alexametrics
28.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Terulang, Begal Paha dan Pantat Perempuan di Penyaringan Jembrana

NEGARA Kasus pelecehan seksual kembali terjadi di Jembrana, Bali. Belum terungkap pelaku pelecehan seksual berupa begal paha perempuan di Jalan Desa Perancak, kasus serupa terulang kembali. Kali ini, begal paha dan pantat perempuan yang sedang mengendarai sepeda motor terjadi di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Desa Penyaringan, Kamis (26/5) malam.

Korban pelecehan seksual berinisial PS, 25, menjadi korban pelecehan pada Kamis malam sekitar pukul 19.40 WITA. Sebelum kejadian, korban yang mengendarai motor sendiri dari arah barat atau arah dari Denpasar menuju ke timur.

“Saya pulang dari home service, karena malam bawa motor pelan,” kata perempuan pemilik salon kecantikan ini, Jumat (27/5).

Saat tiba di patung kuda simpang tiga Desa Penyaringan, tiba-tiba ada yang mengikuti dari belakangnya. Karena tidak curiga pelaku kejahatan, korban tetap melaju pelan. Namun tiba-tiba, saat jalan sepi di depan gudang Bulog, motor yang mengikuti mendekat dan pelaku meraba bagian paha korban.

“Saya kaget, langsung pelan mundur,” ujarnya.

Karena korban pelan, pelaku yang ada di depan juga pelan. Korban kemudian menyalip pelaku, tiba-tiba pelaku mendekati korban dan meremas pantatnya.

Setelah peristiwa itu, pelaku kemudian pergi ke arah timur dan berbelok ke kiri di simpang tiga Banjar Tembles.

Mengenai maraknya kejahatan di jalanan seperti pelecehan seksual berupa begal paha dan pantat di jalan pada pengendara motor, terutama perempuan, menjadi perhatian khusus aparat kepolisian.

“Berkaitan dengan kejahatan jalanan, sejak awal saya sudah menyampaikan, karena terjadi di daerah lain. Untuk mengantisipasi terjadi di wilayah Jembrana melalukan patroli yang terus kita galakkan,” ujar Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana.

Selain patroli yang dilakukan personel dari kepolisian, bekerjasama dengan masyarakat, terutama pecalang dan desa adat sebagai kearifan lokal di wilayah.

“Patroli rahayu dengan menyalakan lampu cahaya biru pada mobil patroli baik malam dan pagi hari, sehingga bisa mengurangi kesempatan pelaku  melakukan tindakan kejahatan,” tegasnya.

Kapolres mengimbau masyarakat untuk menginformasikan kepada aparat keamanan jika ada kejadian kejahatan yang dialami. Karena menurut Kapolres, informasi tersebut penting untuk memetakan tempat-tempat yang rawan dan harus diantisipasi. Sehingga bisa diawasi untuk mencegah kejadian yang lebih fatal. (bas)



NEGARA Kasus pelecehan seksual kembali terjadi di Jembrana, Bali. Belum terungkap pelaku pelecehan seksual berupa begal paha perempuan di Jalan Desa Perancak, kasus serupa terulang kembali. Kali ini, begal paha dan pantat perempuan yang sedang mengendarai sepeda motor terjadi di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Desa Penyaringan, Kamis (26/5) malam.

Korban pelecehan seksual berinisial PS, 25, menjadi korban pelecehan pada Kamis malam sekitar pukul 19.40 WITA. Sebelum kejadian, korban yang mengendarai motor sendiri dari arah barat atau arah dari Denpasar menuju ke timur.

“Saya pulang dari home service, karena malam bawa motor pelan,” kata perempuan pemilik salon kecantikan ini, Jumat (27/5).

Saat tiba di patung kuda simpang tiga Desa Penyaringan, tiba-tiba ada yang mengikuti dari belakangnya. Karena tidak curiga pelaku kejahatan, korban tetap melaju pelan. Namun tiba-tiba, saat jalan sepi di depan gudang Bulog, motor yang mengikuti mendekat dan pelaku meraba bagian paha korban.

“Saya kaget, langsung pelan mundur,” ujarnya.

Karena korban pelan, pelaku yang ada di depan juga pelan. Korban kemudian menyalip pelaku, tiba-tiba pelaku mendekati korban dan meremas pantatnya.

Setelah peristiwa itu, pelaku kemudian pergi ke arah timur dan berbelok ke kiri di simpang tiga Banjar Tembles.

Mengenai maraknya kejahatan di jalanan seperti pelecehan seksual berupa begal paha dan pantat di jalan pada pengendara motor, terutama perempuan, menjadi perhatian khusus aparat kepolisian.

“Berkaitan dengan kejahatan jalanan, sejak awal saya sudah menyampaikan, karena terjadi di daerah lain. Untuk mengantisipasi terjadi di wilayah Jembrana melalukan patroli yang terus kita galakkan,” ujar Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana.

Selain patroli yang dilakukan personel dari kepolisian, bekerjasama dengan masyarakat, terutama pecalang dan desa adat sebagai kearifan lokal di wilayah.

“Patroli rahayu dengan menyalakan lampu cahaya biru pada mobil patroli baik malam dan pagi hari, sehingga bisa mengurangi kesempatan pelaku  melakukan tindakan kejahatan,” tegasnya.

Kapolres mengimbau masyarakat untuk menginformasikan kepada aparat keamanan jika ada kejadian kejahatan yang dialami. Karena menurut Kapolres, informasi tersebut penting untuk memetakan tempat-tempat yang rawan dan harus diantisipasi. Sehingga bisa diawasi untuk mencegah kejadian yang lebih fatal. (bas)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/