Rabu, 26 Jan 2022
Radar Bali
Home / Dwipa
icon featured
Dwipa
Pengunduran Diri Dokter Di RSUD Gema Santi

Ternyata Ini Besaran Gaji Dokter Kandungan yang Dibilang Kecil

Hasil di Luar Nusa Penida Bisa Rp100 Juta

02 Desember 2021, 11: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Ternyata Ini Besaran Gaji Dokter Kandungan yang Dibilang Kecil

Ilustrasi, dokter. (Jawapos.com)

Share this      

SEMARAPURA – Seorang dokter spesialis kandungan dan kebidanan yang dikontrak Pemprov Bali untuk ditempatkan di RSUD Gema Santi, Nusa Penida resmi mengundurkan diri per 1 Desember 2021.

Pengunduran diri dokter spesialis kandungan dan kebidanan ini disebut-sebut karena gaji yang diberikan Pemprov Bali terbilang kecil.

“Dokter spesialis kontrak Pemprov Bali memutuskan mengundurkan diri lantaran gaji yang kecil,” kata Direktur UPTD. RSUD Gema Santi Nusa Penida, dr. I Ketut Rai Sutapa, Selasa (30/11).

Baca juga: Lanud I Gusti Ngurah Rai Gelar Nobar Film Kadet 1947

Lantas, berapa sebetulnya besaran gaji yang diterima dokter spesialis kandungan dan kebidanan yang dikontrak Pemprov Bali untuk ditempatkan Nusa Penida itu? Sumber dari Pemkab Klungkung kepada radarbali.id menyebutkan, gaji yang diberikan belasan juta.

“Gajinya Rp14 juta per bulan,” kata sumber ini.

Memang, kelihatannya, gaji dokter spesialis kandungan dan kebidanan ini dibandingkan dengan profesi lain tergolong cukup besar. Sudah lumayan.

Namun, menurut sumber ini, penghasilan dokter spesialis kandungan dan kebidanan bila berada di Bali daratan, bukan di Nusa Penida, bisa mencapai Rp100 juta per bulan.

“Kalau di luar Nusa Penida penghasilan dokter spesialis kandungan dan kebidanan bisa sampai Rp100 juta per bulan,” jelasnya.

Menurut sumber ini, bisa jadi alasan potensi penghasilan yang lebih besar di Pulau Bali daripada di Pulau Nusa Penida, menjadi alasan dokter tersebut memilih mengundurkan diri.

Sebelumnya, Rai Sutapa menjelaskan, di UPTD RSUD Gema Santi Nusa Penida awalnya punya dua dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Dua dokter spesialis kandungan itu direkrut dari Program Bantuan Pendidikan Dokter Spesialis/Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PDS/PDGS), dan tenaga kontrak Pemprov Bali.

Namun, dokter spesialis program bantuan PDS/PDGS yang mulai bertugas sejak 1 Desember 2020 memiliki masa tugas hanya 1 tahun sehingga berakhir pada 30 November 2021.

Sedangkan a dokter spesialis kontrak Pemprov Bali resmi mengundurkan diri per 1 Desember 2021 karena gajinya dianggap kecil.

Alhasil, UPTD. RSUD Gema Santi Nusa Penida per 1 Desember 2021 terjadi kekosongan dokter spesialis kandungan. Akibatnya, pasien yang membutuhkan penanganan dari dokter spesialis kandungan dan kebidanan terancam belum dapat terlayani.

(rb/ayu/yor/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia