Vaname di INAP I berlokasi di Desa Banyubiru Kecamatan Negara.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengungkapkan kebahagiaannya karena Kabupaten Jembrana dipilih sebagai lokasi Rakor dan Rakernis Potmar dan pelaksanaan Indonesian Naval Aquagriculture Program (INAP) yang merupakan salah satu kluster dalam program Kampung Bahari Nusantara (KBN) .Tujuan program ini untuk menyejahterakan masyarakat pesisir.

Program INAP ini selaras dengan salah satu program TNI AL yaitu pembinaan Potensi Maritim (Potmar). “Pertama, suatu kebahagiaan Jembrana dipilih mendapat hal-hal yang spektakuler, INAP itu pertama ada di Indonesia dan  dimulai di Jembrana dan disini dikembangkan INAP I, II dan III. Kedua, Rakor yang dilakukan TNI Angkatan Laut dalam sejarah belum pernah diadakan di kabupaten dan ini yang pertama kalinya dilaksanakan di Jembrana,” ungkapnya.

Bupati menyebut akan berdampak positif kepada Jembrana terutama dalam program INAP. “Kami sudah merasakan manfaatnya. 300 orang tenaga kerja sudah diserap dalam proses pembangunan INAP, dan ada 60 orang yang bekerja di setiap INAP,” ujarnya.

Bupati akan mendorong pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam pengolahan hasil budidaya udang vaname dari program INAP yang merupakan program strategis TNI AL. “Kita akan  menumbuhkan UMKM, saya sudah berdiskusi dengan Bapak Kasal, nantinya udang vaname yang mungkin ukurannya kecil-kecil itu bisa diolah oleh UMKM misalnya untuk dijadikan kerupuk udang, terasi, bakso atau olahan udang lainnya. Ini akan bermanfaat secara sosial untuk masyarakat Kabupaten Jembrana” ujarnya.

Baca Juga:  Jembrana Percontohan Pengembangan Satu Data dari Desa di Indonesia

Bupati juga menyampaikan terima kasih dan harapannya kepada TNI AL yang sudah banyak berkontribusi untuk Jembrana, dan ia tetap menitipkan Jembrana untuk selalu dapat diberikan program-program prioritas. “Saya berterima kasih sekali terutama kepada kesatuan TNI Angkatan Laut, pada kesempatan yang berbahagia ini saya juga menitipkan Kabupaten Jembrana, semoga Jembrana selalu dikunjungi dan diberikan program program besar dari pusat” harapnya.

Sementara itu, Kasal Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan alasan Jembrana dipilih sebagai lokasi pelaksanaan Rakornis. Karena  menurutnya Jembrana sukses dalam pengembangan program INAP. Diharapkan hal ini mampu ditiru oleh Danlanal se-Indonesia. “Program INAP ini murni karya anak bangsa, tidak mencontoh negara lain. Bahkan di dunia, program yang dilakukan ini hanya ada di Jembrana Bali,” paparnya.

Kedepannya, program ini akan digunakan sebagai proyek percontohan untuk mengembangkan ketahanan pangan khususnya budidaya perikanan. “Program INAP dibangun di tiga lokasi di Jembrana Bali yaitu INAP I, II dan III dengan kapasitas masing-masing 30 kolam pada lahan 6 hektar dengan fokus pada budidaya hasil laut seperti udang, lobster, ikan kerapu dan lain sebagainya. Namun untuk saat ini pelaksanaan Program INAP akan lebih difokuskan pada pengembangan budidaya Udang Vaname dengan menggunakan teknologi terbaru karya anak bangsa yang hanya ada di Indonesia. Direncanakan akan ada 1000 INAP yang akan dikembangkan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Rakor dan Rakernis Potmar ini merupakan forum yang sangat strategis untuk menyampaikan pokok pokok kebijakan pemimpin sebagai pedoman untuk pemberdayaan dan pertahanan laut maupun pembinaan potensi maritim, dan selain itu juga sekaligus sebagai media komunikasi dan evaluasi pelaksanaan tugas pemberdayaan wilayah pertahanan laut serta bimbingan teknis pembinaan potensi maritim agar berjalan lebih efektif, efesien dan tepat sasaran.

Baca Juga:  Komentar Pedas Netizen Soal Pelaku Mesum Jadi Kadis di Jembrana

Kasal Yudo Margono juga menyampaikan harapannya dengan pelaksanaan Rakor dan Rakernis Potmar ini dapat menghasilkan Program Strategis untuk pemulihan perekonian nasional untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19. “Saya berharap rapat ini akan menghasilkan pemikiran-pemikiran strategis yang merumuskan dan menyusun berbagai program serta kegiatan pemulihan ekonomi nasional demi mengurangi dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian rakyat khususnya masyarakat pesisir dan kepulauan” pungkasnya.

Kasal Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan, Indonesian Naval Aquagriculture Program (INAP) merupakan program karya anak bangsa yang telah diluncurkan pada Bulan Februari 2022 lalu, Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.

Program ini merupakan kolaborasi TNI AL dengan pemerintah kabupaten Jembrana dan sektor swasta dalam rangka mendukung pembangunan klaster ekonomi yang merupakan salah satu dari lima kluster dalam program Kampung Bahari Nusantara (KBN). “Tujuan program menyejahterakan masyarakat pesisir ,” jelansya.

Program INAP ini selaras dengan salah satu program TNI AL yaitu pembinaan Potensi Maritim (Potmar) menjadi pertahanan keamanan di laut Pembinaan Potmar diantaranya selain membina masyarakat pesisir dengan kapal atau potensi yang ada di laut. Serta memberdayakan potensi yang ada di pantai sehingga bisa dikolaborasikan dengan wisata, edukasi, kesehatan dan ekonomi.

Kasal mengatakan program INAP ini murni karya anak bangsa, tidak mencontoh negara lain, bahkan di dunia. Program yang dilakukan ini hanya ada di Jembrana Bali. Kedepannya program ini mungkin akan gunakan sebagai proyek percontohan untuk mengembangkan ketahanan pangan khususnya budidaya perikanan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Sesmenko Marves) Ayodhia G.L. Kalake, Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) TB Haeru Rahayu dan Direktur Tata Kelola Destinasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Indra Ni Tua. (bas)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/