Rabu, 26 Jan 2022
Radar Bali
Home / Dwipa
icon featured
Dwipa

Kasus Covid-19 di Bali Kembali Melonjak, Gilimanuk pun Diperketat

15 Januari 2022, 09: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Kasus Covid-19 di Bali Kembali Melonjak, Gilimanuk pun Diperketat

Ilustrasi, validasi persyaratan bagi penumpang penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk. (DOK RADAR BALI)

Share this      

DENPASAR - Kasus Covid-19 di Bali kembali melonjak. Pada 12 Januari 2022, tambahan kasus positif sebanyak 4 orang dan 13 Januari 2022 menembus 26 kasus. Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, pun diperketat.

Hal itu terungkap saat Pemerintah Provinsi Bali menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor. Dalam rapat itu melibatkan Satgas Covid-19 Provinsi Bali serta lintas sektor yang berperan dalam kegiatan penapisan Covid-19 di Pelabuhan Gilimanuk.

Pertemuan yang digelar di kantor PT ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Kamis (13/1) membahas upaya penguatan penapisan Covid-19 untuk para pelaku perjalanan dalam negeri di Pelabuhan Gilimanuk, khususnya dalam menghadapi potensi ancaman gelombang kasus yang mungkin dapat muncul dengan adanya varian baru Omicron.

Baca juga: Rumah di Banjarnya Mantan Bupati Tabanan Eka Wisyastuti Terbakar

Rakor yang didukung oleh program Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) ini bertujuan untuk menyampaikan hasil kegiatan penempatan relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana untuk membantu melaksanakan Penapisan Covid-19 di Pelabuhan Gilimanuk melalui Sekretariat Satgas Covid-19 Provinsi Bali.

Selain itu mengidentifikasi tantangan pelaksanaan dan identifikasi solusi untuk menghadapi tantangan penapisan Covid-19 di pintu masuk domestik, terutama Pelabuhan Gilimanuk.

Sekretaris Satgas Covid-19 Provinsi Bali I Made Rentin yang hadir secara daring menyampaikan Satgas Covid-19 Provinsi Bali harus bersiap dalam menghadapi potensi ancaman gelombang baru Omicron, terutama untuk mengamankan Bali sehingga siap untuk perhelatan internasional G20 dan tuan rumah United Nations Office for Global Platform for Disaster Risk Reduction (UNGPDRR). 

“Jangan sampai masuknya kasus ke Bali merebak karena adanya kelonggaran di pintu masuk Bali,” kata Rentin yang juga Kalaksa BPBD Bali.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi, I Wayan Widya menambahkan adanya potensi Omicron perlu menjadi perhatian semua pihak di Bali.  Untuk itu dari sisi bidang kesehatan sudah bersiap untuk merespon dan menggencarkan kembali test, tracing dan treatment sebagai kunci utama untuk mengendalikan Covid-19, selain itu koordinasi intens dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). 

“Bali memiliki daya tarik bagi masyarakat, apalagi dengan adanya penyelenggaraan G20 di tahun 2022 ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gede Wayan Samsi Gunarta selaku koordinator pintu masuk Satgas Covid-19 Provinsi Bali juga mendukung sepenuhnya adanya penguatan penapisan Covid-19 di Pelabuhan Gilimanuk. Ia meminta jajaran Pemprov Bali khususnya Dinas Perhubungan agar berkoordinasi secara intensif dengan BPTD XII Wilayah Bali NTB, Unit Penyelenggara Pelabuhan, PT. ASDP Ketapang-Gilimanuk dan sektor lainnya.

Diharapkan hasil pertemuan lintas sektor ini akan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Bali dengan membuat SOP penapisan Covid-19 baik pada kondisi krisis kesehatan seperti pandemi maupun dalam keadaan kasus sudah terkendali, sehingga Provinsi Bali lebih siap dan memiliki sistem ketahanan kesehatan yang lebih baik dan berkelanjutan.  

(rb/feb/yor/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia