alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Setahun Menjabat, MPR, DPR, dan Menteri ke Jembrana, Ini Hasilnya

NEGARA, Radar Bali – Pasangan Bupati  Jembrana I Nengah Tamba dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, pada 26 Februari lalu genap setahun memimpin Kabupaten Jembrana. Dalam kurun waktu itu telah banyak capaian dan program pro rakyat dijalankan.

Pada awal menjabat, bupati dan wakil memfokuskan penanganan kesehatan serta pemulihan ekonomi dampak Pandemi Covid-19 sebagai prioritas yang ditangani.

Fokus kerja itu tanpa mengesampingkan pembangunan serta program pro rakyat lainnya yang harus tetap berjalan demi mensejahterakan masyarakat. Salah satu yang menjadi permasalahan adalah ketersediaan anggaran.

Karena Jembrana bukanlah kabupaten kaya dengan  PAD tinggi di Bali. Bukan alasan untuk menyerah, keterbatasan anggaran  tanpa pantang menyerah, bupati dan wakil bupati mencari solusi. Salah satunya melalui diplomasi anggaran dengan berjuang langsung ke pusat.

Pola komunikasi dan pendekatan itu secara intens dijalin oleh Bupati I Nengah  Tamba. Tercatat, kurun waktu setahun menjabat, Bupati Jembrana sudah bertemu dua pimpinan MPR, dua Menko serta enam menteri kabinet indonesia maju. Bahkan beberapa diantaranya secara khusus menyempatkan  datang langsung ke Jembrana.

Pimpinan tinggi negara itu di antaranya Ketua MPR RI  Bambang Soesetyo dan Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad. Keduanya bahkan pernah hadir langsung ke Jembrana.

Para petinggi negeri ini melihat langsung potensi yang ada di Jembrana dan berkomitmen membantu Jembrana agar semakin maju.

Tidak hanya legislatif, Bupati juga bertemu dengan para pembantu presiden. Mulai dari jajaran menteri koordinator, bahkan sudah sempat datang langsung ke Jembrana, diantaranya Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, serta Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Sedangkan menteri lain dari kabinet Indonesia maju, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri BUMN Erick Tohir, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Menteri Desa Abdul Halim Iskandar dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Beberapa menteri sudah datang langsung ke Jembrana. Hasilnya, perjuangan itu berbuah manis dengan raihan dana alokasi khusus (DAK) dari pusat yang cukup tinggi diraih Jembrana pada tahun anggaran 2022.

Untuk DAK Fisik, Jembrana digelontor anggaran sebesar Rp. 107.767.536.000. Sementara DAK non fisik nilainya mencapai Rp. 111.483.546.000.

Tidak hanya itu, berkat kedekatan dan komunikasi intens dijalin bupati asal Desa Kaliakah ini, dana CSR BUMN juga mengalir ke Jembrana. Pertama dan sudah disalurkan bantuan CSR senilai Rp 1,5 miliar dari PT Pertamina untuk pengembangan mangrove Jembrana. Berikutnya akan menyusul bantuan CSR dari Bank Mandiri yang diperkirakan mencapai 12 milyar untuk pabrik penyosohan beras.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengaku bersyukur atas capaian DAK di tengah-tengah kesulitan anggaran pembangunan akibat banyaknya anggaran baik dari pusat maupun daerah yang dialihkan ke penanganan  Pandemi Covid-19. Di tengah kesulitan itu, Kabupaten Jembrana masih mampu melakukan revitalisasi serta pembangunan fisik. Termasuk alokasi anggaran untuk menjalankan  berbagai program prioritas.

“Tentu saja bersyukur karena alokasi tahun ini ( DAK ) cukup besar dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Kita alokasikan untuk pembiayaan sektor prioritas seperti di bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur, pembiayaan industri kecil menengah, termasuk sektor kelautan dan perikanan,” ujarnya.

Kenaikan DAK  yang cukup signifikan itu  diperoleh pemerintah Kabupaten Jembrana , tidak lepas dari pendekatan yang dibangun Bupati dengan Menteri, wakil Menteri dan pejabat di pusat. Termasuk, dukungan  sinergi dan pola kordinasi yang baik antar  instansi dan lintas OPD.

“Tambahan alokasi DAK ini dapat mempercepat akselerasi pembangunan di Kabupaten Jembrana  yang pembiayaan pembangunannya yang masih terbatas,” pungkasnya.



NEGARA, Radar Bali – Pasangan Bupati  Jembrana I Nengah Tamba dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, pada 26 Februari lalu genap setahun memimpin Kabupaten Jembrana. Dalam kurun waktu itu telah banyak capaian dan program pro rakyat dijalankan.

Pada awal menjabat, bupati dan wakil memfokuskan penanganan kesehatan serta pemulihan ekonomi dampak Pandemi Covid-19 sebagai prioritas yang ditangani.

Fokus kerja itu tanpa mengesampingkan pembangunan serta program pro rakyat lainnya yang harus tetap berjalan demi mensejahterakan masyarakat. Salah satu yang menjadi permasalahan adalah ketersediaan anggaran.

Karena Jembrana bukanlah kabupaten kaya dengan  PAD tinggi di Bali. Bukan alasan untuk menyerah, keterbatasan anggaran  tanpa pantang menyerah, bupati dan wakil bupati mencari solusi. Salah satunya melalui diplomasi anggaran dengan berjuang langsung ke pusat.

Pola komunikasi dan pendekatan itu secara intens dijalin oleh Bupati I Nengah  Tamba. Tercatat, kurun waktu setahun menjabat, Bupati Jembrana sudah bertemu dua pimpinan MPR, dua Menko serta enam menteri kabinet indonesia maju. Bahkan beberapa diantaranya secara khusus menyempatkan  datang langsung ke Jembrana.

Pimpinan tinggi negara itu di antaranya Ketua MPR RI  Bambang Soesetyo dan Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad. Keduanya bahkan pernah hadir langsung ke Jembrana.

Para petinggi negeri ini melihat langsung potensi yang ada di Jembrana dan berkomitmen membantu Jembrana agar semakin maju.

Tidak hanya legislatif, Bupati juga bertemu dengan para pembantu presiden. Mulai dari jajaran menteri koordinator, bahkan sudah sempat datang langsung ke Jembrana, diantaranya Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, serta Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Sedangkan menteri lain dari kabinet Indonesia maju, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri BUMN Erick Tohir, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Menteri Desa Abdul Halim Iskandar dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Beberapa menteri sudah datang langsung ke Jembrana. Hasilnya, perjuangan itu berbuah manis dengan raihan dana alokasi khusus (DAK) dari pusat yang cukup tinggi diraih Jembrana pada tahun anggaran 2022.

Untuk DAK Fisik, Jembrana digelontor anggaran sebesar Rp. 107.767.536.000. Sementara DAK non fisik nilainya mencapai Rp. 111.483.546.000.

Tidak hanya itu, berkat kedekatan dan komunikasi intens dijalin bupati asal Desa Kaliakah ini, dana CSR BUMN juga mengalir ke Jembrana. Pertama dan sudah disalurkan bantuan CSR senilai Rp 1,5 miliar dari PT Pertamina untuk pengembangan mangrove Jembrana. Berikutnya akan menyusul bantuan CSR dari Bank Mandiri yang diperkirakan mencapai 12 milyar untuk pabrik penyosohan beras.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengaku bersyukur atas capaian DAK di tengah-tengah kesulitan anggaran pembangunan akibat banyaknya anggaran baik dari pusat maupun daerah yang dialihkan ke penanganan  Pandemi Covid-19. Di tengah kesulitan itu, Kabupaten Jembrana masih mampu melakukan revitalisasi serta pembangunan fisik. Termasuk alokasi anggaran untuk menjalankan  berbagai program prioritas.

“Tentu saja bersyukur karena alokasi tahun ini ( DAK ) cukup besar dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Kita alokasikan untuk pembiayaan sektor prioritas seperti di bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur, pembiayaan industri kecil menengah, termasuk sektor kelautan dan perikanan,” ujarnya.

Kenaikan DAK  yang cukup signifikan itu  diperoleh pemerintah Kabupaten Jembrana , tidak lepas dari pendekatan yang dibangun Bupati dengan Menteri, wakil Menteri dan pejabat di pusat. Termasuk, dukungan  sinergi dan pola kordinasi yang baik antar  instansi dan lintas OPD.

“Tambahan alokasi DAK ini dapat mempercepat akselerasi pembangunan di Kabupaten Jembrana  yang pembiayaan pembangunannya yang masih terbatas,” pungkasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/