alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Tiket Hangus Tak Berlaku, Pemudik Diminta Tak Beli di Gilimanuk

NEGARA – General manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Hasan Lessy mengatakan, banyak pengguna jasa yang antre untuk membeli tiket di tempat penjualan tiket hingga membuat jalan macet. Pihaknya menekankan agar pengguna jasa penyeberangan membeli tiket mandiri tidak di Gilimanuk. Apalagi, sudah ada kebijakan selama mudik, tiket hangus tidak berlaku.

Dikatakan, penjualan tiket secara online sudah berlangsung tiga tahun terakhir. Sehingga pengguna jasa penyeberangan bisa membeli tiket jauh-jauh hari dan menyiapkan persyaratan perjalanan.

Karena kondisi arus antrean yang macet, pihaknya memberlakukan tidak ada tiket yang hangus. Jika sebelumnya hanya berlaku 5 jam, selama arus mudik ini tidak ada pembatasan waktu penggunaan tiket.

“Kalau kondisi saat ini sudah ada kesepakatan, tiket tidak gangguan,” tegasnya.

Hasan juga menambahkan, pihaknya juga melakukan antisipasi antrean melibatkan seluruh instansi terkait, mulai dari TNI dan Polri serta instansi terkait di dalam Pelabuhan Gilimanuk. Pihaknya fokus penguraian pada antrean yang ada. Salah satunya mempercepat port time atau waktu bongkar muat kapal. Dari awalnya diwaktu normal 45 menit, karena situasi padat kendaraan dipercepat hanya 32 menit.

“Dengan percepatan pergerakan kapal tersebut, maka antrean bisa terurai,” tegasnya.

Mengenai penambahan kapal, merupakan opsi terakhir. Sampai sore kemarin, kapal yang dioperasikan masih 28 unit kapal dengan 8 trip Gilimanuk – Ketapang. Apabila peningkatan signifikan dan tidak bisa terurai lagi antrean, maka akan ditambah jumlah kapal yang beroperasi.

Menurutnya, dalam mengatur jumlah kapal yang beroperasi, pihaknya menggunakan tiga pola. Pola normal, dimana setiap harinya operasikan 28 kapal dengan port time 45 menit. Apabila sudah padat akan ada penambahan trip dan pengurangan waktu port time dari awal 45 menit menjadi 30, menit. Apabila sangat padat, berarti ketika kapal sudah penuh langsung berangkat.

“Tidak ada lagi menunggu jadwal. Kita juga bisa melihat kondisi kapal. Kapal besar akan dioperasikan,” tegasnya. (bas)



NEGARA – General manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Hasan Lessy mengatakan, banyak pengguna jasa yang antre untuk membeli tiket di tempat penjualan tiket hingga membuat jalan macet. Pihaknya menekankan agar pengguna jasa penyeberangan membeli tiket mandiri tidak di Gilimanuk. Apalagi, sudah ada kebijakan selama mudik, tiket hangus tidak berlaku.

Dikatakan, penjualan tiket secara online sudah berlangsung tiga tahun terakhir. Sehingga pengguna jasa penyeberangan bisa membeli tiket jauh-jauh hari dan menyiapkan persyaratan perjalanan.

Karena kondisi arus antrean yang macet, pihaknya memberlakukan tidak ada tiket yang hangus. Jika sebelumnya hanya berlaku 5 jam, selama arus mudik ini tidak ada pembatasan waktu penggunaan tiket.

“Kalau kondisi saat ini sudah ada kesepakatan, tiket tidak gangguan,” tegasnya.

Hasan juga menambahkan, pihaknya juga melakukan antisipasi antrean melibatkan seluruh instansi terkait, mulai dari TNI dan Polri serta instansi terkait di dalam Pelabuhan Gilimanuk. Pihaknya fokus penguraian pada antrean yang ada. Salah satunya mempercepat port time atau waktu bongkar muat kapal. Dari awalnya diwaktu normal 45 menit, karena situasi padat kendaraan dipercepat hanya 32 menit.

“Dengan percepatan pergerakan kapal tersebut, maka antrean bisa terurai,” tegasnya.

Mengenai penambahan kapal, merupakan opsi terakhir. Sampai sore kemarin, kapal yang dioperasikan masih 28 unit kapal dengan 8 trip Gilimanuk – Ketapang. Apabila peningkatan signifikan dan tidak bisa terurai lagi antrean, maka akan ditambah jumlah kapal yang beroperasi.

Menurutnya, dalam mengatur jumlah kapal yang beroperasi, pihaknya menggunakan tiga pola. Pola normal, dimana setiap harinya operasikan 28 kapal dengan port time 45 menit. Apabila sudah padat akan ada penambahan trip dan pengurangan waktu port time dari awal 45 menit menjadi 30, menit. Apabila sangat padat, berarti ketika kapal sudah penuh langsung berangkat.

“Tidak ada lagi menunggu jadwal. Kita juga bisa melihat kondisi kapal. Kapal besar akan dioperasikan,” tegasnya. (bas)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/