DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Puluhan sopir pariwisata di Bali yang tergabung dalam organisasi Forum Perjuangan Driver Pariwisata Bali menagih janji DPRD Bali menagih janji DPRD Bali pembuatan raperda soal angkutan yang mengatur soal transportasi online dan maraknya kendaraan yang memakai plat luar Bali. Salah satu yang krusial adalah perang tarif yang murah.
Ironisnya, saat aksi damai itu, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya memberikan sambutan dan minta izin meninggalkan forum karena akan kondangan mepandes ke Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa langsung disemprot salah satu peserta aksi.”Kami rakyat, menunggu bapak kalau tidak kita tunda juga pertemuan ini,” ucapnya.
Karena ada protes itu, akhirnya Dewa Jack tidak menjadi izin kondangan dan mengikuti hingga rapat selesai.
Baca Juga: Baru Sehari Menduda Pratama Arhan Langsung Dilamar Cewek Ini Netizen: Cantik Banget
Koordinator Forum Perjuangan Driver Pariwisata Bali Made Darmayasa mempertanyakan janji DPRD Bali yang menyebut enam bulan menuntaskan raperda, tapi tidak ada titik terang.”Jor- joran nangun sat kerthi loka Bali, tapi Pariwisata dieksploitasi, bukannya keunikan Bali adalah budaya dan tradisi,” sentil Darmayasa.
Darmayasa mempertegaskan sampai kapan enam tuntutan mereka dikabulkan? Mereka meminta kenapa tidak menerbitkan surat keputusan (SK) untuk menuntaskan masalah perang tarif murah dan kendaraan plat luar Bali yang masih banyak beroperasi mencari penumpang di Bali.” Kenapa tidak buat SK bisa hal lebih cepat,” ketusnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya (Dewa Jack) menjanjikan raperda soal angkutan tuntas sebulan lagi. Targetnya Senin depan disidangkan (1/9) penyampaian untuk pengajuan raperda karena menjadi inisiatif DPRD Bali.”Kami akan undang bahas per bab di sana biro hukum, aplikator, dishub juga disana,” ungkapnya.
Baca Juga: Bahaya Cacingan Mengancam, Dinas Kesehatan Provinsi Bali Bagikan Obat Masal
Diakuinya, pembahasan mengalami kemoloran karena DPRD Bali sibuk perayaan HUT Kemerdekaan dan HUT Pemprov Bali. Hadir juga Wakil Ketua DPRD Bali I Wayan Disel Astawa menjanjikan raperda akan selesai satu bulan.”Mudah-mudahan bisa selesai satu bulan saja. Di dalamnya ada teman teman membahas,” ungkap.***
Editor : M.Ridwan