alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Dihantam Gelombang Tinggi, 10 Rumah Rusak Berat di Jembrana

NEGARA – Akibat gelombang tinggi sejak sepekan terkahir sebanyak 10 rumah rusak berat di pesisir Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru. Sementara hujan disertai angin kencang yang terjadi di Jembrana, Minggu malam hingga Senin dini hari juga menyebabkan satu pura tertimpa dahan pohon yang tumbang.

 

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, berdasarkan informasi dari BMKG memang ada terjadi gelombang tinggi di pesisir pantai Jembrana. Hampir seluruh pesisir Jembrana terdampak. Namun yang parah terjadi di PantaiĀ  Pebuahan, Desa Banyubiru. “Karena dari awal memang daerah yang rawan terdampak gelombang tinggi. Karena daerah yang terkena abrasi,” jelasnya.

 

Menurutnya, dampak dari gelombang tinggi sepekan terakhir, sedikitnya 10 rumah yang rusak berat. Karena daratan yang terdampak abrasi, membuat gelombang tinggi langsung menghantam rumah warga.

 

Sebagai upaya antisipasi, pihaknya melakukan pemantauan daerah rawan dan imbauan pada masyarakat untuk mengantisipasi timbulnya korban jiwa. “Kami juga sudah melakukan assessment dan memberikan bantuan pada korban yang rumahnya terdampak,” jelasnya.

 

Sementara itu, dampak hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Minggu malam hingga Senin dini hari menyebabkan sejumlah bangunan di Pura Dalem Sumbersari, Desa Adat Sumbersari, Kecamatan Melaya rusak karena tertimpa pohon yang tumbang.

 

Pohon flamboyan yang berada di sebelah pura roboh, baru diketahui Senin (20/6) pagi oleh warga setempat. Saat ini, krama dari desa adat melakukan pembersihan sekitar Pura yang tertimpa pohon. “Dua bangunan mengalami kerusakan di bagian atap yakni Bale Kulkul dan toilet. Bagian atap Bale Kulkul gentengnya 50 persen pecah, dan di toilet atap dak nya hancur,” kata Bendesa Adat Sumbersari, I Ketut Subanda.

 

Kepala Stasiun Klimatologi Jembrana Aminudin Al Roniri mengatakan hujan di seputaran kabupaten Jembrana dengan intensitas ringan-sedang. Konsentrasi hujan sedang lebih banyak terjadi di daerah Melaya. (bas)



NEGARA – Akibat gelombang tinggi sejak sepekan terkahir sebanyak 10 rumah rusak berat di pesisir Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru. Sementara hujan disertai angin kencang yang terjadi di Jembrana, Minggu malam hingga Senin dini hari juga menyebabkan satu pura tertimpa dahan pohon yang tumbang.

 

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, berdasarkan informasi dari BMKG memang ada terjadi gelombang tinggi di pesisir pantai Jembrana. Hampir seluruh pesisir Jembrana terdampak. Namun yang parah terjadi di PantaiĀ  Pebuahan, Desa Banyubiru. “Karena dari awal memang daerah yang rawan terdampak gelombang tinggi. Karena daerah yang terkena abrasi,” jelasnya.

 

Menurutnya, dampak dari gelombang tinggi sepekan terakhir, sedikitnya 10 rumah yang rusak berat. Karena daratan yang terdampak abrasi, membuat gelombang tinggi langsung menghantam rumah warga.

 

Sebagai upaya antisipasi, pihaknya melakukan pemantauan daerah rawan dan imbauan pada masyarakat untuk mengantisipasi timbulnya korban jiwa. “Kami juga sudah melakukan assessment dan memberikan bantuan pada korban yang rumahnya terdampak,” jelasnya.

 

Sementara itu, dampak hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Minggu malam hingga Senin dini hari menyebabkan sejumlah bangunan di Pura Dalem Sumbersari, Desa Adat Sumbersari, Kecamatan Melaya rusak karena tertimpa pohon yang tumbang.

 

Pohon flamboyan yang berada di sebelah pura roboh, baru diketahui Senin (20/6) pagi oleh warga setempat. Saat ini, krama dari desa adat melakukan pembersihan sekitar Pura yang tertimpa pohon. “Dua bangunan mengalami kerusakan di bagian atap yakni Bale Kulkul dan toilet. Bagian atap Bale Kulkul gentengnya 50 persen pecah, dan di toilet atap dak nya hancur,” kata Bendesa Adat Sumbersari, I Ketut Subanda.

 

Kepala Stasiun Klimatologi Jembrana Aminudin Al Roniri mengatakan hujan di seputaran kabupaten Jembrana dengan intensitas ringan-sedang. Konsentrasi hujan sedang lebih banyak terjadi di daerah Melaya. (bas)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/