Rabu, 26 Jan 2022
Radar Bali
Home / Dwipa
icon featured
Dwipa

Kasus Baru di Jembrana Naik Dua Digit, Klaster Tahanan Mendominasi

14 Januari 2022, 18: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Kasus Baru di Jembrana Naik Dua Digit, Klaster Tahanan Mendominasi

Bupati Jembrana saat memantau vaksin booster di auditorium Jembrana, Jumat (14/1) (M.Basir)

Share this      

NEGARA- Setelah sempat zero case alias nol kasus, awal tahun 2022 terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Total ada sebanyak 13 kasus baru terjadi seminggu terakhir dengan sebagian besar klaster tahanan.

Sementara itu, Vaksin booster Covid-19 untuk warga Jembrana mulai digelar, Jumat (14/1). Vaksin ketiga ini difokuskan untuk lanjut usia (lansia) dan masyarakat umum.

Baca juga: Penonton Membludak & Dihadiri Gubernur, Konser Musik Dibubarkan Polisi

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sejak akhir tahun 2021 hingga minggu pertama awal tahun 2022 tidak ada kasus baru.

Seluruh pasien tersebut terkonfirmasi positif sembuh setelah menjalani isolasi selama sepuluh hari.

Kemudian, dimulai Jumat (7/1) pekan lalu, ada kasus terkonfirmasi positif baru. Seorang tahanan terkonfirmasi positif Covid-19, disusul satu tahanan lagi.

Dari hasil exit test tahanan lain, sebanyak lima orang tahanan terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga total tujuh orang tahanan terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kami juga telusuri dan test kontak dari tahanan, sebanyak enam orang terkonfirmasi positif Covid-19," terangnya.

Karena itu, sejak pekan kedua tahun 2022, sebanyak 13 kasus terkonfirmasi positif Covid -19. Seluruh pasien terkonfirmasi positif sudah menjalani isolasi terpusat di hotel dan dalam kondisi sehat. Namun, sesuai dengan SOP tetap harus menjalani isolasi selama sepuluh hari.

Pada kesempatan itu, Parwata menyampaikan, mengenai kasus terkonfirmasi positif baru ini belum bisa dipastikan varian baru omicron. Karena harus dilakukan pemeriksaan di laboratorium.

"Untuk mengetahui omicron atau bukan. Harus dicek lab pusat, sampel spesimennya kita kirimkan ke provinsi," terangnya.

Terkait dengan vaksinasi booster Covid-19 yang dimulai kemarin, target vaksin lansia dan umum.

Pemerintah pusat tidak menargetkan jumlah warga yang harus vaksin booster. Berbeda dengan jumlah vaksin pertama dan kedua ditargetkan 70 persen dari jumlah penduduk.

 "Vaksin booster ini kami upayakan sebanyak - banyaknya. Stok vaksin kami pastikan cukup," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, vaksinasi Covid-19 untuk dosis pertama dan kedua sudah maksimal.

Sudah mencapai seratus persen lebih. Dalam upaya membuat kekebalan komunal, dilakukan vaksin dosis ketiga atau vaksin booster untuk menciptakan kekebalan kelompok.

"Ada info ada varian baru omicron yang masuk ke Bali, sehingga dengan vaksin booster untuk menangkis masuknya omicron ke Jembrana," jelasnya.

Mengenai kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 awal tahun ini, karena masih dalam situasi Pandemi Covid-19 merupakan hal wajar dan biasa.

"Kita sudah biasa menghadapi. Ada atau tidak adanya kasus, landai saja. Terpenting tidak ada peningkatan tidak tajam. Bisa kita ditangani dan selesaikan. Makanya masyarakat harus taat protokol kesehatan, disiplin ketat," tukasnya.

 Sedangkan Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gede Juliana mengatakan, memang ada tahanan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) yang dititipkan di Polsek Mendoyo terkonfirmasi positif Covid-19.

Mengenai kasus positif Covid-19 tersebut sudah ditangani, dengan upaya testing, penelusuran kontak erat (tracing), dan tindak lanjut berupa treatment, perawatan pada pasien Covid-19.

"Sudah ditanggulangi dengan baik. Sudah dilakukan pada kontak dan keluarganya yg bersangkutan," jelasnya.

Upaya dengan testing, tracing dan treatment yang dilakukan Dinas Kesehatan dan Dokes Polres Jembrana tersebut sebagai salah satu upaya antisipasi agar tidak meluas lagi. "Mudah mudahan tidak ada lagi penambahan hasil tracing dari orang yg terkonfirmasi positif," terangnya.

Kapolres menegaskan, meski ada tahanan dan anggota yang terkonfirmasi positif, Polsek Mendoyo tetap melakukan prosedur biasa. Sterilisasi sudah dilakukan dan juga untuk anggota lakukan pengecekan. Sampai sejauh ini tidak ada penambahan kasus positif dari anggota Polsek Mendoyo.

Mengenai tahanan titipan yang terkonfirmasi positif, seluruhnya sudah menjalani isolasi terpusat di hotel Hapel, Baluk. Karena statusnya bukan hanya pasien, pengamanan di hotel ditingkatkan untuk menjaga tahanan yang isolasi. "Karena statusnya bukan masyarakat umum, tetapi tahanan. Kita tetap melakukan pengamanan sesuai SOP yang kita miliki. Sudah ditangani dengan baik," tegasnya. 

(rb/bas/pra/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia