Selasa, 07 Dec 2021
Radar Bali
Home / Dwipa
icon featured
Dwipa

Kabar Baik! Para Backpacker Eropa Antusias Ingin Datang ke Bali

18 November 2021, 23: 45: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Kabar Baik! Para Backpacker Eropa Antusias Ingin Datang ke Bali

Bandara Ngurah Rai siap menerima wisatawan mancanegara sejak 14 Oktober 2021 lalu. (DOK RADAR BALI)

Share this      

KUTA - Jika melihat angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali memang miris. Meski penerbangan internasional sudah dibuka langsung ke Bandara Internasional Ngurah Rai Bali sejak 14 Oktober 2021 lalu, hingga kini belum menunjukkan adanya pesawat dari luar negeri ke Bali.

Pernyataan Gubernur Bali Wayan Koster yang menyebut ada 20 ribu orang wisatawan mancanegara yang akan datang ke Bali pada bulan November 2021 ini pun hingga kini belum terbukti. Warga Bali, terutama pegiat pariwisata pun kecewa dengan hal tersebut.

Meski begitu, harapan untuk mendatangkan wisatawan mancanegara ternyata masih ada. Terutama warga Eropa yang hendak berlibur ke Bali. Hal tersebut disampaikan oleh Ambassador of Sweden to Indonesia, Timor Leste, and ASEAN, H.E. Marina Berg di Kuta, Kabupaten Badung pada Kamis (18/11/2021).

Baca juga: Duh, Hotel di Karangasem Masih Nol Booking

"Yang saya tahu, warga Swedia sangat antusias untuk datang ke Bali. Mereka bahagia Bali sudah buka untuk Internasional. Saya juga sudah sampaikan bahwa Indonesia cukup aman dan nyaman untuk dikunjungi," ujar Marina Berg.

Ia mengatakan, hubungan antar dua negara, yakni Indonesia dan Swedia sangat baik. Cukup banyak kerjasama antar negara yang sudah dilakukan. Termasuk saling mempromosikan pariwisata pun sudah dilakukan.

"Banyak kerjasama yang sudah kita lakukan. Seperti dalam bidang pertukaran pelajar. Pelajar Indonesia belajar ke Swedia dan begitu juga sebaliknya. Pertukaran dibidang pariwisata juga. Kabar yang saya dapatkan, akan banyak warga Swedia datang ke Bali, khususnya para backpaker," pungkasnya.

Dapat diketahui, Bali sendiri sejatinya sudah menawarkan program pariwisata yang aman untuk wisatawan mancanegara yang hendak ke Bali.

Hal tersebut tercermin dari tingkat kepositifan kurang dari 5 persen, jumlah kasus terkonfirmasi kurang dari 20 per 100.000 populasi, kesiapan infrastruktur Bali untuk menerima wisatawan asing, pengaturan TCA (Pengaturan Koridor Perjalanan) / MRA (Perjanjian Pengakuan Bersama), potensi kunjungan dan pertumbuhan wisman yang tinggi dari dalam negeri dan tersedianya penerbangan langsung ke Indonesia.

Sedangkan persyaratan untuk wisatawan yaitu divaksinasi lengkap, menampilkan hasil negatif COVID-19 berdasarkan tes RT PCR, dapatkan izin visa kunjungan singkat atau izin masuk lainnya ke Bali, Indonesia,

Selanjutnya, wisatawan diminta untuk menunjukkan bukti booking hotel karantina dan akomodasi lanjutan serta transportasi wisata yang telah diverifikasi oleh CHSE (pengantaran dari bandara ke hotel karantina), memiliki asuransi kesehatan senilai minimal USD 100.000 yang dapat menanggung kasus COVID-19 dan Bersedia menjalani proses karantina selama 3 hari 2 malam.

Pemerintah provinsi Bali pun telah meyakinkan seluruh masyarakat internasional bahwa orang yang divaksinasi di Bali sudah tinggi (pekerja pariwisata 100%) dan Penerapan standar CHSE di fasilitas pariwisata dan fasilitas umum lainnya,

(rb/ara/yor/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia