Kamis, 02 Dec 2021
Radar Bali
Home / Dwipa
icon featured
Dwipa

Puncak Pelebon Ida Pedanda Nabe Gede Dwija Ngenjung Jadi Sorotan

Disaksikan Ribuan Orang Meski Masih PPKM

09 Oktober 2021, 01: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Puncak Pelebon Ida Pedanda Nabe Gede Dwija Ngenjung Jadi Sorotan

Suasana puncak prosesi upacara palebon Ida Pedanda Nabe Gede Dwija Ngenjung dari Griya Gede Keniten, Sanur, Denpasar Selatan, Jumat (8/10) (Adrian Suwanto)

Share this      

DENPASAR-Prosesi upacara palebon Ida Pedanda Nabe Gede Dwija Ngenjung dari Griya Gede Keniten, Sanur, Denpasar Selatan, Jumat (8/10) jadi sorotan warga.

Sorotan ini menyusul dengan gelaran puncak pelaksanaan palebon yang digelar meriah dan sangat ramai meski masih dalam masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, meski penyelenggara acara sudah menerapkan protocol kesehatan (prokes) secara ketat, namun saat prosesi upacara pelebon kemarin sempat mengundang kerumunan warga.

Baca juga: Enam Atlet Bali di PON Papua Positif Covid-19

Banyak warga khususnya di area Denpasar yang menyaksikan iringan bade setinggi 16 meter saat prosesi puncak pelebon.

Selain bade menjulang tinggi, ada juga lembu putih setinggi 10 meter.

Terkait ramainya prosesi pelebon, putra mendiang, Ida Bagus Gede Agung Sidharta Putra menyatakan jika pihaknya sudah sangat mengurangi peserta yang terlibat.

Dijelaskan, rangkaian palebon dimulai dengan prosesi di dalam griya. Selanjutnya, sekitar pukul 12.30 WITA jenazah dinaikkan ke dalam bade.


“Kami mengurangi sekali atau meminimalisir peserta. Acara diatur per grup. Satu grup jalan, setelah lengang jalan yang lainnya,” kata Sidharta Putra.

Setelah jenazah dinaikkan ke bade, lembu terlebih dahulu dibawa ke patunon. Di depan lembu juga ada gayot yang salah satunya adalah istri dari mendiang.

Semua sanak saudara griya memegang kain putih tersebut. Selanjutnya lembu dan bade diarak menuju ke patunon di kawasan Pantai Matahari Terbit.

Ida Pedanda Nabe Gede Dwija lebar (meninggal dunia) pada usia 87 tahun di Griya Gede Keniten pada Minggu, 28 Maret 2021 lalu sekitar pukul 16.00 WITA atau bertepatan dengan Purnama Kadasa.

Menurut Sidharta, jika tak berbarengan dengan pandemi, upacara ini kemungkinan dihadiri oleh puluhan ribu orang.

“Karena banyak yang bakti kepada beliau di Griya Jro Gede Sanur. Beliau punya 1.000-an pegawai bersama keluarganya. Namun kita tetap batasi, yang penting palebon Ida bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Saat masih walaka, Ida Pedanda Nabe Gede Dwija merupakan tokoh pariwisata dan merupakan pionir pariwisata Bali dari Sanur, Denpasar.

Berbagai penghargaan telah Ida dapatkan terkait pengabdiannya dalam dunia pariwisata. Sidharta Putra menuturkan, saat masih walaka Ida bernama Ida Bagus Tjetana Putra.

Ida Pedanda Nabe Gede Dwija Ngenjung lahir di Sanur, pada 26 Mei 1934 silam.

Saat aktif di dunia pariwisata, Ida sempat menjadi ketua PHRI Bali pada tahun 1985 – 1995 dan sebagai Ketua Lions Club Bali pada tahun 1994–1995, termasuk ketua Yayasan Pembangunan Sanur.

"Ida juga aktif dalam berbagai organisasi seperti PHRI Bali, Kadin Bali, PATA Bali, Apindo Bali, serta Lions Club International.

Juga menjadi founder dari Santrian Group yang bergerak dalam sektor perhotelan, restoran, serta properti," terang Siharta. 

Selanjutnya, Ida madiksa sebagai pedanda pada tahun 2009 lalu.

Almarhum selalu aktif bergerak di bidang adat dengan melakukan pembenahan beberapa pura, serta mengabdi kepada umat sesuai tugasnya sebagai pedanda.

Pada tahun 2019, Ida mendapat satya lencana dalam bidang pariwisata dari Presiden RI, Joko Widodo.

Atas pengabdiannya di bidang pariwisata, Ida juga mendapatkan banyak penghargaan yakni Penghargaan Karya Karana Pariwisata pada tahun 2005 dari Gubernur Provinsi Bali, Tri Hita Karana Award pada tahun 2002, “10 Eksekutif 1994” dari Jawa Pos Group, dan Penghargaan Lions International pada tahun 1995.

“Banyak lagi penghargaan yang dianugerahkan kepada beliau saat walaka dari pebisnis terbaik, penggerak sosial. Sekarang empat anaknya melanjutkan kiprah beliau,” katanya.

Ida meninggalkan seorang istri yakni Ida Pedanda Istri Agung Patni Ngenjung. Empat orang putra, yakni Ida Bagus Ngurah Agung Kumbayana, Ida Bagus Gede Agung Sidharta Putra, Ida Bagus Agung Partha Adnyana, dan Ida Bagus Agung Awatara Putra.

Dari ke empat putra, Ida Pedanda Nabe Gede Dwija memiliki 15 orang cucu. 

(rb/feb/pra/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia