Selasa, 30 Nov 2021
Radar Bali
Home / Dwipa
icon featured
Dwipa

Fakta-Fakta di Balik Gempa di Bali Timur yang Perlu Diketahui

17 Oktober 2021, 16: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Fakta-Fakta di Balik Gempa di Bali Timur yang Perlu Diketahui

Kapolda Bali, Kepala BPBD dan sejumlah pejabat mengecek lokasi korban gempa di Bangli. (IST)

Share this      

BANGLI – Ketika semua berfokus pada pemulihan pariwisata di wilayah Bali selatan, bencana justru datang di Bali Utara. Kabupaten Bangli, Karangasem, dan Buleleng, pun diguncang gempa bumi tektonik dengan berkekuatan Magnitudo 4,8 Skala Richter pada Sabtu (16/10/2021 dini hari.

Di wilayah Bangli, atau tepatnya di Desa Trunyan setidaknya kini terisolir akibat akses tertutup longsor di 8 titik. Untuk menuju ke Desa Trunyan harus melalui akses danau. Hal ini pun mempersulit bantuan untuk masuk termasuk juga proses evakuasi korban yang dilakukan oleh Tim BPBD Kabupaten Bangli.

“Untuk akses melalui darat tidak bisa dilakukan, jadi akses ke lokasi kejadian hanya bisa melalui danau untuk sementara,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali, Made Rentin.

Baca juga: Hindari Kucing, Jatuh, Pemotor Patah Tulang

Berdasarkan data sementara dari BPBD Provinsi Bali, satu orang warga di Kabupaten Karangasem dilaporkan meninggal dan masih dalam tahap evakuasi dari reruntuhan bangunan.

Di samping itu, ada lima warga lainnya sudah berhasil dievakuasi di Puskesmas terdekat dan RSUD Karangasem dalam keadaan masih hidup dengan kondisi luka berat. Sementara delapan lainnya mengalami luka ringan.

Korban meninggal dunia lainnya adalah dua orang warga dari Kabupaten Bangli.

Sebelumnya ada 4 jiwa dari 5 KK yang tertimbun reruntuhan bangunan akibat gempa telah berhasil diselamatkan oleh tim dan sudah dilarikan ke Puskesmas terdekat. Sedangkan 4 jiwa lainnya berhasil menyelamatkan diri masing-masing.

Berdasarkan asesmen sementara oleh tim BPBD Provinsi Bali, kerugian materil yang ditimbulkan akibat gempabumi meliputi 9 unit rumah rusak berat, 1 unit candi roboh, 1 unit pura rusak berat, 9 unit pelinggih (bangunan suci) rusak, 1 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan dan beberapa rumah rusak lainnya masih dalam pendataan.

Saat ini, tim BPBD Provinsi Bali terus melakukan asesmen dan pendataan lebih lanjut mengenai kerusakan bangunan serta telah memberikan pertolongan pertama kepada para korban yang terdampak.

Guncangan gempa terasa di semua saat sebagian besar warga di Bali sedang lelap tertidur. Hasil analisa BMKG , Episenter gempa yang cukup kuat tersebut terletak pada koordinat 8,32° LS; 115,45° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 8 km barat laut Karangasem, Bali pada kedalaman 10 km.

Made Rentin menjelaskan, dampak fisik gempa berupa guncangan dirasakan oleh orang dalam rumah serta sebagian di luar.

"Terdapat laporan gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi. Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu," urainya lagi sembari menambahkan dampak cukup terasa di kawasan Lombok utara. 

Kepada Masyarakat, terutama yang berada tak jauh dari pusat gempa Rentin berpesan agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, termasuk isu tsunami yang tidak benar.

"Juga agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangungan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," pesan Rentin.

(rb/ara/yor/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia