Selasa, 30 Nov 2021
Radar Bali
Home / Dwipa
icon featured
Dwipa

Pengusaha Optimistis Harga Porang Bali Bakal Meroket Lagi

18 Oktober 2021, 13: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Pengusaha Optimistis Harga Porang Bali Bakal Meroket Lagi

Satya Wibawa, salah satu pengusaha porang Bali saat menunjukkan bibit porang di lahan miliknya di Petang, Badung. (Wayan Widyantara)

Share this      

BADUNG – Menanam tanaman porang atau spesies Amorphophallus muelleri bukanlah sesuatu yang baru.

Di Bali sendiri, banyak masyarakat yang sudah cukup lama mengenal budidaya tanaman umbi-umbian ini.

Puncaknya, tanaman ini makin jadi primadona dan booming saat pandemi Covid-19 melanda Bali.

Baca juga: Satu Pendaki Asal Denpasar Jatuh di Gunung Catur Pura Puncak Mangu

Tingginya permintaan umbi porang di pasaran juga berdampak pada terkereknya harga porang di Bali.

Bahkan, harga porang sempat menembus harga hingga Rp 8 ribu per kilogramnya.

Namun harga ini menjadi merosot di level antara Rp 6 ribu-7 ribu per kilogram akibat banyaknya masyarakat yang menanam porang.

Selain itu, isu monopoli dan belum adanya kebijakan pemerintah yang berpihak kepada petani porang, menjadi salah satu alasan kambing hitam anjloknya harga porang

Satya Wibawa, salah pengusaha budidaya porang di Bali mengatakan, jatuhnya harga porang Bali di pasaran dikarenakan adanya larangan ekspor dari pemerintah sejak Agustus 2021 lalu.

Akibat adanya larangan itu, banyak yang berlomba membuat pabrik dan yang menyerap hasil porang dari petani sehingga berkurang.

“Jadi lebih ke masalah supply and demand saja sebenarnya. Tetapi bila pabrik sudah stabil berdiri di daerah, maka dipastikan harga akan menjadi normal kembali,” ujarnya saat diwawancara pada Senin (18/10).

Satya meyakini bahwa penurunan harga porang ini lebih dikarenakan momentum waktu saja yang membuat harga porang jatuh sementara.

Namun untuk masyarakat yang menanam sekarang dapat dikalkulasi mereka akan untung apabila kita lihat time table antara taman, panen, dan proses pembuatan pabrik.

Artinya menanam porang masih menjanjikan?

“Pasti menjanjikan, karena bila tidak, tidak mungkin seorang Presiden Jokowi memberikan dukungan kepada para petani dan pengusaha. Harapannya adalah memberikan sebuah komoditas pertanian dengan harga yang dapat meningkatkan taraf hidup petani,” jawabnya.

Satya yang memiliki lahan porang seluas 8 hektar di Petang, Kabupaten Badung ini pun berharap pemerintah bisa memberikan akses mudah untuk pembuatan izin pabrik.

“Jika perlu dan memungkinkan lagi harapan kami ada sebuah regulasi yang mengatur harga ambang batas harga Porang berapa titik rendah dan berapa tertingginya. Tentunya ini soal hal ini harus dibicarakan dan disosialisasikan lagi ke para petani,” pungkasnya. 

(rb/ara/pra/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia