30.4 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

Rutan Negara Overload Dua Kali Lipat, Warga Binaan Tidur Berdesakan

Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Negara, hanya berkapasitas 71 orang. Namun saat ini terisi sebanyak 140 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP), baik tahanan dan narapidana. Dengan jumlah yang ada di dalam rutan sudah overload, karena dihuni dua kali lipat dari kapasitas semestinya, sehingga penghuninya tidur berdesakan dalam kamar yang sempit .

INI benar-benar kondisi sulit. Meskipun kondisi bui  yang overload ini terdengar klise. Kepala Rutan Kelas IIB Negara Lilik Subagiyono mengatakan bahwa apabila melihat kapasitas yang ada memang sudah melebihi kapasitas. Karena diisi dua kali lipat dari kapasitas.

“Nanti akan koordinasi dengan kantor wilayah mengenai kondisi rutan saat ini,” ujarnya, usai pisah sambut sebagai Karutan Kelas II B Negara, Kamis (24/11).

Dalam mengatasi kondisi rutan yang sudah melebihi kapasitas ini, ada sejumlah mekanisme yang harus dilalui. Mengenai asimilasi di rumah, saat ini masih belum ada keputusan lebih lanjut mengenai asimilasi di rumah. “Sampai sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut diperpanjang atau selesai mengenai asimilasi di rumah ini, karena saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19” ujarnya.

Baca Juga:  11 Bulan 200 Kasus Positif Rabies di Jembrana, Segini Anjing yang Tervaksin….

Dengan kondisi rutan kelas II B Negara ini, selalu kepala rutan yang baru akan berupaya untuk meningkatkan status Rutan Kelas II B Negara menjadi Lapas Kelas II B Negara.

Namun mengenai peningkatan status ini, tergantung dari pusat yang akan merealisasikan rencana peningkatan status ini. “Ini yang saya ingin torehkan. Meningkatan dari rutan menjadi lapas. Saya akan berusaha,” Karutan baru asal Tuban, Jawa Timur ini.

Kasubsi pelayanan tahanan Rutan Kelas IIB Negara INyoman Tulus Sedeng menambahkan, karena kondisi rutan yang sudah melebihi kapasitas, kamar napi dan tahanan terisi penuh melebihi kapasitas. Misalnya kamar yang berkapasitas 3 orang, terisi sebanyak 6 orang. “Karena kamarnya penuh, tidurnya berdesakan,” ujarnya.

Baca Juga:  Hilang Dua Hari, Nenek Linyar Ditemukan Lemas di Kebun

Program asimilasi di rumah diterapkan sejak awal pandemi Covid-19 tahun 2020, tidak sepenuhnya bisa mengatasi masalah kapasitas yang melebihi kapasitas ini. Asimilasi di rumah tersebut sebagai salah satu upaya mengatasi kondisi melebihi kapasitas rutan dan untuk menerapkan protokol kesehatan.

Sejak diberlakukan asimilasi di rumah, sejak tahun 2020 hingga tahun 2022 ini sebanyak 246 orang. Rinciannya, tahun 2020 sebanyak 95 orang, tahun 2021 sebanyak 80 orang dan tahun 2022 hingga bulan November ini sudah 71 orang. (m.basir/radar bali)

 



Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Negara, hanya berkapasitas 71 orang. Namun saat ini terisi sebanyak 140 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP), baik tahanan dan narapidana. Dengan jumlah yang ada di dalam rutan sudah overload, karena dihuni dua kali lipat dari kapasitas semestinya, sehingga penghuninya tidur berdesakan dalam kamar yang sempit .

INI benar-benar kondisi sulit. Meskipun kondisi bui  yang overload ini terdengar klise. Kepala Rutan Kelas IIB Negara Lilik Subagiyono mengatakan bahwa apabila melihat kapasitas yang ada memang sudah melebihi kapasitas. Karena diisi dua kali lipat dari kapasitas.

“Nanti akan koordinasi dengan kantor wilayah mengenai kondisi rutan saat ini,” ujarnya, usai pisah sambut sebagai Karutan Kelas II B Negara, Kamis (24/11).

Dalam mengatasi kondisi rutan yang sudah melebihi kapasitas ini, ada sejumlah mekanisme yang harus dilalui. Mengenai asimilasi di rumah, saat ini masih belum ada keputusan lebih lanjut mengenai asimilasi di rumah. “Sampai sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut diperpanjang atau selesai mengenai asimilasi di rumah ini, karena saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19” ujarnya.

Baca Juga:  Tanpa Identitas, Jasad Mr.X Akan Diserahkan ke Dinas Sosial

Dengan kondisi rutan kelas II B Negara ini, selalu kepala rutan yang baru akan berupaya untuk meningkatkan status Rutan Kelas II B Negara menjadi Lapas Kelas II B Negara.

Namun mengenai peningkatan status ini, tergantung dari pusat yang akan merealisasikan rencana peningkatan status ini. “Ini yang saya ingin torehkan. Meningkatan dari rutan menjadi lapas. Saya akan berusaha,” Karutan baru asal Tuban, Jawa Timur ini.

Kasubsi pelayanan tahanan Rutan Kelas IIB Negara INyoman Tulus Sedeng menambahkan, karena kondisi rutan yang sudah melebihi kapasitas, kamar napi dan tahanan terisi penuh melebihi kapasitas. Misalnya kamar yang berkapasitas 3 orang, terisi sebanyak 6 orang. “Karena kamarnya penuh, tidurnya berdesakan,” ujarnya.

Baca Juga:  Bantuan Terus Berdatangan untuk Korban Banjir di Jembrana, Ini Kata Bupati

Program asimilasi di rumah diterapkan sejak awal pandemi Covid-19 tahun 2020, tidak sepenuhnya bisa mengatasi masalah kapasitas yang melebihi kapasitas ini. Asimilasi di rumah tersebut sebagai salah satu upaya mengatasi kondisi melebihi kapasitas rutan dan untuk menerapkan protokol kesehatan.

Sejak diberlakukan asimilasi di rumah, sejak tahun 2020 hingga tahun 2022 ini sebanyak 246 orang. Rinciannya, tahun 2020 sebanyak 95 orang, tahun 2021 sebanyak 80 orang dan tahun 2022 hingga bulan November ini sudah 71 orang. (m.basir/radar bali)

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/