Selasa, 30 Nov 2021
Radar Bali
Home / Dwipa
icon featured
Dwipa
Dari Penolakan Rencana Proyek TPS3R di Ubud

Respon Penolakan Warga, DLH Deadline Lokasi TPS3R Hingga Pekan Depan

16 Oktober 2021, 11: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Respon Penolakan Warga, DLH Deadline Lokasi TPS3R Hingga Pekan Depan

Lokasi yang rencananya dibangun TPS3R di Desa Mas, Ubud, Gianyar yang mendapat penolakan warga (IB Indra Prasetya)

Share this      

GIANYAR -Penolakan pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuse, Recyle, (TPS3R) di wilayah Subak Rapuan, Banjar Tarukan, Desa Mas, Kecamatan Ubud menuai respon dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar.

Pihak Dinas Lingkugan Hidup Kabupaten Gianyar memberikan deadline kepada Desa Mas untuk bisa menemukan lokasi hingga pekan depan.

Kepala DLH Gianyar, Ni Wayan Mirnawati menegaskan yang ditolak bukan program TPS3R.

Baca juga: Tabanan Minus 422 Guru SD, Siap-Siap Rekrut P3K Tahap II

Melainkan belum menemukan lahan yang tepat sebagai lokasi pembangunan. "Yang ditolak bukan TPS 3R. Tapi lokasi, karena di Tarukan tidak ada lahan desa adat," tegasnya, Jumat (15/10) kemarin.

Mirna meyakini Perbekel Desa Mas dan Bendesa Adat Mas bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.

Apalagi, waktu pembangunan seharusnya bukan Oktober dan harus selesai pertengahan Desember.

"Kami yakin pasti bisa. Mereka masih punya waktu menyelesaikan masalah ini. Kami deadline 2 hari," tegasnya 

Sepengetahuan Mirna, lahan di subak Rapuan, di Banjar Tarukan tersebut pun baru rencana ditukar guling dengan lahan desa adat di Banjar lain.

"Rencananya menukar lokasi di Banjar Juga (wilayah Desa Mas, red). Sebenarnya tanah desa adat kan ada di Banjar Juga. Oleh Bendesa ditukar di Tarukan. Dasar pertimbangannya kami tidak tahu," terangnya. 

Lanjut dia, apabila belum juga menemukan lokasi, Mirna memperkirakan masih ada lokasi lain.

"Di Mas kan masih ada banjar dan desa adat lain. Merekalah yang berunding nanti bagaimana seharusnya," jelasnya. Yang jelas, pembangunan TPS 3R dengan anggaran Rp 1,1 miliar lebih ini ditarget rampung Desember 2021 dengan sistem swakelola. 

Kata Mirna, hanya di Desa Mas terjadi permasalahan. Sedangkan di desa lain aman terkendali.

"Di tempat lain tidak ada yang menolak. Mereka kebanyakan  mengontrak tanah dan ada juga yang memakai tanah provinsi lalu diperluas agar kapasitasnya banyak," jelasnya. 

Ditambahkan Mirna, hingga Tahun 2023 nanti ditarget semua desa di Gianyar memiliki TPS 3R. Dengan pembangunan TPS 3R di tiap desa diharapkan sampah organik diolah jadi kompos, sampah anorganik yang bisa didaur ulang dan bisa dijual.

"Jadi yang dibawa ke tempat pembuangan akhir(TPA) hanya berupa sampah residu saja," terangnya. 

Selain mencegah TPA cepat penuh, TPS3R ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dengan mengelola sampah.

Sampah organik dimanfaatkan untuk pupuk kompos. Sampah anorganik yang bisa didaur ulang bisa dijual dan bisa memberikan pendapatan. Dan, TPS3R sendiri akan memberi peluang kerja bagi masyarakat.

Pada tahun 2021 akan dibangun 27 TPS3R baru, dan 54 TPS3R optimalisasi  bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI. 

Bantuan 27 TPS3R baru tersebut diberikan kepada desa- desa yang sudah siap dengan lahan untuk lokasi.

Lahan untuk lokasi boleh menggunakan tanah provinsi atau juga tanah kabupaten yang ada di desa bersangkutan.

"Semua desa calon penerima sudah siap. Diharapkan akhir 2021 sudah rampung," ujarnya.

Dikatakan, anggaran  untuk satu unit TPS3R sebesar Rp 1,1 miliar, untuk pembelian mesin pencacah sampah, dan sarana pendukung lainnya.

Dikatakan, desa- desa yang belum memiliki TPS3R akan diupayakan di tahun berikutnya. Ditargetkan tahun 2023 seluruh desa di Gianyar punya TPS3R.

Dengan demikian akan mengurangi jumlah sampah yang ditampung di TPA Temesi.

"Saya harapkan yang dibawa ke TPA hanya residu saja. Dengan demikian TPA Temesi tidak cepat penuh," pungkasnya. 

(rb/dra/pra/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia