alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Warga Rela Antre Berjam-jam untuk Beli 2 Liter Minyak Goreng

NEGARA – Sebanyak 3.800 liter minyak goreng ludes diserbu warga saat  pasar murah yang digelar di Jembrana selama dua hari, dari Sabtu (12/3) hingga Minggu (13/3). Warga antusias membeli minyak goreng yang dijatah hanya 2 liter untuk satu orang pembeli. Bahkan tidak sedikit warga yang antre berjam-jam untuk mendapatkan minyak goreng karena di pasar dan toko harganya lebih mahal.

 

Pasar murah yang digelar Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Jembrana, diawali di halaman Pasar Ijogading, Sabtu (12/3) lalu. Bekerjasama dengan pihak distributor minyak goreng, sebanyak 1800 liter minyak goreng disediakan untuk 900 orang.

 

Dalam waktu singkat, minyak goreng ludes diserbu pembeli. Warga yang takut tidak kebagian, rela antre dari pagi sekitar pukul 07. 00 WITA, padahal pasar murah baru dimulai pukul 10.00 WITA.

 

Kemudian pasar murah hari kedua digelar di Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Minggu (13/3). Distributor mengeluarkan sebanyak 2000 liter minyak goreng untuk 1000 orang pembeli. Pasar murah yang dimulai pukul 9.00 WITA, ludes terjual pada siang. Namun masih banyak warga yang datang tidak mendapat jatah minyak goreng murah.

 

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Jembrana I Komang Agus Adinata mengatakan, pasar murah yang bekerja sama dengan distributor tersebut untuk mengantisipasi kelangkaan minyak goreng dan menstabilkan harga. Karena itu, sebagai antisipasi agar tidak ada warga tidak membeli secara berlebihan, pihaknya mewajibkan setiap pembeli menyerahkan kartu tanda penduduk (KTP).

 

“Pembelian dibatasi. Setiap pembeli hanya dijatah 2 liter minyak goreng saja, tidak boleh lebih dan menimbun,” ujarnya.

 

Dari segi jumlah, sebanyak 3.800 liter minyak goreng tersebut masih kurang dibandingkan dengan kebutuhan minyak goreng untuk Jembrana. Karena kebutuhan minyak goreng di Jembrana dalam sebulan mencapai 300 ribu liter. Sehingga operasi pasar akan dilakukan rutin di setiap kecamatan, rencana pada Minggu depan akan digelar di Desa Pohsanten dan Yehembang Kangin, sesuai usulan dari Kecamatan Mendoyo.

 

“Akan kami gelar rutin untuk mempercepat distribusi minyak kepada masyarakat langsung,” ungkapnya.

 

Selain pasar murah yang digelar, pihaknya memastikan distribusi minyak ke pasar dan toko oleh pihak distributor. Sehingga, kebutuhan minyak di Jembrana masih tetap aman dan tidak terjadi kepanikan warga membeli minyak seperti daerah lain.

 

“Kami memastikan stok minyak aman di Jembrana, sehingga masyarakat tidak perlu panik,” ujarnya.

 

Mengenai harga minyak yang masih tinggi, sekitar Rp 20 ribu per liter, pihaknya tidak menampik karena diduga masih ada stok lama di pedagang. Karena itu, dengan pasar murah untuk mempercepat distribusi minyak goreng ini, bisa mengendalikan harga minyak goreng.

“Dengan memotong jalur distribusi ini bisa lebih cepat.  Masyarakat tidak panik. Distributor juga ada yang reguler kepada pedagang,” tegasnya.

 

Seperti diketahui, minyak goreng dalam beberapa hari terakhir ini mengalami kelangkaan. Konsumen sulit mendapatkan minyak goreng di pasar maupun toko. Kalaupun ada minyak goreng yang masih dijual pedagang, harganya mahal diatas harga eceran tertinggi yang ditentukan pemerintah.



NEGARA – Sebanyak 3.800 liter minyak goreng ludes diserbu warga saat  pasar murah yang digelar di Jembrana selama dua hari, dari Sabtu (12/3) hingga Minggu (13/3). Warga antusias membeli minyak goreng yang dijatah hanya 2 liter untuk satu orang pembeli. Bahkan tidak sedikit warga yang antre berjam-jam untuk mendapatkan minyak goreng karena di pasar dan toko harganya lebih mahal.

 

Pasar murah yang digelar Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Jembrana, diawali di halaman Pasar Ijogading, Sabtu (12/3) lalu. Bekerjasama dengan pihak distributor minyak goreng, sebanyak 1800 liter minyak goreng disediakan untuk 900 orang.

 

Dalam waktu singkat, minyak goreng ludes diserbu pembeli. Warga yang takut tidak kebagian, rela antre dari pagi sekitar pukul 07. 00 WITA, padahal pasar murah baru dimulai pukul 10.00 WITA.

 

Kemudian pasar murah hari kedua digelar di Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Minggu (13/3). Distributor mengeluarkan sebanyak 2000 liter minyak goreng untuk 1000 orang pembeli. Pasar murah yang dimulai pukul 9.00 WITA, ludes terjual pada siang. Namun masih banyak warga yang datang tidak mendapat jatah minyak goreng murah.

 

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Jembrana I Komang Agus Adinata mengatakan, pasar murah yang bekerja sama dengan distributor tersebut untuk mengantisipasi kelangkaan minyak goreng dan menstabilkan harga. Karena itu, sebagai antisipasi agar tidak ada warga tidak membeli secara berlebihan, pihaknya mewajibkan setiap pembeli menyerahkan kartu tanda penduduk (KTP).

 

“Pembelian dibatasi. Setiap pembeli hanya dijatah 2 liter minyak goreng saja, tidak boleh lebih dan menimbun,” ujarnya.

 

Dari segi jumlah, sebanyak 3.800 liter minyak goreng tersebut masih kurang dibandingkan dengan kebutuhan minyak goreng untuk Jembrana. Karena kebutuhan minyak goreng di Jembrana dalam sebulan mencapai 300 ribu liter. Sehingga operasi pasar akan dilakukan rutin di setiap kecamatan, rencana pada Minggu depan akan digelar di Desa Pohsanten dan Yehembang Kangin, sesuai usulan dari Kecamatan Mendoyo.

 

“Akan kami gelar rutin untuk mempercepat distribusi minyak kepada masyarakat langsung,” ungkapnya.

 

Selain pasar murah yang digelar, pihaknya memastikan distribusi minyak ke pasar dan toko oleh pihak distributor. Sehingga, kebutuhan minyak di Jembrana masih tetap aman dan tidak terjadi kepanikan warga membeli minyak seperti daerah lain.

 

“Kami memastikan stok minyak aman di Jembrana, sehingga masyarakat tidak perlu panik,” ujarnya.

 

Mengenai harga minyak yang masih tinggi, sekitar Rp 20 ribu per liter, pihaknya tidak menampik karena diduga masih ada stok lama di pedagang. Karena itu, dengan pasar murah untuk mempercepat distribusi minyak goreng ini, bisa mengendalikan harga minyak goreng.

“Dengan memotong jalur distribusi ini bisa lebih cepat.  Masyarakat tidak panik. Distributor juga ada yang reguler kepada pedagang,” tegasnya.

 

Seperti diketahui, minyak goreng dalam beberapa hari terakhir ini mengalami kelangkaan. Konsumen sulit mendapatkan minyak goreng di pasar maupun toko. Kalaupun ada minyak goreng yang masih dijual pedagang, harganya mahal diatas harga eceran tertinggi yang ditentukan pemerintah.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/