Rabu, 26 Jan 2022
Radar Bali
Home / Dwipa
icon featured
Dwipa
Geger TNI Bunuh Diri di Tukad Bangkung

Korban Gantung Diri, Ternyata Prada Trika Ditinggal Ibu Sejak Kecil

06 Desember 2021, 10: 22: 51 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Korban Gantung Diri, Ternyata Prada Trika Ditinggal Ibu Sejak Kecil

Foto kiri, Prada I Nyoman Trika Daryanta saat sudah menjadi prajurit TNI. Foto kanan, Nyoman Trika saat masih berusia 10 tahun. Dia sudah ditinggal ibu sejak kecil. (IST)

Share this      

TABANAN – Prada I Nyoman Trika Daryanta, korban tewas gantung diri di jembatan Tukad Bangkung, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung ternyata sejak kecil ditinggal mati ibu.

Artinya, pemuda asal Banjar Selanbawak Kelod, Desa Selanbawak, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, itu sudah menjadi piatu sejak kecil. 

Diketahui, jasad prajurit TNI asal Banjar Selanbawak Kelod, Desa Selanbawak, Marga, Tabanan ini ditemukan pertama kali oleh salah satu pengguna jalan yang kebetulan melintas, lalu berhenti untuk beristirahat sejenak sekitar pukul 08.45.

Pengguna jalan yang dimaksud itu sempat duduk beristirahat di pinggir jembatan. Ketika beristirahat di pinggir jalan itulah terlihat seutas tali yang terikat di tiang lampu. Lantaran penasaran, dilihatlah tali itu ke bawah jembatan.

Baca juga: INGAT! Tak Boleh Lengah, Waspadai Varian Baru Covid

Ternyata di ujung tali itu terdapat orang sedang tergantung di bawah jembatan. Temuan itu menjadi geger. Sejumlah warga langsung dipanggil dan mendekat ke lokasi.

Warga melaporkan ke pihak Polsek Petang, Badung. Diduga Nyoman Trika Daryanta bunuh diri dengan cara menjerat lehernya dengan tali, kemudian terjun dari jurang di bawah jembatan.


Setelah jasad dievakuasi ke atas jembatan, selanjutnya dibawa ke Puskesmas Petang II dengan Ambulans PMI Kabupaten Badung. Setelah pemeriksaan medis, jenazah dibawa ke rumah duka di Desa Selanbawak, Marga, Tabanan.

Terkait kematian ibu korban, Perbekel (kepala desa) Selanbawak, I Made Merta, Minggu (5/12) mengungkapkan bahwa ibunda Prada Trika Daryanta memang meninggal dunia karena kanker. Saat itu, I Nyoman Trika Daryanta masih kecil.

“Ibunya sudah meninggal sejak dia kecil,” kata Merta.

Akhirnya, lanjut Merta, Nyoman Trika pun diasuh ayahnya. Bahkan, selama ini korban kerap berpindah tinggal. Selain kadang tinggal dengan ayahnya di Desa Selanbawak, juga kerap mengikuti keluarga dari ibunya yang menurut Merta di sekitar Kecamatan Pupuan. 

“Keluarga ibunya kalau gak salah di wilayah Pupuan," ungkap dia.

Merta turut bersedih atas kepergian warganya tersebut.

"Sebenarnya saya sangat senang mendengarnya ketika dikabarkan lulus pendidikan (TNI), tapi kasihan sekali baru dengar kabar itu (gantung diri korban) kemarin," pungkas Merta.

(rb/jul/yor/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia