Selasa, 30 Nov 2021
Radar Bali
Home / Dwipa
icon featured
Dwipa

Balap Liar, Puluhan Remaja Kabur saat Digerebek, Dua Gadis Tertinggal

18 Oktober 2021, 07: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Balap Liar, Puluhan Remaja Kabur saat Digerebek, Dua Gadis Tertinggal

Dua gadis asal Bangli tertinggal di dekat GOR Swecapura saat Satpol PP Klungkung menggerebek balap liar, Sabtu (16/10). (IST)

Share this      

SEMARAPURA - Kerap menerima laporan warga, Satpol PP Klungkung akhirnya berhasil menemukan gerombolan anak muda dengan puluhan sepeda motor akan menggelar balap liar atau trek-trekan di sekitar GOR Swecapura, Desa Gelgel, Sabtu malam (16/10).

Namun, para remaja yang jumlahnya kurang dari 100 orang itu berhasil kabur sebelum diamankan. Hanya dua gadis asal Kabupaten Bangli yang tertinggal di warung tidak jauh dari lokasi kumpul-kumpul puluhan anak muda tersebut.

Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung, Putu Suarta, Minggu (17/10) menuturkan, pihaknya kerap menerima laporan adanya anak muda berkumpul untuk menggelar trek-trekan di GOR Swecapura. Hanya saja pihaknya tidak pernah menemukannya.

Baca juga: DMI Ajak Warga Muslim Sukseskan "Gerakan 25K" Untuk Renovasi Masjid

“Setiap hari kami melakukan patroli rutin di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Klungkung, Banjarangkan dan Dawan. Tetapi kami tidak pernah menemukan adanya anak muda berkumpul menggelar trek-trekan,” ujarnya.

Adapun Sabtu malam (16/10) sekitar pukul 22.30 lebih, personel Satpol PP Klungkung yang menggelar patroli rutin akhirnya menemukan puluhan anak muda berkumpul akan menggelar trek-trekan. Hanya saja, para remaja dengan puluhan kendaraan yang sudah dimodifikasi itu berhasil melarikan diri.

Namun, di sebuah warung tidak jauh dari lokasi ditemukan dua gadis asal Kabupaten Bangli. Keduanya mengaku datang ke Klungkung untuk berjalan-jalan. Oleh Satpol PP, keduanya dibina secara lisan dan diminta langsung pulang ke rumah masing-masing.

“Anak-anak muda yang akan menggelar trek-trekan itu menurut warga sekitar tidak hanya asal Klungkung, namun juga ada yang asal Bangli dan Karangasem. Menurut warga, biasanya mereka menggelar trek-trekan sekitar pukul 22.00 namun harinya tidak menentu,” bebernya.

Melihat hal tersebut, pihaknya mengimbau kepada orang tua agar perhatian pada anak-anaknya. Bila anak tidak ada di rumah lewat dari pukul 21.00, agar segera dicari untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan.

Sementara itu pada aparat desa terutama Linmas dan pecalang, pihaknya meminta agar memperhatikan lingkungannya lebih-lebih anak-anak yang berkumpul bukan berasal dari desanya.

“Kalau melihat hal seperti ini, hendaknya disuruh pulang agar tidak mengganggu ketertiban masyarakat,” tandasnya. 

(rb/ayu/yor/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia