alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Gagal Fungsi, Landasan Kargo Gilimanuk Malah Sudah Hancur

NEGARA – Fasilitas parkir atau Kargo Gilimanuk, yang berada di sisi kiri Jalan Denpasar – Gilimanuk, wilayah Kelurahan Gilimanuk, bisa dibilang merupakan produk pembangunan fisik yang gagal fungsi. Karena, dari rencana awal untuk terminal bongkar muat barang yang baru datang dari Pulau Jawa, saat ini hanya untuk parkir truk.

 

Kondisi fasilitas kargo juga jauh dari kata layak. Pintu masuk areal parkir terdapat lubang besar yang digenangi air hujan sehingga membahayakan bagi kendaraan yang masuk. Di dalam areal parkir juga tidak jauh beda, banyak lubang besar menganggap yang membahayakan kendaraan yang melintas.

 

Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana I Ketut Wardananaya mengatakan, pembangunan fasilitas parkir Gilimanuk awalnya memang untuk terminal barang. Karena kewenangan untuk pengelolaan terminal barang pada pemerintah pusat, maka digunakan untuk fasilitas parkir truk.

Baca Juga:  Diresmikan, Warga Jembrana Uji KIR Tidak Perlu Keluar Jembrana

 

“Mengenai rencana awal oleh pimpinan sebelumnya. Infonya memang untuk terminal barang,” jelas I Ketut Wardananaya.

 

Lahan fasilitas parkir seluas 4 hektare tersebut, sempat akan digunakan Perusda Bali untuk usaha gas. Namun hingga saat ini belum ada kepastian kelanjutannya. Sehingga, saat ini digunakan untuk terminal parkir truk, pihaknya menerapkan retribusi bagi setiap truk yang parkir.

“Ada retribusinya kalau parkir di sana,” ujarnya.

 

Mengenai fasilitas landasan terminal yang hancur, pihaknya tidak bisa serta merta memperbaiki landasan. Karena dari status tanah bukan dari dinas perhubungan, melainkan bagian aset.

“Kondisinya memang sekarang hancur landasannya,” pungkas dia.



NEGARA – Fasilitas parkir atau Kargo Gilimanuk, yang berada di sisi kiri Jalan Denpasar – Gilimanuk, wilayah Kelurahan Gilimanuk, bisa dibilang merupakan produk pembangunan fisik yang gagal fungsi. Karena, dari rencana awal untuk terminal bongkar muat barang yang baru datang dari Pulau Jawa, saat ini hanya untuk parkir truk.

 

Kondisi fasilitas kargo juga jauh dari kata layak. Pintu masuk areal parkir terdapat lubang besar yang digenangi air hujan sehingga membahayakan bagi kendaraan yang masuk. Di dalam areal parkir juga tidak jauh beda, banyak lubang besar menganggap yang membahayakan kendaraan yang melintas.

 

Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana I Ketut Wardananaya mengatakan, pembangunan fasilitas parkir Gilimanuk awalnya memang untuk terminal barang. Karena kewenangan untuk pengelolaan terminal barang pada pemerintah pusat, maka digunakan untuk fasilitas parkir truk.

Baca Juga:  Komentar Pedas Netizen Soal Pelaku Mesum Jadi Kadis di Jembrana

 

“Mengenai rencana awal oleh pimpinan sebelumnya. Infonya memang untuk terminal barang,” jelas I Ketut Wardananaya.

 

Lahan fasilitas parkir seluas 4 hektare tersebut, sempat akan digunakan Perusda Bali untuk usaha gas. Namun hingga saat ini belum ada kepastian kelanjutannya. Sehingga, saat ini digunakan untuk terminal parkir truk, pihaknya menerapkan retribusi bagi setiap truk yang parkir.

“Ada retribusinya kalau parkir di sana,” ujarnya.

 

Mengenai fasilitas landasan terminal yang hancur, pihaknya tidak bisa serta merta memperbaiki landasan. Karena dari status tanah bukan dari dinas perhubungan, melainkan bagian aset.

“Kondisinya memang sekarang hancur landasannya,” pungkas dia.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/