Selasa, 30 Nov 2021
Radar Bali
Home / Dwipa
icon featured
Dwipa
Nestapa Pasutri Lansia di Banyubiru Negara

Sehari-hari Hidup Susah, Nyaris Tertimbun Berdua Saat Rumah Roboh

18 Oktober 2021, 17: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Sehari-hari Hidup Susah, Nyaris Tertimbun Berdua Saat Rumah Roboh

Kondisi rumah Kakek Muhammad Yatim, 75, dan Nenek Juhriah, 70, ,lansia miskin yang ambruk di Desa Banyubiru, Negara (Istimewa)

Share this      

RUMAH warga Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, mengalami roboh pada atap dan temboknya, Sabtu (16/10) sore lalu.

Rumah pasangan suami istri lanjut usia (pasutri lansia) yang masuk dalam keluarga tidak mampu atau masyarakat pra sejahtera alias miskin ini diduga karena kondisi bangunan sudah rapuh. Seperti apa kondisinya?

M.BASIR, Negara

Baca juga: Fatayat Jembrana Gelar Training Penanggulangan Tuberkulosis di Ponpes

DI USIANYA yang sudah uzur, pasutri Muhammad Yatim, 75, dan Juhriah, 70 harus kehilangan tempat berteduh.

Bangunan semi permanen yang selama ini ia tempati ambruk akibat kondisinya rapuh.

Ironisnya saat rumah mereka roboh, lansia ini masih di dalam rumah.

Nenek Juhriah, saat kejadian sedang tidur. Sedangkan Kakek Yatim suaminya baru akan kelur dari pintu.

Saat hendak akan keluar melalui pintu rumah, tiba-tiba tembok dan atap rumahnya roboh.

Beruntung saat itu cucunya yang bisa tidur di bagian kamar yang temboknya roboh sedang tidak ada di rumah. 

"Kejadiannya sore hari. Kalau malam hari tidak tahu bagaimana jadinya. Cucu saya tidur di belakang pas di tempat roboh itu," ungka Yatim.

Kata Yatim, bangunan rumah yang roboh merupakan bantuan pemerintah pusat tahun 2015 lalu. Diduga robohnya rumah tersebut karena kayunya sudah lapuk dan bangunan saat dibangun bedah rumah juga tidak kuat menahan beban hingga menyebabkan rumah ambruk.

"Kalau kami sudah tidak bisa memperbaiki rumah. Kadang beli beras saja susah. Kerja juga sudah tidak bisa," kata Kakek M Yatim yang kini sudah susah berjalan karena sakit.

Sementara itu, Perbekel Desa Banyubiru  Komang Yuhartono saat dikonfirmasi membenarkan adanya rumah warga yang ambruk tersebut.

Pihaknya sedang mencari solusi untuk membantu keluarga tidak mampu. Sementara satu keluarga yang rumahnya rusak tinggal sementara di rumah kerabatnya. 

(rb/bas/pra/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia