Rabu, 26 Jan 2022
Radar Bali
Home / Dwipa
icon featured
Dwipa
Dari Rencana Pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi

Warga 2 Desa Ada yang Tidak Setuju, Ulang Konsultasi Publik Jalan Tol

14 Januari 2022, 19: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Warga 2 Desa Ada yang Tidak Setuju, Ulang Konsultasi Publik Jalan Tol

Suasana Konsultasi publik ulang rencana pembangunan jalan tol Gilimanuk-Denpasar di Pemkab Jembrana (M.Basir)

Share this      

NEGARA-Pro dan kontra serta polemik terkait rencana  pembangunan proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi kembali muncul.

Munculnya riak atas rencana mega proyek jalan tol itu yakni menyusul adanya sejumlah warga pemilik tanah di dua desa yang tak setuju lahannya digunakan untuk jalan tol.

Atas adanya kelompok masyarakat yang tak setuju, pihak Kementerian Pekerjaan Umum akhirnya mengulang gelaran konsultasi publik, pada Jumat (14/1).

Baca juga: Ocean Blue Ngemplang Pajak Rp 24 M, tapi Diam-diam Menata Lahan

Konsultasi ulang menindaklanjuti adanya warga yang tidak tidak setuju adanya pembangunan tol yang melintasi lahan mereka.

Saat konsultasi publik ulang, dihadirkan dua orang warga yang tidak sepakat adanya pembangunan jalan tol yang melintasi lahan mereka saat digelar konsultasi tahap pertama tahun 2021 lalu. Dua warga tersebut berasal dari Yehembang Kauh dan di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo.

Pihak dari Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan, bahwa saat ini pembangunan jalan tol masih tahapan persiapan.

Tahapan persiapan ini, digelar tiga kali konsultasi publik. Tahap konsultasi kemarin, bagian dari konsultasi tahap pertama.

"Rencananya minggu depan kita akan gelar konsultasi publik tahap dua,” kata salah satu perwakilan dari Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR Ketut Kariasa.

Pada saat konsultasi publik tahap kedua nanti, warga yang memiliki lahan yang akan digunakan untuk jalan tol diundang.

Terutama yang tidak hadir pada saat konsultasi publik tahap pertama. Konsultasi publik akan diulang hingga tiga kali. Penetapan lokasi jika semua tahapan konsultasi publik selesai dilakukan.

Konsultasi publik ulang kemarin, merupakan bagian tahap pertama karena ada warga yang tidak setuju. Sehingga dilakukan konsultasi publik ulang menghadirkan pihak yang tidak setuju.

Permasalahan pihak yang tidak setuju, karena adanya wewangunan sanggah gede yang rencananya akan dilintasi jalan tol.

Sedangkan sanggah gede tersebut milik bersama keluarga besar yang tidak semuanya berada di Bali, sebagian keluarga tersebut tersebar di Jawa dan Lombok.

Setelah diklarifikasi pada pihak yang tidak setuju, akhirnya seluruh keluarga besar setujulahannya digunakan untuk jalan tol.

Lahan tersebut, dari rencana data awal yang terkena jalur tol ini mencapai 1104 bidang tanah. 

(rb/bas/pra/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia