alexametrics
23.7 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Posting PMI Ditelantarkan di Dubai, Anggota Dewan Digeruduk Perusahan

NEGARA – Sejumlah orang kuasa hukum salah satu perusahaan penyaluran tenaga kerja, menggeruduk Kantor DPRD Jembrana, Senin (18/4). Kedatangan pengacara ini untuk bertemu dengan anggota DPRD Jembrana dan klarifikasi mengenai postingan di sosial media mengenai tenaga kerja yang diberangkatkan perusahaan ke luar negeri ditelantarkan. Karena tulisan dalam sosial media tersebut merugikan pihak perusahaan penyalur tenaga kerja.

 

Unggahan anggota dewan nama akun Cohok Suastika menyebutkan telah menerima pengaduan dari orang tua salah satu tenaga kerja yang dikirim ke Dubai oleh perusahan penyalur, sudah hampir 6 bulan terlunta -lunta karena tidak mendapat pekerjaan seperti yang dijanjikan.

 

Unggahan akun yang diketahui milik anggota dewan I Ketut Suastika tersebut juga menyebut agar masyarakat selalu berhati-hari dengan agen yang mengirimkan tenaga kerja hanya untuk mencari keuntungan, tetapi tenaga kerja yang dikirim tidak diberikan pekerjaan.

 

Meskipun tidak menyebut nama jelas perusahan yang menyalurkan tenaga kerja tersebut, unggahan mendapat reaksi dari pihak perusahaan yang menyalurkan tenaga kerja ke Dubai.

Baca Juga:  Tunggak Pesangon, Karyawan Perusda Kembali Mengadu ke Dewan
- Advertisement -

 

Melalui kuasa hukum penyalur tenaga kerja Nur Abidin mengatakan, diharapkan adanya permasalahan ini sebelum membuat unggahan di medsos, anggota dewan agar mengklarifikasi terlebih dahulu dengan perusahaan sebagai penyalur tenaga kerja.

 

“Kami harapkan masalah ini bisa diselesaikan,” jelasnya.

 

Pihak perusahan juga sudah klarifikasi pada orang tua yang dikirim ke luar negri dan pekerja yang sudah dikirim ke Dubai melalui video daring.

 

“Kadek A sudah minta maaf sama orang tuanya karena menyampaikan informasi tidak benar dan orang tua Kadek A juga sudah minta maaf pada kami,”jelasnya.

 

Menurut perwakilan perusahan, Ni Putu Asteria Yuniarti, permasalahan ada pada Kadek A yang keluar dari tempatnya magang di salah satu hotel tanpa pamit pada pimpinan dan manajemen hotel. Bahkan sudah mendapat uang saku dari perusahaan.

 

“Dia di Dubai tidak terlunta-lunta namun tinggal di asrama. Semua biaya kami tanggung. Termasuk biaya perpanjangan visa. Yang diberangkatkan tidak  hanya Kadek A, tapi banyak. Namun teman-temannya semua sudah bekerja tetapi hanya Kadek A yang belum. Ini karena kemampuan dia yang masih terbatas juga,” jelasnya.

Baca Juga:  Rekor Baru Covid-19 di Jembrana, Sehari Bertambah 31 Kasus

 

Pihaknya menegaskan bahwa perusahaan penyalur tenaga kerja yang memberangkatkan keluar negeri legal. Persyaratan semua tenaga kerja sudah dipenuhi. Kadek A berangkat dengan visa sponsor. Dan nantinya visa kerja didapatkan setelah mendapatkan pekerjaan yang tetap di Dubai. Mengenai unggahan anggota dewan di media sosial diminta untuk klarifikasi.

 

“Agar masalah ini tidak menjadi bola liar, kami harapkan juga agar pak Ketua Suastika mengklarifikasi hal ini pada masyarakat. Karena ini sudah sangat berimbas pada perusahaan,” terangnya.

Kedatangan pengacara dan pihak perusahaan penyalur pekerja migran Indonesia (PMI) ke Kantor DPRD Jembrana diterima Sekretaris DPRD Jembrana, I Komang Suparta.

- Advertisement -

NEGARA – Sejumlah orang kuasa hukum salah satu perusahaan penyaluran tenaga kerja, menggeruduk Kantor DPRD Jembrana, Senin (18/4). Kedatangan pengacara ini untuk bertemu dengan anggota DPRD Jembrana dan klarifikasi mengenai postingan di sosial media mengenai tenaga kerja yang diberangkatkan perusahaan ke luar negeri ditelantarkan. Karena tulisan dalam sosial media tersebut merugikan pihak perusahaan penyalur tenaga kerja.

 

Unggahan anggota dewan nama akun Cohok Suastika menyebutkan telah menerima pengaduan dari orang tua salah satu tenaga kerja yang dikirim ke Dubai oleh perusahan penyalur, sudah hampir 6 bulan terlunta -lunta karena tidak mendapat pekerjaan seperti yang dijanjikan.

 

Unggahan akun yang diketahui milik anggota dewan I Ketut Suastika tersebut juga menyebut agar masyarakat selalu berhati-hari dengan agen yang mengirimkan tenaga kerja hanya untuk mencari keuntungan, tetapi tenaga kerja yang dikirim tidak diberikan pekerjaan.

 

Meskipun tidak menyebut nama jelas perusahan yang menyalurkan tenaga kerja tersebut, unggahan mendapat reaksi dari pihak perusahaan yang menyalurkan tenaga kerja ke Dubai.

Baca Juga:  Dewan Jembrana Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri

 

Melalui kuasa hukum penyalur tenaga kerja Nur Abidin mengatakan, diharapkan adanya permasalahan ini sebelum membuat unggahan di medsos, anggota dewan agar mengklarifikasi terlebih dahulu dengan perusahaan sebagai penyalur tenaga kerja.

 

“Kami harapkan masalah ini bisa diselesaikan,” jelasnya.

 

Pihak perusahan juga sudah klarifikasi pada orang tua yang dikirim ke luar negri dan pekerja yang sudah dikirim ke Dubai melalui video daring.

 

“Kadek A sudah minta maaf sama orang tuanya karena menyampaikan informasi tidak benar dan orang tua Kadek A juga sudah minta maaf pada kami,”jelasnya.

 

Menurut perwakilan perusahan, Ni Putu Asteria Yuniarti, permasalahan ada pada Kadek A yang keluar dari tempatnya magang di salah satu hotel tanpa pamit pada pimpinan dan manajemen hotel. Bahkan sudah mendapat uang saku dari perusahaan.

 

“Dia di Dubai tidak terlunta-lunta namun tinggal di asrama. Semua biaya kami tanggung. Termasuk biaya perpanjangan visa. Yang diberangkatkan tidak  hanya Kadek A, tapi banyak. Namun teman-temannya semua sudah bekerja tetapi hanya Kadek A yang belum. Ini karena kemampuan dia yang masih terbatas juga,” jelasnya.

Baca Juga:  Calon Sama Kuat, Gerindra Pilih Tunggu Keputusan Partai

 

Pihaknya menegaskan bahwa perusahaan penyalur tenaga kerja yang memberangkatkan keluar negeri legal. Persyaratan semua tenaga kerja sudah dipenuhi. Kadek A berangkat dengan visa sponsor. Dan nantinya visa kerja didapatkan setelah mendapatkan pekerjaan yang tetap di Dubai. Mengenai unggahan anggota dewan di media sosial diminta untuk klarifikasi.

 

“Agar masalah ini tidak menjadi bola liar, kami harapkan juga agar pak Ketua Suastika mengklarifikasi hal ini pada masyarakat. Karena ini sudah sangat berimbas pada perusahaan,” terangnya.

Kedatangan pengacara dan pihak perusahaan penyalur pekerja migran Indonesia (PMI) ke Kantor DPRD Jembrana diterima Sekretaris DPRD Jembrana, I Komang Suparta.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/