NEGARA - Kapal motor penumpang (KMP) Trisna Dwitya mengalami kandas di Selat Bali, tepatnya sekitar 1,5 mil dari Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (18/7) malam. Hingga Rabu (19/7) siang, kapal yang duduk manis di atas gundukan pasir di tengah laut akhirnya berhasil ditarik. Sementara, penumpang kapal sudah dievakuasi ke darat Rabu dini hari.
Koordinator Satuan Pelaksana Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Gilimanuk, I Nyoman Agus Sugiarta menjelaskan, KMP Trisna Dwitya mengalami kandas sekitar pukul 20.40 WITA. Kapal yang bertolak dari Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 17.35 WITA, saat hendak bersandar di Palabuhan Gilimanuk terjadi angin kencang terjadi dan arus kuat membuat kapal terseret. "Haluan kapal tidak bisa terkendali karena arus kuat ke utara dan angin kencang," jelasnya.
Kapal terseret arus kuat ke udara hingga ke perairan dangkal karena gundukan pasir di tengah laut, tepatnya sebelah timur lampu merah. Agar kapal tidak terseret arus lebih jauh di perairan Teluk Gilimanuk, kapal menurunkan ramp door haluan.
Hingga Rabu siang kemarin, KMP Trisna Dwitya dinakhodai oleh Tri Ananda Basma Bimantara masih berada di tengah laut. Muatan kapal sebanyak 18 unit kendaran, terdiri dari 5 unit sepeda motor, 1 unit truk, 8 unit tronton dan 4 unit truk besar, masih berada dalam kapal.
Sedangkan penumpang sebanyak 22 orang sudah dievakuasi ke darat menggunakan kapal KP. XI-2006 Tanjung Rening milik Satpolairud Polres Jembrana. Sebagian awak kapal berada di kapal menunggu evakuasi kapal. "Seluruh penumpang kapal sudah di evakuasi dan saat ini penumpang di berikan tempat beristirahat di ruang VIP ASDP menunggu proses evakuasi kapal," ujarnya.
Proses evakuasi kapal dilakukan dengan menarik dengan KMP SMS Swakarya. Namun hingga Rabu pagi upaya penarikan kapal masih belum membuahkan hasil. Bahkan tali yang digunakan untuk menarik sempat putus. Akhirnya, setelah 15 jam kapal duduk manis di atas pasir di tengah laut, penarikan kapal berhasil Rabu siang sekitar pukul 12.51 WITA.
Setelah penarikan selesai, terjadi masalah lain. Tali yang digunakan untuk menarik KMP Trisna Dwitya melilit KMP SMS Swakarya hingga membuat satu mesin kapal mati. Akibatnya, sandar KMP Trisna Dwitya menunggu KMP SMS Swakarya melepas tali yang melilit bagian bawah kapal.
Kemudian KMP Trisna Dwitya yang kandas sandar di LCM Pelabuhan Gilimanuk untuk bongkar muatan. "Setelah dibongkar muatannya, nanti akan dibuat berita acara dan pengecekan kondisi kapal," terangnya.
Agus menambahkan, selain satu kapal yang kandas karena angin kencang dan arus kuat, Pelabuhan Gilimanuk sempat ditutup selama 2 jam pada Selasa malam. Penutupan pelabuhan dari pukul 21.55 wita dikarenakan angin kencang mencapai 25-30 Knot dan tinggi gelombang 2,5 dan 3 meter. Pelabuhan kembali beroperasi pukul 23.55 WITA, saat cuaca sudah membaik.
Selain itu, sebelum dilakukan penutupan operasional pelabuhan dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk juga sempat mengalami top surut sehingga membuat pemuatan dan bongkar muat pada dermaga LCM tidak normal. "Antrean kendaraan karena top surut dan penutupan pelabuhan, tidak sampai membuat antrean keluar hingga Jalan Gilimanuk - Denpasar. " Antrean hanya di dalam kantong parkir pelabuhan dan terminal manuver," terangnya.
Editor : Donny Tabelak