GIANYAR, Radar Bali.id-I Putu Bagus Trisna Hadibrata, alias Bombom baru saja menikah di bulan Oktober 2023 lalu. Pada Sabtu (3/2/2024) malam, pria berusia 34 tahun dengan bobot berat tubuh 210 kg itu menghembuskan nafas terakhirnya.
Sebelumnya, tubuh Bombom harus dievakuasi dari kamar rumahnya di Banjar Serongga Tengah, Desa Serongga, Gianyar oleh tim BPBD Kabupaten Gianyar.
Petugas harus mengangkut tubuhnya menggunakan mobil pick up ke rumah sakit karena obesitas yang dialaminya.
Wadir Umum RSUD Sanjiwani Putu Awan Saputra mengatakan, saat Bombom dievakuasi ke rumah sakit, kondisinya sudah gagal nafas. Namun, pihak medis sempat melakukan upaya darurat, namun tak berhasil..
"Diberi tindakan maksimal kejut jantung, tidak ada respons. Pasien obesitas Bombom sudah meninggal jam 22.16 WITA kemarin malam," katanya Minggu (4/2). Setelah dinyatakan meninggal dunia, pihak keluarga lalu menitipkan sementara jasad Bombom di rumah duka RSUD Sanjiwani Gianyar.
Sebelum dilarikan ke rumah sakit, pada Jumat (2/2), Bombom sempat mengalami sakit di rumahnya. Bahkan saat itu, pihak keluarga meminta bantuan petugas BPBD Gianyar untuk mengangkat tubuh Bombom dari kasur ke kasur yang lain yang lebih nyaman. Namun pada Sabtu malam, kesadaran Bombom mulai menurun.
Hingga akhirnya pihak keluarga kembali menghubungi pihak BPBD untuk mengevakuasi Bombom ke rumah sakit.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gianyar Ida Bagus Putu Suamba m ngungkap, proses evakuasi dilakukan melibatkan beberapa pihak. Mulai dari TRC, Damkar dan juga dibantu oleh warga sekitar rumah Bombom.
""Pukul 22.36 Sudah tiba Di RS Sanjiwani dan sudah ditangani Tim Medis," terang Suamba. Namun akhirnya di rumah sakit, Bombom dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, di rumah duka yang terletak di Banjar Serongga Tengah, Desa Serongga, Gianyar, Kadek yang merupakan adik dari Bombom mengatakan pihak keluarga masih melakukan rembug untuk menentukan tanggal upacara dan mengurusi segala sesuatu terkait wafatnya Bombom. Kadek juga menceritakan, bahwa sang kakak menderita asam urat tinggi sejak belakangan ini.
"Kayaknya baru-baru ini (menderita asam urat," ujar Kadek. Sebelumnya pernikahan antara I Putu Bagus Trisna alias Bombom, 34 dan Ayu Parianti, 38 viral di media sosial. Mereka melangsungkan pernikahan pada tanggal 16 Oktober 2023 di di Griya Pemacekan, Siangan, Gianyar. Untuk diketahui, bobot berat badan Bombom sendiri 215 KG. Sementara istrinya 120 KG.
Ditemui di kediaman mereka di Banjar Serongga Tengah, desa Serongga, Gianyar pada Kamis (19/10/2023) lalu, Bombom tak menyangka pernikahan mereka menjadi viral.
Bahkan di akun media sosial TikTok milik Bombom, video pernikahan mereka ditonton ratusan ribu kali. Sementara di sejumlah akun Instagram, video dan foto pernikahan mereka direpost berulangkali.
"Saya kaget juga. Baru diunggah di tiktok dan dotonton ratusan ribu kali," katanya saat itu. Dikisahkannya bahwa dia dan istrinya telah saling kenal sekitar 10 tahun lalu. Dari sana, keduanya menjalin asmara. Menariknya sejak saling kenal, bobot tubuhnya sudah seperti sekarang ini. Kendati begitu, sang istri yang saat itu menjadi kekasihnya menerima kondisi Bombom.
"Sebenarnya dari dulu pengen nikah. Tapi ada aja kendala. Kendala uang, dan 2021 tyang ijin sama ibuk. Setelah dua bulan kemudian ibu saya gak ada. Uang dah terkumpul akhirnya terpending lagi. Tahun berikutnya, adik sepupu tyang menikah. Tyang dilangkahi dua orang yang sudah menikah. Dan akhirnya bulan ini dapat jadwalnya tanggal 16 Oktober," bebernya.
Persiapan pernikahan mereka dilakukan cukup singkat dalam waktu 10 hari. Bombom menjelaskan, bobot tubuhnya memang sudah bongsor sejak kecil. Bahkan saat duduk di bangku SD, bobot tubuhnya sudah 100 KG. Lalu seiring waktu, dan usia bertambah, bobot tubuhnya kian bertambah. Meski memiliki bobot tubuh jumbo, Bombom tetap melakukan aktivitas biasa.
Bahkan dia pun berangkat kerja dari rumahnya di Gianyar ke Denpasar dengan mengendarai sepeda motor. Selain itu, mahasiswa Fakultas Hukum Udayana itu juga aktif dalam dunia musik. Dia sudah mengeluarkan dua almbum musik bersama bandnya, Bombom Band. Bombom berpendapat, bahwa keterbatasan tak bisa membatasi orang untuk menikah. Termasuk dirinya dan orsng-orsng di luar sana yang memiliki berat badan yang sama.
" 6 bulan lalu tyang timbang 215 Kg. Sempat lebih dari ini juga. Tetapi ada dorongan dari istri untuk menurunkan. Dimana sempat 228 KG," imbuhnya. Sementara itu, pada kesempatan yang sama, sang istri Ayu Patianti mengatakan, awal perkenalan keduanya 10 tahun lalu bermula dari aplikasi media sosial bernama Beetalk.
Dari perkenalan itu, mereka lalu bertemu empat mata pertamakalinya di Kota Gianyar. "10 tahun pacaran, tapi putus nyambung. Banyak rintangan. Jujur, sekarang masih kek mimpi dimana akhirnya kami bisa bersatu sampai maut memisahkan," ujar Parianti.
Patianti bekerja di sebuah kantor ekspedisi di Denpasar. Sedangkan Bagus Trisna memiliki usaha sendiri di bilangan Sanur, Denpasar.
Di mata Patianti, Bombom merupakan sosok yang baik dan pengertian. "Saya sejauh ini gak pernah melihat di dari fisik. Saya melihat dia dari hati dan tanggungjawabnya. Walaupun orang di luar sana melihatnya sebelah mata. Saya sudah memahami karena sudah mempelajari kepribadian dia sejak lama," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita