Petani di Bangli Minta Program Irigasi Berlanjut, Aliran Air Lancar, Target Panen 2 Kali Setahun

BANGLI, radarbali.id — Program rehabilitasi jaringan irigasi melalui Instruksi Presiden (Inpres) Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Bangli, Bali, menuai apresiasi luas dari kalangan petani.
Infrastruktur pengairan yang sebelumnya rusak akibat longsor dan gerusan air kini kembali berfungsi optimal, mendongkrak debit air, serta memulihkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Proyek strategis nasional ini merupakan bagian dari Rehabilitasi Jaringan Utama Daerah Irigasi Kewenangan Pemerintah Daerah Wilayah Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida Paket 1 Tahun Anggaran 2025. Dengan nilai kontrak mencapai sekitar Rp134 miliar yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero), proyek ini menjangkau tujuh kabupaten di Provinsi Bali.
Yakni Klungkung, Gianyar, Bangli, Badung, Tabanan, Buleleng, dan Jembrana, guna memperkuat ketahanan pangan daerah.
Khusus di Kabupaten Bangli, intervensi pemerintah dipusatkan pada sembilan titik krusial dengan total panjang penanganan mencapai 7.635 meter.
Lokasi tersebut meliputi Subak Manuk, Tampuagan, Aya, Pembungan, Bangbanglet, Uma Selat, Tembuku, Bekutel, dan Apuan.

Pulihkan Produktivitas Pertanian
Dampak positif rehabilitasi ini dirasakan langsung oleh ratusan petani di Kecamatan Tembuku. Saluran di Subak Tampuagan, Desa Peninjoan, yang sebelumnya kerap mengalami gangguan akibat cuaca ekstrem dan longsor, kini telah mengalirkan air secara lancar ke lahan-lahan pertanian warga.
"Para petani sangat terbantu dengan adanya proyek irigasi ini karena debit air yang mengairi sawah makin besar. Dulu petani sempat kesulitan air hingga susah tidur, tapi sekarang sudah bisa panen pada bulan September lalu dan November ini kembali menanam padi," ujar I Ketut Sirka, Kelian Subak Puluai Tampuagan, saat ditemui di tengah Subak di Bangli, Selasa (3/11/2026).



