Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

APWI Gelar Rapat Regional II, Bali Dorong Sinergi Transformasi Profesi Widyaiswara

Maulana Sandijaya • Minggu, 18 Januari 2026 | 20:05 WIB
TRANSFORMASI: Ns. Gede Wardana, S.Kep., MAHSM, Sekretaris I APWI Bali (kiri), mewakili Ketua Umum APWI Bali dalam Rapat Regional II wilayah Jawa, Bali, NTB, dan Kalimantan.
TRANSFORMASI: Ns. Gede Wardana, S.Kep., MAHSM, Sekretaris I APWI Bali (kiri), mewakili Ketua Umum APWI Bali dalam Rapat Regional II wilayah Jawa, Bali, NTB, dan Kalimantan.

DENPASAR, Radar Bali – Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI) wilayah Jawa, Bali, NTB dan Kalimantan menggelar Rapat Regional II secara daring pada Kamis (15/1/2026). Agenda ini menjadi forum konsolidasi tahunan yang krusial untuk memperkuat arah dan strategi pengembangan profesi widyaiswara di tengah tantangan reformasi birokrasi dan perkembangan era digital.

Hadir dalam rapat ini para pengurus dan anggota APWI dari berbagai provinsi di Indonesia tengah dan timur. Provinsi Bali sendiri mendapat kehormatan untuk menyampaikan paparan strategis mewakili wilayah, yang disampaikan oleh Ns. Gede Wardana, S.Kep., MAHSM, Sekretaris I APWI Bali, mewakili Ketua Umum APWI Bali.

Dalam paparannya, Gede Wardana menegaskan pentingnya kembali ke identitas kolektif dan tujuan bersama, dalam membangun organisasi profesi widyaiswara. Ia menyampaikan, APWI harus menjadi rumah bersama bagi para penggerak SDM aparatur bangsa, bukan sekadar simbol formalitas keanggotaan.

“APWI jangan hanya kuat di simbol, tapi lemah di substansi. Mari kita kuatkan peran sebagai katalisator transformasi pembelajaran. Kami di Bali sedang mengembangkan model sinergi antar anggota, baik dalam bidang diklat, riset, maupun advokasi profesi,” tegasnya di hadapan peserta rapat regional.

Dalam dokumen resmi yang turut disampaikan, APWI Bali mengusulkan beberapa arah strategis, yakni penataan organisasi internal dan nomenklatur secretariat, pembentukan divisi/divisi tematik berbasis kebutuhan nyata anggota, penguatan sistem kerja kolaboratif antar provinsi, pengembangan agenda benchmarking antar-Widyaiswara, dan rogram publikasi bersama dan penguatan literasi profesi.

Gede Wardana juga menekankan bahwa penguatan profesionalisme widyaiswara tidak hanya diukur dari jumlah jam pelajaran (JPL), tetapi juga dari kualitas kontribusi terhadap perubahan nyata di lapangan.

Agenda ini juga membahas arah persiapan menuju Musyawarah Nasional (Munas) APWI, termasuk respons terhadap perubahan regulasi pasca disahkannya UU ASN terbaru. Bali mendorong agar Munas menjadi momentum konsolidasi nilai, bukan sekadar pemilihan struktural.

“Kita tidak bisa menunggu regulasi sempurna untuk bergerak. Justru APWI harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyempurnakan regulasi terkait pengembangan kompetensi ASN,” ujar Gede Wardana dalam sesi diskusi.

Mengakhiri paparannya, Sekretaris I APWI Bali tersebut mengajak seluruh peserta rapat untuk menjadikan APWI sebagai gerakan pembelajaran nasional.

“Kita bukan hanya pelatih, tapi pelopor. Bukan hanya fasilitator, tapi juga pembelajar sepanjang hayat. Mari kita kembali ke akar: menjadi ‘penggerak manusia’ dengan semangat Learn, Lead, Liberate,” pungkasnya, menyitir semboyan khas Professional Academy Bali yang turut ia rintis. ***

 

Editor : Maulana Sandijaya
#Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia #bali #munas #APWI